Di Museum Nasional, ada Taman Arca yang berisi peninggalan bersejarah dengan usia lebih dari 1 Abad. Sudah pernah ke sini belum, traveler?
Jika tiba saatnya liburan dan memiliki budget terbatas, tidak perlu galau jika tidak bisa jalan-jalan sampai keluar kota. Sebab di sekitar Jakarta terdapat objek menarik dengan tiket yang murah.
Salah satunya adalah Museum Nasional. Cukup membayar Rp 5.000 untuk dewasa, maka kita sudah bisa menjelajahi seluruh bagian Museum Nasional sampai puas.
Museum ini terdiri dari beberapa bagian, sesuai kategori koleksinya. Di antara seluruh bagian museum, bagian yang paling menarik bagi saya adalah Taman Arca, tempat disimpannya berbagai arca peninggalan kerajaan-kerajaan di Indonesia pada jaman dahulu.
Beberapa waktu lalu, selasar galeri arca dan sekitarnya sempat ditutup untuk dilakukan renovasi, namun saat ini, traveler sudah bisa mengeksplore kembali area Taman Arca dan sekitarnya.
Taman Arca sendiri terbagi menjadi galeri selasar utara dan selasar selatan. Galeri selasar Utara menampilkan koleksi arca dan bagian bangunan yang masih dipengaruhi ornamen Hindu - Buddha pada abad ke 13-15 Masehi yang berasal dari peninggalan kerajaan Singhasari dan Majapahit.
Sementara galeri selasar Selatan menampilkan koleksi arca dan bagian bangunan dari abad ke 8-10 Masehi yang berasal dari kerajaan Mataram kuno. Arca dari periode ini terbagi menjadi seni arca abad 8 yang disebut seni Dieng dan seni arca abad 9-10 Masehi yang disebut sebagai seni Sailendra.
Jika traveler penasaran, datang saja langsung ke Museum Nasional yang beralamat di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta. Museum buka dari hari Selasa-Minggu jam 08.00-17.00. Jangan lupa traveler setiap hari Senin museum libur.
Hutan Bambu yang Instagramable di Kyoto
Liburan ke Jepang, jangan lupa mampir ke Kyoto. Berfotolah di hutan bambu yang Instagramable ini. Apalagi kalau bukan Arashiyama Bamboo Grove.
Kyoto terkenal dengan hutan bambunya yang dikenal dengan nama Arashiyama Bamboo Grove. Lokasinya terletak tidak jauh dari pintu keluar gerbang utara Tenryu-ji Temple.
Di sana, kita akan langsung menemukan deretan bambu di kanan kiri jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang tidak terlalu lebar. Jalanannya menanjak hingga mencapai bukit. Jadi tak heran jika kita perlu beristirahat di saat-saat tertentu karena lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebagai salah satu tujuan utama wisatawan, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Untuk berfoto pun kita harus pintar mencari spot yang lebih leluasa. Apalagi melewati jalan yang tidak terlalu lebar ini tidak terasa panas dengan adanya hamparan pepohonan bambu.
Bambu dari sini ternyata digunakan untuk membuat berbagai produk diantaranya keranjang, tikar dan produk lainnya.
Selain menikmatinya dengan berjalan kaki, disini wisatawan bisa mencoba naik rickshaw. Rickshaw berasal dari bahasa Jepang "jinrikisha" yang artinya kendaraan dengan tenaga manusia.
Konon rickshaw sudah ada sejak akhir abad 19. Sesuai dengan artinya penumpang rickshaw ini memang diangkut dan ditarik oleh manusia. Kuat sekali ya abang yang menariknya. Untuk rickshaw ini memiliki jalurnya sendiri, tidak sama dengan pejalan kaki.
Untuk menuju ke sini dari pusat kota menuju Arashiyama, bisa menggunakan kereta dari Kyoto Station (JR Sagano atau San-in Line) dan turun di Saga-Arashiyama.