Senin, 13 Januari 2020

Cukup Sudah, 9 Rusa Mati di Jepang Karena Sampah Plastik

Selama 4 bulan terakhir, Taman Nasional Nara di Jepang telah kehilangan 9 rusa yang mati karena memakan sampah plastik. Jangan lagi buang sampah sembarangan!

Dilansir detikcom dari beragam sumber, Jumat (12/7/2019) Yayasan Pelestarian Rusa Nara mengaku menemukan sekumpulan kantong plastik dan bungkus makanan di dalam perut rusa yang mati. Dari 14 rusa yang mati selama Maret-Juni, 9 rusa menyimpan sampah plastik di perut mereka.

Menurut para penggiat lingkungan di sana, sampah plastik ini berasal dari turis yang datang berkunjung ke Taman Nasional Nara. Diperkirakan sebagian turis yang datang membuang sampah makanan mereka sembarangan, hingga dikosumsi oleh rusa yang bertebaran dan bergerak bebas di sana.

Nara merupakan taman nasional yang juga menjadi atraksi wisata yang populer bagi turis. Tak hanya domestik, namun turis mancanegara juga datang ke destinasi ini.

Di taman nasional ini kamu bisa berjumpa dengan 1.200 rusa jenis Sika yang dilindungi secara hukum oleh Jepang. Di taman ini ratusan rusa dilepasliarkan hingga bisa berinteraksi dengan para turis.

Para pengunjung taman diizinkan memberi makan rusa-rusa tersebut dengan biskuit yang dibuat secara khusus tanpa mengandung gula dan tanpa kemasan plastik. Namun tak semua wisatawan yang patuh para peraturan, hingga membuang sampah makanan mereka sembarangan.

Akibatnya, rusa yang mengira itu makanan menelannya hingga menyebabkan gangguan pada pencernaannya. Mereka juga kekurangan gizi karena perut mereka sudah penuh karena sampah plastik.

Dalam Twitternya, pihak yayasan memperlihatkan gumpalan sampah plastik seberat hampir 4 kg yang ditemukan di dalam perut rusa yang mati. Juga mereka membagikan para aktivis yang mengumpulkan sampah plastik hingga 31 kg.

Menyikap kejadian ini, Pemernitah Prefektur Nara akan menyelidiki kematian rusa-rusa ini. Mereka juga akan mendirikan rambu-rambu di taman nasional guna memperingatkan turis mengenai bahaya memberi makan hewan berupa penganan yang tidak disetujui.

Pecinta Anggrek Wajib Datang ke Sini: Orchid Forest Lembang

Berwisata ke Lembang, jangan lupa ke taman anggrek yang satu ini. Dijamin, tersihir dengan keindahannya!
Tidak hanya memiliki berbagai spot foto yang instagramable, Orchid forest Cikole merupakan salah satu pusat konservasi tanaman langka di Indonesia.dam memiliki berbagai macam koleksi anggrek dari dalam dan luar negeri.

Koleksi anggrek langka di Orchid forest bisa ditemukan di dalam semacam green house bernama Orchid House. Untuk memasuki tempat ini, tidak dikenakan tambahan biaya lagi. Selain anggrek yang cantik dan langka, terdapat spot foto menarik yang tidak boleh dilewatkan di dalam orchid house ini.Di dalam Orchid house, kita bisa menemukan berbagai macam jenis anggrek, mulai dari anggrek yang biasa kita temui, sampai anggrek-anggrek langka dari Indonesia maupun negara lain.

Untuk anggrek langka ditempatkan dalam sebuah kotak pelindung khusus yang transparan, sehingga kita masih bisa mengagumi keindahan anggrek yang tersimpan di dalamnya.Saya cukup terkesima saat mengagumi anggrek di tempat ini, sebab banyak anggrek yang baru kali ini saya temui dan memiliki berbagai bentuk yang unik, seperti anggrek selop yang menyerupai sebuah selop atau sepatu yang merupakan tanaman endemic Jawa Timur, dan Jade Slipper Orchid yang biasa ditemukan di Vietnam Utara dan China, yang bunganya memiliki wangi raspberry.

Tidak hanya orchid forest yang memiliki koleksi bunga yang cantik dan indah, impian saya, suatu hari nanti ingin rasanya bisa berkunjung ke Dubai, karena sebagaimana Orchid forest yang memiliki berbagai koleksi anggrek, di Dubai terdapat Miracle Garden, yang dulunya merupakan hamparan padang pasir, namun disulap menjadi taman dengan berbagai jenis bunga yang sangat indah dan mempesona.Dubai Miracle Garden merupakan taman bunga seluas 72.000 meter persegi dan memiliki 50 juta bunga yang tersebar di seluruh kawasannya. Terdapat berbagai instalasi taman yang cantik dan menarik, dan tidak hanya bunga, ada juga butterfly garden yang menampung lebih dari 35.000 spesies kupu-kupu.

Pertunjukan Rusia yang Mesti Kamu Tonton di Trans Studio Cibubur

 Trans Studio Jakarta di Cibubur, bukan cuma punya wahana keren. Ada pertunjukan para penari Rusia dengan teknologi multimedia yang tiada dua. Wajib nonton!

Berlokasi di zona Lagoon yang tak jauh dari pintu masuk, traveler bisa melihat panggung besar di sisi kanan. Ya, itu adalah panggung untuk pertunjukan spectacular multimedia show yang menjadi andalan di Trans Studio Cibubur.

Dalam acara opening Trans Studio Jakarta di Cibubur hari Jumat ini (12/7/2019), detikcom pun berkesempatan melihat salah satu atraksi unggulan dari taman rekreasi terbaru Indonesia ini. Dijelaskan langsung oleh Marketing Communication Manager Trans Studio Cibubur, Ferry Arta Kusuma, kalau atraksi ini sangat wajib ditonton.

"Spectacular Multimedia Show berisi paduan hologram visual sama atraksi dan akrobatik. Diperankan langsung oleh orang Rusia," pungkas Ferry.

Pada momen ini, panggung spectacular multimedia show menampilkan pertunjukan spesial bertajuk Alvia & The Dark Evil. Ceritanya adalah tentang upaya perjuangan cinta Max dan Alvia dalam melawan Dark Evil yang sakti mandraguna.

Di awal, traveler akan disuguhkan oleh pertunjukan visual full LED akan kisah perjumpaan Max sang pemilik elemen air dengan Alvia sang pemilik elemen air. Kedua karakter utama pun saling beradu akting dan aksi, didukung oleh visual dan sound yang mumpuni.

Hanya saja kedamaian harus berakhir, ketika Max dirasuki oleh Dark Evil yang membuatnya membuka segel sang iblis. Alhasil, dunia pun kacau akibat kebangkitan sang Dark Evil. Merasa bertanggung jawab, Max pun kembali melawan sang Dark Evil bersama dengan sang pemilik elemen tanah dan udara.

Melihat bumi yang kian hancur, Alvia bersama rekan-rekannya sang pemilik elemen air akhirnya ikut membantu Max di Bumi. Aksi kejar-kejaran hingga pertarungan dengan Dark Evil pun tak terhindarkan, walau harus membuat Alvia hampir tewas akibat merelakan kekuatannya.

Cerita yang menarik serta didukung oleh visual dan sound dan bombastis, membuat pertunjukan dengan durasi hampir 30 menit itu terasa singkat. Secara pengalaman, tak kalah seperti melihat film animasi box office Avatar di layar lebar. Hanya lebih keren dengan visual interaktif serta aksi karakternya yang sangat menyatu.

Apabila ingin melihat aksi Alvia & The Dark Evil di panggung spectacular multimedia show, acaranya digelar setiap pukul 11.00 dan 16.00 WIB setiap hari. Jangan dilewatkan kalau mampir ke Trans Studio Cibubur!

Tiket Trans Studio Cibubur sudah bisa dibeli secara online di aplikasi detikcom. Caranya, masuk ke aplikasi detikcom, klik 'Kategori', lalu pilih 'Trans Studio Cibubur'.

Tiket Trans Studio Cibubur juga bisa dibeli secara online di transstudiocibubur.com. Untuk harga tiket Trans Studio Cibubur adalah Rp 400.000 saat weekend, hari libur atau libur sekolah. Sedangkan untuk hari biasa harga tiketnya Rp 300 ribu.

Cukup Sudah, 9 Rusa Mati di Jepang Karena Sampah Plastik

Selama 4 bulan terakhir, Taman Nasional Nara di Jepang telah kehilangan 9 rusa yang mati karena memakan sampah plastik. Jangan lagi buang sampah sembarangan!

Dilansir detikcom dari beragam sumber, Jumat (12/7/2019) Yayasan Pelestarian Rusa Nara mengaku menemukan sekumpulan kantong plastik dan bungkus makanan di dalam perut rusa yang mati. Dari 14 rusa yang mati selama Maret-Juni, 9 rusa menyimpan sampah plastik di perut mereka.

Menurut para penggiat lingkungan di sana, sampah plastik ini berasal dari turis yang datang berkunjung ke Taman Nasional Nara. Diperkirakan sebagian turis yang datang membuang sampah makanan mereka sembarangan, hingga dikosumsi oleh rusa yang bertebaran dan bergerak bebas di sana.

Nara merupakan taman nasional yang juga menjadi atraksi wisata yang populer bagi turis. Tak hanya domestik, namun turis mancanegara juga datang ke destinasi ini.

Di taman nasional ini kamu bisa berjumpa dengan 1.200 rusa jenis Sika yang dilindungi secara hukum oleh Jepang. Di taman ini ratusan rusa dilepasliarkan hingga bisa berinteraksi dengan para turis.

Para pengunjung taman diizinkan memberi makan rusa-rusa tersebut dengan biskuit yang dibuat secara khusus tanpa mengandung gula dan tanpa kemasan plastik. Namun tak semua wisatawan yang patuh para peraturan, hingga membuang sampah makanan mereka sembarangan.