Jumat, 10 Januari 2020

Turis Prancis Masuk Gua Londa Toraja: Man It's Amazing!

Sejumlah turis asing yang hadir dalam Toraja International Festival 2019, 19-21 Juli, mengaku terpukau dengan wisata dan budaya Toraja.

Wisatawan asal Toulouse, Prancis, Clement, mengaku tertarik datang ke Toraja sejak pertama mendengar tentang culture-nya yang unik.

"Tujuan saya datang ke Indonesia untuk mengunjungi Bunaken. Karena saya ingin snorkling dan diving di sana. Tapi saat mendengar mengenai budaya Toraja, saya sangat tertarik. Dan saya datang kesini," papar Clement yang seorang guru.

Clement juga mengaku sangat tertarik dengan budaya Toraja yang memakamkan jenazah ditebing. Menurutnya tradisi tersebut sangat luar biasa. Namun ada satu destinasi yang membuat Clement terkesan.

"Londa. Saya masuk ke dalam goa di sana. Man it's amazing! Mereka meletakkan jenazah di dalam sana luar biasa. Saat saya masuk, suasananya sangat gelap. Saya sempat takut. Tapi itu pengalaman yang luar biasa," paparnya.

Clement menilai Indonesia sangat beruntung memiliki banyak tradisi yang terjaga dengan baik. Meski belum banyak mengunjungi daerah di Indonesia, Clement menilai Indonesia sangat indah.

Salah seorang performer Kamau Abayomi asal Amerika Serikat, mengaku sangat senang bisa kembali ke Toraja. Buat Kamau, aksinya kali ini bukan yang pertama. 2019 adalah tahun ketiganya tampil di Toraja International Festival. Saat ditanya apa yang disuka dari Toraja, Kamau mengaku semuanya.

"Saya sudah tiga kali ke Toraja. Saya suka semuanya. Saya juga suka semua venue tempat saya tampil. Saya tidak compare, karena semua memiliki kelebihan," tutur Kamau yang juga seorang disc jockey.

Hanya saja, pria asal California, Amerika Serikat, mengaku sangat senang berada di Desa Ketekesu, Rantepao. Menurutnya, udara Desa Ketekesu sangat segar dan bersih.

"Saya suka sekali berada di sini. Udaranya bersih dan segar. Suasananya juga masih sangat tradisional. Indah sekali dan alamiah. Saya senang sekali disini," kata Kamau sambil menarik nafas panjang.

Di Toraja, Kamau mengaku sempat mengunjungi sejumlah destinasi. Dan ada yang membuatnya benar-benar tertarik. "Saya lupa nama destinasinya. Tapi itu tempat pemakaman di tebing. Itu benar-benar luar biasa. Saya juga melihat kerbau diadu dan dipotong," paparnya.

Hanya saja, Kamau berharap aksesibilitas menuju Toraja bisa dipersingkat. Karena jarak tempuh melalui darat cukup lama. Mencapai 8 jam. "Dengan perjalanan sejauh itu, tidur adalah pilihan terbaik," kata Kamau sembari tersenyum.

Sementara bagi Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, pujian dari wisatawan mancanegara itu menjadi bukti jika Toraja International Festival 2019 memiliki kelas.

"Pujian itu membuktikan Toraja sangat seksi di mata wisatawan mancanegara. Dan Toraja International Festival juga mampu menarik minat wisatawan. Jika dilakukan lebih baik lagi, mungkin jumlah wisatawan yang hadir bisa lebih meningkat lagi," paparnya.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, selama ini budaya memang menjadi ujung tombak Toraja untuk menarik wisatawan mancanegara.

"Sampai sejauh ini, budaya Toraja masih sangat mampu membuat wisatawan mancanegara. Tapi apa itu saja cukup? Tentu tidak. Harus ada sesuatu yang baru. Ada inovasi yang ditawarkan ke wisatawan. Tapi saya yakin pariwisata Toraja akan bisa berkembang," katanya.

Sedangkan Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan keseruan di Toraja International Festival masih akan berlangsung hingga Minggu (21/7).

"Masih ada sejumlah performer mancanegara yang akan tampil. Ada juga penampilan dari berbagai daerah. Belum telat untuk melihat keseruan di Toraja International," tutur Esthy mengajak wisatawan untuk hadir di Toraja.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan pentingnya 3A untuk destinasi.

"Kunci dari destinasi adalah 3A. Atau amenitas, atraksi, dan aksesibilitas. Toraja punya atraksi budaya kelas dunia. Amenitasnya juga banyak. Berupa hotel dan homestay. Dan semua itu harus ditunjang dengan akses yang baik. Agar wisatawan dipermudah untuk hadir. Akses sangat penting untuk destinasi," paparnya.

Ada Penerbangan Jakarta-Pulau Jemaja, Wisata Anambas Akan Berkembang (2)

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar menjelaskan, pertumbuhan aksesibilitas udara di Bandara Letung cepat.

"Kami apresiasi atas akselerasi yang dilakukan stakeholder di sana. Poros baru Letung-Halim Perdana Kusuma ini akan cepat tumbuh. Pasar pasti akan cepat meresponnya. Mereka kini memiliki banyak opsi untuk ke Anambas. Sebab, hub Batam juga tumbuh bagus. Batam tetap menjadi hub bagi Anambas," jelas Buralimar.

Batam, Kepulauan Riau, memang jadi hub bagi Anambas. Destinasi ini sebelumnya sudah terhubung ke Pulau Bawah, Anambas. Poros Batam-Pulau Bawah dilayani dengan menggunakan Seaplane. Pada 2018, Batam pun terhubung dengan Bandara Letung. Konektornya maskapai Wings Air dengan durasi 3 kali sepekan pada Senin, Rabu, dan Jumat. Mulai 12 Februari 2019, durasinya naik jadi 4 kali di hari Minggu.

"Perkembangan akses udara menuju Anambas sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kami tentu gembira karena potensi pariwisatanya bisa dieksplorasi optimal. Artinya pula, ada keuntungan ekonomi bagi masyarakat di sana. Sebab, respon publik terhadap jalur udara juga sangat bagus," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur.

Seiring waktu, kini poros Letung-Batam sudah dilayani secara reguler oleh Wings Air. Kebijakan positif ini mulai digulirkan sejak Minggu (9/6) kemarin. Harga tiket yang ditawarkan berada dikisaran Rp700 Ribu hingga Rp900 Ribu. Selain itu, Wings Air juga melayani rute baru Letung-Tanjungpinang. Untuk poros tersebut sementara dilayani sekali dalam sepekan, yaitu di hari Minggu.

"Profil penerbangan dengan poros Letung memang kompetitif. Selalu ada upgrade baru positif dalam tahun ini. Kondisi tersebut menjadi sinyal kalau destinasi Letung dengan Pulau Jemaja itu sangat seksi. Minat wisatawan terhadap destinasi tersebut tinggi. Selain event, alam dan budaya di sana eksotis," ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Mengacu pergerakan wisatawan melalui poros Batam-Letung, rata-rata keterisian penumpang lebih dari 60%. Namun, pergerakan naik hingga 100% sejak sepekan jelang Festival Padang Melang 2019. Poros ini bahkan kekurangan tiket pesawat, apalagi anemo publik terhadap event tersebut sangat tinggi. Dengan dukungan potensinya, Bandara Letung akan didorong memiliki flight internasional pada 2020. Saat ini, kelengkapan infrastrukturnya sedang dikejar termasuk fasilitas refill untuk avtur pesawat.

"Festival Padang Melang dan pariwisata Anambas secara umum memiliki prospek bagus. Dukungan aksesibilitas di sana sangat besar. Jalur masuk dari udara terus dikembangkan. Lebih menarik lagi, area ini sudah dilengkapi akses internet yang memadai. Selain transportasi, akses internet sangat penting," tegas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Merespon tingginya minat terhadap Festival Padang Melang 2019, Telkomsel telah menaikan kualitas jaringannya menjadi 4G. Wisatawan bisa menikmati akses tersebut untuk mendukung mobilitasnya.

Laju pergerakan infrastruktur tersebut membuat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sumringah.

"Kami sangat gembira karena destinasi ini sudah didukung aksesibilitas bagus. Transportasi udara dan akses internet yang memadai. Kami tentu gembira dengan mulai dirintisnya direct flight Letung-Halim Perdana Kusuma. Sebab, destinasi di sana akan semakin optimal dimanfaatkan. Kalau wisatawannya bagus, masyarakat dan maskapai sama-sama diuntungkan," tutup Menpar yang juga Menpar Terbaik ASEAN.