Kamis, 05 Desember 2019

11 Kali Sidang, Begini Proses Perceraian UAS-Mellya Juniarti

 Ustaz Abdul Somad (UAS) telah resmi bercerai dengan Mellya Juniarti. Jauh sebelum itu, UAS sudah melakukan sejumlah tahapan untuk tetap mempertahankan rumah tangganya.

Penjelasan mengenai perceraian UAS ini disampaikan kuasa hukumnya Hasan Basri dalam video berjudul 'video klarifikasi UAS' di Instagram resmi 'Sahabat UAS' yaitu @sahabatuasofficial seperti dilihat, Kamis (5/12/2019). Rumah tangga UAS diketahui telah bermasalah sejak lama.

"Telah diputus oleh majelis hakim pada tahap proses persidangan kesebelas pada hari Selasa tanggal 3 Desember 2019 dengan diktum putusan memberi izin kepada pemohon Abdul Somad Batubara bin Bahtiar untuk menjatuhkan talak raj'i satu terhadap termohon Mellya Juniarti di depan sidang Pengadilan Agama Bangkinang," kata Hasan.

Hasan mengatakan UAS sudah berusaha untuk memperbaiki rumah tangganya. Namun usaha itu tak menemui hasil.

UAS pun mengajukan permohonan cerai ke Pengadilan Agama Bangkinang sejak 4 bulan lalu. Setelah 11 kali sidang, putusan mengenai permohonan cerai UAS pun dibacakan pada awal Desember ini.

Pengacara UAS: Perceraian Manusiawi, Bisa Terjadi ke Siapa Pun

Pihak Ustaz Abdul Somad (UAS) angkat bicara soal perceraian pendakwah itu dengan sang istri, Mellya Juniarti. Pengacara UAS, Hasan Basri, menyebut perceraian adalah hal yang manusiawi.

"Bahwa di saat ketidakharmonisan rumah tangga terus terjadi dan tanpa solusi, perceraian bukan langkah mundur. Mungkin bisa terjadi pada siapapun dan manusiawi," kata Hasan Basri, Kamis (5/12/2019).

Hal itu disampaikan Hasan dalam video berjudul 'video klarifikasi UAS' di Instagram resmi 'Sahabat UAS', yaitu @sahabatuasofficial.

"Ustaz Abul Somad sangat menyadari bahwa Allah SWT berkuasa atas semua takdir manusia dan Allah SWT akan menguji hambanya sesuai kapasitasnya masing-masing," sambungnya.

Hasan mengatakan UAS sudah berusaha mempertahankan pernikahannya dengan mendidik Mellya tapi tidak berhasil. Tahapan sesuai dengan syariat Islam sudah dijalankan yaitu nasihat, pisah ranjang, musyawarah, konsultasi, hingga talak 1 dan talak 2. UAS dan Mellya lalu pisah rumah sejak Mei 2016.

"UAS sebagai warga negara yang baik, maka pada 12 Juli 2019 mengajukan secara resmi permohonan cerai talak ke Pengadilan Agama Bangkinang," kata Hasan.

Majelis hakim PA Bangkinang lalu mengeluarkan putusan pada 3 Desember 2019 dan mengizinkan UAS menjatuhkan talak satu ke Mellya.

8 Poin Penjelasan Kuasa Hukum Terkait Perceraian UAS

Kuasa hukum Ustaz Abdul Somad (UAS), Hasan Basri, menyampaikan delapan poin klarifikasi mengenai kabar perceraian kliennya. Sebelum resmi bercerai, UAS disebut telah berpisah rumah dengan istrinya sejak 2016.

Penjelasan Hasan itu disampaikan dalam video berjudul 'video klarifikasi UAS' di Instagram resmi 'Sahabat UAS', yaitu @sahabatuasofficial, seperti dilihat, Kamis (5/12/2019). Hasan menyampaikan UAS sudah berusaha mempertahankan rumah tangganya, namun tetap tak berhasil.

"UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam, nasihat pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan talak 2 yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016 sampai sekarang ini," ujar Hasan.

Hasan juga mengatakan UAS tetap memberikan nafkah dan fasilitas kepada istrinya sebelum resmi bercerai. Selain itu, UAS tetap bertanggung jawab atas segala kebutuhan sang anak, hasil dari pernikahannya dengan Mellya Juniarti.

Jokowi Dianugerahi Asian of The Year 2019 dari The Straits Times

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Asian of The Year dari media The Straits Times Singapura. Wajah Jokowi terpampang di headline koran tersebut hari ini.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman membenarkan anugerah yang diberikan kepada Jokowi. Fadjroel turut menyampaikan testimominya.

"Bersyukur tiada hingga kepada Tuhan. Alhamdulillah berkat kerja cerdas bersama seluruh rakyat Indonesia, Presiden Jokowi mendapatkan anugerah Asian of the Year 2019 dari The Straits Times Singapura," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Kamis (5/12/2019).

Fadjroel mengatakan penghargaan ini prestisius. "Ini merupakan penghargaan prestisius dan pengakuan prestasi kerja bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

"Modal sosial untuk mewujudkan Panca Kerja: pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan birokrasi dan regulasi serta transformasi ekonomi untuk meraih Indonesia Maju, empat besar perekonomian terbesar di dunia pada 2045 (China, USA, India, Indonesia). Kita adalah bangsa pemenang!" paparnya.

Selain anugerah dari The Straits Times Singapura, Jokowi juga masuk dalam Top 50 dalam 'The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2020' atau 50 teratas di antara 500 muslim paling berpengaruh di dunia tahun ini.

Peringkat Jokowi tahun ini ada di nomor 13, naik dibanding tahun 2019 kemarin yang berada di nomor 16. Jokowi naik tiga peringkat.

Stafsus Jokowi soal Rocky Gerung: Biar Publik Nilai Mana yang Cari Panggung

Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono menanggapi pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak paham Pancasila. Dini menyerahkan kepada publik untuk menilai.

"Tidak ada gunanya kita menanggapi. Jadi biarlah masing-masing punya pendapat masing-masing," kata Dini lewat pesan singkat, Rabu (4/12/2019).

Politikus PSI ini mengatakan, biarlah itu menjadi hak Rocky untuk berpendapat. Nantinya, publik dapat melihat mana yang nasionalis dan mana yang sekedar cari panggung.

"Biar publik nanti yang menilai sendiri mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang betul-betul nasionalis dan berbuat untuk negeri ini, mana yang hanya cari panggung dan hanya memikirkan dirinya atau kelompoknya sendiri," ujar Dini.

Pernyataan Rocky yang viral tersebut disampaikan dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One. Rocky mulanya mengatakan bahwa Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

"Pancasila itu sebagai ideologi gagal. Karena bertentangan sila-silanya. Saya pernah tulis risalah panjang-lebar di majalah Prisma dengan riset akademis yang kuat bahwa Pancasila itu bukan ideologi dalam pengertian akademik. Dalam diskursus akademis. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mengakui bahwa perbuatan manusia hanya bermakna kalau diorientasikan ke langit. Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Apa dalilnya bahwa saya boleh berbuat baik tanpa menghadap langit, itu namanya humanisme. Lalu saya berbuat baik supaya masuk surga, artinya kemanusiaan saya itu palsu. Sila kelima keadilan sosial. Versi siapa? Liberalisme? Libertarianisme. Orang boleh isi sila kelima itu dengan marxisme, boleh saja. Diisi dengan islamisme boleh saja. Karena tidak ada satu keterangan final tentang isi dari keadilan sosial itu," kata Rocky seperti dilihat detikcom, Rabu (4/12).

Rocky kemudian mengatakan tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi. Dia menilai, Jokowi hanya hafal Pancasila namun tak memahaminya.

"Saya tidak Pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang Pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi Pancasila, Presiden juga tak mengerti Pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham, dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS," kata Rocky.