Senin, 13 Januari 2020

Belanja di Madinah Lebih Murah, Mitos atau Fakta?

Belanja oleh-oleh lazim dilakukan jamaah haji dan umrah. Ribuan kios oleh-oleh menawarkan item khas Arab Saudi seperti kurma, sajadah, tasbih, dan lainnya.

Di kalangan jamaah haji dan umrah ada anggapan bahwa lebih baik belanja oleh-oleh di Madinah saja karena harganya lebih murah. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa item yang lebih murah jika dibeli di Makkah, seperti baju, pashmina, maupun sajadah. Tetapi untuk produk makanan seperti kurma, dan coklat umumnya lebih murah di Madinah.

Lalu, dimana saja tempat belanja oleh-oleh yang haji dan umrah murah? Ini ada beberapa pilihannya:

1. Pasar Kurma Madinah

Pasar kurma Madinah terletak di dekat pintu 6 Masjid Nabawi. Tak jauh dari terminal bus. Di sini, banyak kios yang menawarkan kurma dan coklat dengan harga sangat miring. Kurma mentah yang berwarna kuning dijual seharga 10 Riyal per kilo. Coklat kerikil dijual seharga 10 Riyal per pack, atau 15 Riyal per 2 pack. Kurma Nabi atau kurma Ajwa kemasan kecil pun ada, harganya 10 Riyal.

2. Gerai Madina Made

Gerai Madina Made Terletak di dekat pintu 5 Masjid Nabawi, tak jauh dari Museum Quran. Tokonya terbilang kecil, namun lengkap dengan oleh-oleh unik yang jarang dijumpai di tempat lain, misalnya kurma Ajwa premium, dan kopi. Di Gerai Madina Made ini, kopi dijual dengan harga 15 Riyal. Di sini juga menjual sajadah dengan motif karpet hijau Raudah.

3. Siafa Dates

Siafa dates ini termasuk gerai oleh-oleh yang ramai dikunjungi jamaah haji dan umrah. Mayoritas produk yang dijual di gerai Siafa Dates adalah makanan. Di Makkah, lokasinya di Al Safwa Tower. Adapun di Madinah, gerai Siafa dates bisa dijumpai di kompleks Anwar Al Madinah Mall, dekat pintu 15. Di sini tersedia kurma Ajwa, kurma khalas, biskuit Mamool dan lain-lain . Ada pula kurma coklat rasa kelapa, dan rasa mawar. Produk Siafa dates dikemas dengan kemasan premium namun tetap dengan harga terjangkau.

4.Mall Corniche Jeddah

Berbelanja di Mall Corniche Jeddah menjadi salah satu pilihan bagi jamaah haji dan umrah. Selain souvenir khas Arab Saudi, adapula item fashion seperti sepatu dan jam tangan. Selain Mall Corniche, adapula kios-kios oleh-oleh seperti Ali Murah, Gani Murah, dan Sultan Murah. Nama nama tokonya 'Indonesia banget'. Selain itu, pedagangnya fasih berbahasa Indonesia. Di Jeddah ada beberapa item yang unik dan sulit ditemukan di Makkah atau Madinah, misalnya kurma kecil-kecil yang berwarna hijau maupun mug dengan motif khas Arab Saudi.

5. Kios Oleh-oleh di Misfalah

Misfalah adalah salah satu distrik di Makkah yang menjadi maktab atau pemondokan jamaah haji. Area ini terletak sekitar 2km dari Masjidil Haram. Di Misfalah, terdapat ratusan kios-kios yang menjual souvenir cantik yang memanjakan mata pengunjung. Mulai dari gerai kurma, pakaian, kain hingga emas. Souvenir khas Arab seperti gantungan kunci, tasbih, dompet dijual dengan harga sangat miring, mulai 2 Riyal.

Jika 5 lima tempat di atas adalah tempat belanja di Arab Saudi, bagaimana dengan Dubai ya? Kalau berkesempatan mengunjungi Dubai bersama Dream Destination saya akan mengunjungi tempat-tempat belanja di Dubai, baik di mal maupun di kios souvenir.

Minggu, 12 Januari 2020

Turis Tak Takut Gempa, Asyik Surfing di Pantai Canggu

Usai gempa magnitudo 6 yang mengguncang Bali pagi tadi tak membuat turis panik. Mereka tetap asyik berselancar dan menikmati liburannya di Bali.

Salah satunya di Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019). Di pantai ini sejak siang pukul 11.00 Wita sudah dipadati turis mancanegara yang asyik berjemur.

Hampir semua kursi di tepi pantai dipenuhi turis mancanegara. Ada pula yang memilih menggelar kain pantainya dan tak menyewa kursi.

Sebagian di antaranya juga terlihat asyik bermain air maupun selancar. Ada pula yang fokus latihan bermain papan selancarnya dengan instruktur di tepi pantai.

Salah satu turis, Kiki mengaku gempa pagi tadi merupakan gempa pertamanya. Dia juga mengaku tak takut meski merasa banyak benda di sekitarnya bergoyang.

"Saya masih tidur ketika terbangun terasa semua bergetar, saya mikir apa ini, karena ini pengalaman gempa pertamaku. Tapi saya nggak takut, oke gempa," cerita wanita asal Paris itu.

Kiki mengaku sudah empat bulan datang ke Indonesia. Dia juga sempat ke Filipina tapi balik lagi karena betah dengan keramahan warga setempat.

"Bali sangat turistik, Indonesia aku bingung mendeskripsikannya, aku suka vibes-nya, rileks, dan orang-orangnya ramah, soalnya di Paris orang-orangnya grumpy, di sini semua orang banyak senyum dan cuacanya bagus. Dan di sini aku belajar selancar," kisah wanita asal paris tersebut.

Dia mengaku selama tinggal di Canggu hampir setiap hari berjemur di Pantai Batu Bolong. Tak hanya berjemur, dia juga senang berselancar.

"Pertama saya belajar pakai softboard tapi saya masih pemula sekarang sudah seminggu pakai hardboard. Hahaha, jadi oke saya sekarang sudah bisa berdiri di papan," candanya.

Langkah Gunung Tambora Tingkatkan Pamor Pariwisata

Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam nanti akan segera digelar. Gunung Tambora akan menunjukan kekayaan alamnya untuk pariwisata.

Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam akan digelar, pada 19-21 Juli 2019 di Nusa Dua, Bali. Semua Taman Nasional di Indonesia akan hadir dan mempromosikan potensi kekayaannya dalam acara ini, termasuk Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT).

Kepala Balai TNGT, Murlan Dameria Pane, mengatakan di acara tersebut pihaknya akan mempromosikan potensi TN Gunung Tambora. Caranya dengan menampilkan beberapa dokumentasi mengenai TN Tambora dan produk dari masyarakat sekitar TN Tambora berupa madu dan kopi.

"Acara ini akan diikuti oleh seluruh Taman Nasional di Indonesia termasuk TN Tambora. Event ini penting diikuti. Karena merupakan ajang promosi yang salah satu targetnya akan mempertemukan pengelola Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dengan travel agent atau calon pengunjung atau mitra lain (buyer meet seller)," ungkapnya pada detikcom, Selasa (16/7/2019).

Di event tahunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mempromosikan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Indonesia ini, Murlan berharap akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi di Indonesia dan potensi di tiap kawasan termasuk di Taman Nasional Gunung Tambora. Terlebih kata dia, Gunung Tambora menjadi salah satu cagar biosfer dunia yang ada di Indonesia.

"Untuk event kali ini, kita bawa contoh produknya dulu madu dan kopi. Tapi kita juga sudah merencanakan pengenalan dan membantu pemasaran produk yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar TN secara langsung maupun online," ujarnya.