Kamis, 05 Desember 2019

Erick Thohir hingga Dubes China Temui Mahfud Md di Kemenko Polhukam

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menemui Menko Polhukam Mahfud Md. Selain Erick, Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, juga datang menemui Mahfud.

Pantauan detikcom, Erick tiba di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2019). Erick tiba pukul 10.38 WIB.

Erick mengenakan kemeja batik lengan panjang warna hijau dipadu celana panjang hitam. Turun dari mobil dinas RI-45, dia langsung masuk ke kantor Kemenko Polhukam.

"Nanti ya," ujar Erick kepada wartawan yang menanyakan sejumlah pertanyaan, termasuk soal kedatangannya ke kantor Mahfud Md. Dia melambaikan tangan sambil tersenyum dan masuk menemui Mahfud.

Hingga saat ini, Erick masih berada di dalam kantor Kemenko Polhukam. Sementara itu, pukul 10.55 Dubes Xiao Qian tampak keluar dari kantor Kemenko Polhukam.

Belum diketahui apa yang akan dibahas Erick dengan Mahfud Md. Selain dengan Erick Thohir dan Dubes Xiao Qian, Mahfud Md dijadwalkan bertemu dengan Kepala BNN Heru Winarko dan delegasi US-ASEAN Business Council Mission.

Mahfud Bicara 'Industri Hukum', Ini Kata Polri

Polri menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md soal 'Industri hukum'. Polri menegaskan memiliki tiga aturan hukum yang bisa dikenakan pada oknum yang menyalahgunakan wewenang.

"Di kepolisian ini ada 3 aturan hukum yang bisa dikenai pada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan itu," ujar Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Asep mengatakan tiga aturan hukum dalam kepolisian mulai dari pelanggaran disiplin, kode etik, hingga hukuman pidana.

Asep menuturkan seorang penyidik bertugas secara profesional dan proporsional. Dengan begitu, polisi bisa mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Nah harapannya adalah penyidik semua bekerja juga selain profesionalisme dikedepankan berdasarkan hati nuraninya. Dalam menciptakan hal yang berkeadilan itu, lalu apabila ada sebuah dugaan-dugaan praktik mafia hukum menyalahgunakan wewenang dan sebagainya," katanya.

Mahfud Md sebelumnya menyebut industri hukum masih terjadi dalam praktik penegakan hukum. Dia menyebut masih ada praktik di mana orang yang benar dibuat bersalah, begitu juga sebaliknya.

Industri hukum yang dimaksud Mahfud adalah penegakan hukum yang tidak berdasarkan asas keadilan. Sindiran ini dilontarkan Mahfud kepada penegak hukum, yakni kepolisian, kejaksaan, dan hakim.

"Mari kita menegakkan hukum dengan baik yang memenuhi unsur kepastian hukum dan keadilan. Ini penting karena di dalam praktik itu di dunia penegakan hukum itu sekarang banyak industri hukum bukan hukum industri, tapi industri hukum," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

Mahfud mengatakan industri hukum merupakan penyelewengan. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menegaskan industri hukum tak boleh dilakukan.

"Industri hukum itu adalah proses penegakan hukum di mana orang yang tidak masalah dibuatkan masalah agar berperkara. Orang yang tidak salah, diatur sedemikian rupa menjadi bersalah. Orang yang bersalah diatur sedemikian rupa menjadi tidak bersalah, itu namanya industri hukum. Hukum ditukangi seakan-akan barang yang bisa disetel dengan keahlian, keterampilan, gitu," ujarnya.

Hina Ma'ruf Amin dengan Sebutan 'Babi', Habib Jafar Shodiq Ditangkap!

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang beredar luas di media sosial, Habib Jafar awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Habib Jafar menuturkan ada seseorang yang belajar ilmu agama namun ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia. Atas hal itu, menurut Habib Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut menjadi babi. Habib Jafar mengatakan Nabi Musa kaget dengan hal itu dan berdoa kepada Allah agar mengembalikan babi tersebut menjadi manusia. Barulah Habib Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma'ruf Amin.

"Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi," ujar Jafar.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (babi)," kata Jafar disambut teriakan jemaah.

Menanggapi hal itu, Ma'ruf mengatakan ceramah Habib Jafar dilakukan sebelum Pilpres 2019. Ma'ruf menyebut pernyataan Habib Jafar kebablasan.

"Kalau bagi saya itu memang harus memaafkan orang yang memang lagi, bagaimana yah, di-press. Ya kebablasan saya kira itu," sambung Ma'ruf.

Viral Hinaan 'Babi' dari Habib Jafar Shodiq, Ma'ruf Amin Memaafkan

Video ceramah Habib Jafar Shodiq yang diduga menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan istilah babi viral di media sosial. Ma'ruf pun memaafkan Habib Jafar.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Habib Jafar awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Habib Jafar menuturkan ada seseorang yang belajar ilmu agama namun ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia.

Atas hal itu, menurut Habib Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut menjadi babi. Habib Jafar mengatakan Nabi Musa kaget dengan hal itu dan berdoa kepada Allah agar mengembalikan babi tersebut menjadi manusia.

Viral Hinaan 'Babi' dari Habib Jafar Shodiq, Ma'ruf Amin MemaafkanCeramah Habib Jafar Shodiq (Screenshot dari Media Sosial)

Barulah Habib Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma'ruf Amin.

"Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi," ujar Jafar.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (babi)," kata Jafar disambut teriakan jemaah.

Menanggapi hal itu, Ma'ruf mengatakan ceramah Habib Jafar dilakukan sebelum Pilpres 2019. Ma'ruf menyebut pernyataan Habib Jafar kebablasan.

"Kalau nggak salah itu kan masih dalam rangka pilpres ya, itu kan memang kebablasan lah, kan itu narasi permusuhan, narasi kebencian, berlebihan lah, menurut saya itu tidak baik. Oleh karena itu, supaya tidak diulangi lagilah yang seperti itu," kata Ma'ruf di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Ma'ruf menegaskan tak akan melaporkan Habib Jafar ke polisi. Dia berharap Habib Jafar bisa berubah ke arah yang lebih baik.

"Oh tidak, mudah-mudahan tentu dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi, jangan menyampaikan pesan-pesan... agar lebih baik," ujar dia.

"Kalau bagi saya itu memang harus memaafkan orang yang memang lagi, bagaimana yah, di-press. Ya kebablasan saya kira itu," sambung Ma'ruf.