Senin, 10 Februari 2020

Usai Nonton Festival Crossborder Aruk, Jangan Lewatkan 10 Destinasi Ini

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Festival Crossborder Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Minggu (31/3/2019) penyanyi dangdut Juwita Bahar menggoyang PLBN Aruk.

Festival Crossborder menghadirkan beragam hiburan. Seperti tarian khas daerah, penampilan penyanyi lokal, dan aneka kuliner akan dijajahkan. Namun, jangan lupa mengunjungi beberapa tempat wisata di sini. Dijamin indah-indah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sambas memang punya potensi wisata yang luar biasa. Bisa dibilang, inilah permata di beranda depannya Indonesia. Bagi yang suka pantai, cobalah datang ke Temajuk. Jaraknya hanya 4 kilometer dari Telok Melano, Malaysia. Sekitar 3 jam perjalan dari Kabupaten Sambas.

"Perbatasan Indonesia Malaysia di Kalbar jika di eksplorasi, juga banyak objek wisata yang keren-keren," kata Arief dalam keterangannya, Minggu (31/3/2019).

Arief mencontohkan, Temajuk, yang memiliki garis pantai yang sangat panjang. Sekitar sekitar 60 kilometer. Saking panjangnya, tempat ini pun menjadi kawasan favorit penyu untuk bertelur. Soal penginapan? Tak perlu khawatir. Di Temajuk sudah tersedia penginapan yang memadai. Dan jika penginapan penuh, pengunjung bisa menginap di rumah warga.

"Panoramanya? Jangan ditanya lagi. Pantainya masih alami. Langit biru, pasir putihnya terhampar luas, gugusan bebatuan granit, karang yang eksotis, semua bisa dinikmati. Penggila snorkeling juga bisa ikut happy di Temajuk. Teluk Atong adalah surganya snorkeling," kata Arief.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung menambahkan, tujuan digelarnya festival di perbatasan Aruk ini ada dua. Pertama, menarik wisatawan asal Serawak dengan atraksi. Kedua, mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sambas kepada wisatawan cross border.

"Atraksi pertunjukan musik untuk menarik langsung wisatawan dari perbatasan masuk ke Indonesia. Setelah mereka masuk, ini menjadi kesempatan kami bersama daerah mempromosikan destinasi yang Ada," ujar Adella.

Selain Pantai Temajuk, masih banyak destinasi lainnya di Sambas yang jadi pilihan. Sebut saja Pantai Tanjung Kemuning, Pantai Tanjung Batu atau mengunjungi Air Terjun Riam Caggat di Desa Batang Air dan banyak lainnya.

Berikut 10 tempat wisata andalan Sambas, Kalimantan Barat selain Pantai Temajuk. Destinasi ini cocok Anda kunjungi bersama teman atau keluarga.

Pantai Tanjung Kemuning

Pantai Tanjung Kemuning adalah salah satu Tempat Wisata Andalan Sambas. Letaknya di Desa Kecamatan Paloh. Pantai nan indah dengan air lautnya yang jernih ini berhadapan langsung dengan Laut Natuna.

Banyak pemandangan indah yang bisa Anda temukan di pantai ini. Dijamin akan membuat Anda merasa tenang dan nyaman berlama-lama berada di pantai yang eksotis ini.

Air Terjun Riam Caggat

Air Terjun Riam Cagat adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di Desa Batang Air, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Air terjun setinggi 67 meter ini memiliki pemandangan yang indah dan menarik dengan batu-batuan besar di dasarnya.

Bila datang ke sini, pastikan memori kamera kosong dan batre kamera atau HP penuh. Sebab kalian akan keranjingan foto-foto. Karena pemandangannya memang sungguh luar biasa.

Earth Hour, 13 Bandara Ikut Padamkan Lampu Selama 1 Jam

Tiga belas bandara AP I turut serta dalam kampanye global Earth Hour 2019. Lampu bandara dipadamkan selama satu jam.

Earth Hour 2019 kembali digelar di seluruh dunia pada Sabtu (30/3) malam. Dalam rilis PT Angkasa Pura I kepada detikcom, Minggu (31/3/2019), AP I pun turut mendukung kegiatan Earth Hour.

Aksi ini dilakukan 13 bandara Angkasa Pura I dengan memadamkan lampu selama 60 menit mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. Aksi kampanye global bertajuk 'Switch Off Earth Hour 2019' yang dilakukan AP I ini dipusatkan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dengan menggandeng Komunitas Earth Hour dan WWF-Indonesia.

Ketiga belas bandara tersebut adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Juanda Surabaya. Juga di Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Internasional Lombok, Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

"Aksi ini merupakan salah satu komitmen kami untuk ikut serta mengurangi pemanasan global dan dampak perubahan iklim, serta mengajak komunitas dan masyarakat luas bersama-sama mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Meskipun lampu dipadamkan selama 1 jam, tapi tidak mengganggu kegiatan operasional di ketiga belas bandara tersebut. Pelayanan di bandara pun tetap berlangsung normal.

"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pengguna jasa bandara, komunitas bandara, stakeholders terkait, serta masyarakat yang telah ikut ambil bagian mendukung kegiatan ini. Secara keseluruhan, aksi ini tidak mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara-bandara tersebut," tambah Faik Fahmi.

Dalam rangkaian Earth Hour 2019 ini, sejak 18 Maret 2019 lalu bandara-bandara AP I telah mengadakan berbagai kegiatan terkait aksi kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini melibatkan karyawan, komunitas bandara, serta masyarakat sekitar.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Juanda Surabaya misalnya, diadakan aksi rampok plastik, yaitu gerakan menukarkan kantong plastik yang dibawa pengguna jasa bandara dengan kantong kain yang lebih ramah lingkungan.

Plastik yang terkumpul nantinya akan dijadikan bahan pembuatan ecobrick alias bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik. Kegiatan membersihkan sampah di area objek wisata juga dilakukan, seperti Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang melakukannya di Pantai Cangkring, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali di Pantai Kuta, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Pantai Samalona, dan Bandara Sam Ratulangi Manado di objek wisata Gunung Tumpa.

Selain itu, beberapa bandara melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan bandara, pembuatan biopori, dan penanaman pohon, termasuk penanaman 24 ribu bibit bakau di kawasan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang. Diadakan pula penanaman terumbu karang di kawasan Pulau Gili Nanggu di Lombok.