Kamis, 05 Desember 2019

Siswi SMA yang Goyang di Warkop Dipastikan Mabuk Usai Tenggak Miras

Video seorang siswi SMAN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto, asyik bergoyang di warkop menjadi viral di media sosial. Rupanya siswi berinisial SI ini nekat berjoget di tempat umum lantaran dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras (miras).

Kepala SMAN 1 Mojosari Ibnu Mudzakir mengaku telah memanggil SI, yang kini duduk di bangku kelas XII IPS. Siswi berparas ayu itu mengaku nongkrong di Angkringan Paijo, Jalan Hasanudin, Kecamatan Mojosari, pada Rabu (4/12) sekitar pukul 11.00-12.00 WIB.

Dia masih memakai seragam SMAN 1 Mojosari karena saat itu baru selesai mengikuti penilaian akhir semester (PAS) di sekolahnya. Seakan tanpa rasa malu, SI bergoyang di dalam warkop karena di bawah pengaruh alkohol.

"Benar, memang pengakuan dia posisi mabuk minuman. Mirasnya katanya campuran yang warna merah itu," kata Ibnu kepada wartawan di SMAN 1 Mojosari, Jalan Pemuda, Kecamatan Mojosari, Kamis (5/12/2019).

Saat dimintai keterangan, lanjut Ibnu, SI mengaku menenggak miras tiga kali di Angkringan Paijo. Dia menenggak miras bersama anak-anak dari sekolah lain di warkop tersebut. Menurut Ibnu, warkop ini memang menjadi tempat nongkrong para pelajar SMA dan SMK di wilayah Mojosari.

"Minuman sudah ada di situ saat dia (SI) datang. Siapa yang menyediakan, dia belum mengakui," terangnya.

Kapolsek Mojosari Kompol Anwar Sudjito membenarkan SI dan kawan-kawannya menenggak miras di Angkringan Paijo. Pihaknya telah merazia warkop tersebut setelah video SI yang asyik bergoyang menjadi viral di media sosial.

"Menyusul video viral, kami razia warkop Paijo. Belum didapatkan bukti miras. Informasinya miras itu beli di luar," ungkapnya.

Untuk membuat terang persoalan ini, tambah Anwar, pihaknya akan memanggil pemilik warkop untuk dimintai keterangan. Sebab, meski belum terbukti menyediakan miras, warkop Paijo menyediakan tempat bagi kalangan pelajar untuk pesta miras.

"Akan kami tindak lanjuti dengan memanggil pemilik warkop. Akan kami mintai keterangan sudah berapa kali anak-anak minum sambil nongkrong di tempat tersebut," tandasnya.

Video viral berdurasi 29 detik itu pertama kali diunggah akun Tamz Rere di salah satu grup Facebook Mojokerto pada Rabu (4/12) sekitar pukul 21.54 WIB. Hingga siang ini, posting-an video tersebut telah disukai 216 kali dan mendapatkan 125 komentar warganet.

Diiringi musik disko, gadis yang memakai seragam sekolah warna biru ini asyik bergoyang di dalam warkop. Dia berjoget sambil memejamkan mata. Goyangannya tampak seirama dengan musik yang mengiringi.

Saat gadis ini asyik bergoyang, di belakangnya tampak seorang pria berkaus merah yang menertawainya. Seorang gadis yang duduk di belakangnya juga ikut tertawa. Gadis ini memakai seragam sekolah sama dengan gadis yang sedang berjoget. Keduanya ternyata siswi SMAN 1 Mojosari.

Gadis berwajah cantik ini tetap asyik bergoyang meski menjadi bahan tertawaan orang di sekitarnya. Diduga remaja putri ini sedang mabuk akibat menenggak minuman keras. Bagian atas kemejanya tampak basah, kedua matanya memerah, serta dia nyaris terjungkal saat berjoget di akhir video.

8 Poin Penjelasan Kuasa Hukum Terkait Perceraian UAS

Berikut ini 8 poin penjelasan Hasan mengenai perceraian UAS:

Bismillahirrohmanirrohim

Klarifikasi Ustaz Abdul Somad (UAS)

Saya H Hasan Basri S.Ag. SH. MH. Kuasa hukum Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan terkait berita perceraian antara UAS dengan Mellya Juniarti sebagai berikut:

1. Bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Bu Mellya Juniarti menikah pada tanggal 20 Oktober 2012 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

2. Bahwa permasalahan rumah tangga Ustaz Abdul Somad sudah lama terjadi, hampir 4 tahun yang lalu jauh sebelum UAS sebagai pendakwah yang populer dan viral di media sosial.
Berbagai usaha telah dilakukan oleh UAS untuk mempertahankan rumah tangganya terutama sebagai kepala rumah tangga dalam mendidik Mellya Juniarti namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah. UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam, nasihat pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan talak 2 yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016 sampai sekarang ini.

3. Bahwa oleh karena tidak ingin berlarut-larut yang tentunya akan menimbulkan fitnah mudarat yang lebih besar di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi darulmafasid aula min jalbi masalih. Mengantisipasi dampak negatif harus diprioritaskan daripada mengejar kemasalahatan yang belum jelas, apabila berlawanan antara satu mafsadat dengan maslahat maka yang didahulukan adalah mencegah mafasadatnya asyyuuti alasbah wannazhir.

4. Bahwa UAS walaupun sudah berpisah, lebih kurang sejak 4 tahun yang lalu namun tetap bertanggungjawab memberikan nafkah bulanan dan fasilitas untuk bu Mellya Juniarti terkhusus ananda yang tercinta. UAS selalu menyediakan waktu secara khusus dalam kesibukan dakwahnya untuk tahap tetap bersama menemani bermain, jalan-jalan dan lain, layaknya orang tua yang selalu menyayangi dan mendidik anaknya.

5. Bahwa UAS sebagai warga negara yang baik, maka pada 12 Juli 2019 mengajukan secara resmi permohonan cerai talak ke Pengadilan Agama Bangkinang dengan nomor perkara 604/PDTG/2019/PAPBKN dan telah diputus oleh majelis hakim pada tahap proses persidangan kesebelas pada hari Selasa tanggal 3 Desember 2019 dengan diktum putusan memberi izin kepada pemohon Abdul Somad Batubara bin Bahtiar untuk menjatuhkan talak raj'i satu terhadap termohon Mellya Juniarti di depan sidang Pengadilan Agama Bangkinang.

6. Bahwa di saat ketidakharmonisan rumah tangga terus terjadi dan tanpa solusi perceraian bukan langkah mudah mungkin bisa terjadi pada siapapun dan manusiawi. Ustaz Abul Somad sangat menyadari bahwa Allah SWT sangat berkuasa atas semua takdir manusia dan Allah SWT akan menguji hambanya sesuai kapasitasnya masing-masing.

7. Bahwa setiap orang akan membaca dan berpikir dengan cara berbeda, kebaikan tidak selalu dihargai, keburukan tidak selalu dinistai. Aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya dan sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu, ungkapan Sayyidina Ali Karomahulllohu Wajhah.

8. Bahwa hidup bukanlah siapa yang terbaik tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang menimpa harus kita hadapi dengan sikap positif. Semoga dapat dimaklumi.