Senin, 09 Maret 2020

Jalan-jalan ke Palembang, Jangan Lupa Beli Pempek

Ke Palembang tidak lengkap rasanya kalau tanpa oleh-oleh yang satu ini. Betul, Pempek lezat dengan aneka macamnya.
Belum lengkap rasanya bila ke Palembang, tetapi belum mencicipi aneka kuliner lezat dari kota berjuluk Bumi Sriwijaya ini, salah satunya adalah pempek. Pempek Palembang merupakan makanan yang digemari setiap orang tidak hanya orang Palembang. Perpaduan gurihnya pempek yang terbuat dari bahan baku ikan dan tepung sagu dan saus cuko yang berasa pedas, asam menjadi daya tarik tersendiri bagi kuliner ini.

Pempek menempati daftar teratas dari daftar kuliner wajib di Palembang karena merupakan makanan khas. Menurut cerita rakyat, Pempek sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang dimulai dari abad ke 16 ketika para perantau asal Tionghoa masuk ke Palembang. Nama Pempek sendiri berasal dari kata apek yang berarti paman atau lelaki tua. Dahulu kala seorang apek yang tinggal di tepi sungai Musi merasa prihatin dengan melimpahnya hasil ikan dari para nelayan tetapi belum diolah secara maksimal. Sehingga beliau mencari akal dengan mencari alternative pengolahan lain, dengan cara mencampurkan daging ikan dengan tepung tapioka sehingga menghasilkan makanan baru yang kini dikenal dengan nama Pempek.

Jika kita hanya mengenal beberapa jenis Pempek saja, ternyata di Palembang sendiri ada berbagai macam jenis Pempek, lho. Seperti pempek kapal selam, pempek bulat atau lebih dikenal dengan namanya pempek adaan, pempek keriting, pempek lenjer, pempek kulit, pempek telur dan pempek pistel. Dari berbagai jenis pempek diatas mungkin yang jarang kita dengar adalah pempek pistel. Pempek pistel sendiri merupakan pempek yang berisikan irisan papaya muda rebus yang dudah dibumbui sedemikian rupa. Pempek pistel ini berbentuk seperti kue pastel dan rasanya manis sehingga banyak digemari oleh anak anak. Tak banyak tempat yang menjual pempek pistel ini diluar Palembang karena tekturnya yang mudah rusak atau basi sehingga kurang diminati oleh para penjual. Tak semua jenis Pempek di goreng, kuliner khas Palembang ini juga ada yang dipanggang namanya Pempek Lenggang.

Pempek Lenggang ini merupakan salah satu varian inovasi dari Pempek yang sudah ada. Pembuatan Lenggang ini tidaklah rumit, hanya dengan adonan ikan dan tepung sagu yang dicampurkan bersamaan dengan telur ayam atau telur bebek didalam wadah daun pisang bebentuk mangkuk, kemudian dipanggang diatas bara api. Cara makannya sama dengan pempek pada umumnya yang menggunakan cuko.

Jadi, jangan khawatir tak sempat menikmati kuliner khas Palembang yang satu ini karena bila berkunjung ke Palembang mulai dari kaki lima hingga restoran tersohor banyak menjajakan pempek. Mereka hanya berbeda cara pengolahan, jenis pempek yang tersedia, bahan baku dan juga harga. Pempek juga cocok dijadikan buah tangan untuk sanak keluarga atau teman teman, biasanya toko toko menyediakan dalam bentuk kemasan kedap udara hingga dapat bertahan lama.

Hotel di Bandung yang Punya Museum, Sudah Tahu?

 Bandung punya banyak sudut cantik yang tidak ada habisnya. Salah satu destinasi seru adalah berwisata sejarah di Hotel ini.
Sebagai hotel tertua di kota Bandung, Hotel Prama Grand Preanger merupakan saksi bisu perjalanan peristiwa sejarah di kota Bandung. Kisah sejarah itu masih dapat dinikmati hingga kini, di Museum Preanger yang terletak di lantai dasar hotel.

Kisah sejarah hotel ini cukup panjang. Hotel ini mulai dibangun pada tahun 1897 oleh seorang belanda bernama W.H.C Van Deeterkom di atas tanah bekas toko yang menyediakan kebutuhan para pemilik perkebunan.

Hotel ini kemudian direnovasi dan didesain ulang pada tahun 1929 oleh Prof, Charles Prosper Wolf Schoemaker dibantu oleh Ir. Soekarno yang kelak akan menjadi Presiden RI yang pertama.

Ketika diadakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di kota Bandung, hotel ini dipercaya sebagai tempat menginap tamu VIP dan kepala negara.

Selain tamu-tamu negara, ternyata tokoh-tokoh terkenal dunia pun sempat menginap di hotel ini ketika singgah di kota Bandung. Charlie Chaplin dan Amelia Earhart tercatat pernah menginap di hotel ini.

Untuk berkunjung ke museum Preanger, traveler tidak perlu harus menginap di hotel ini. Cukup lapor saja ke receptionist, dan menunggu sebentar, akan ada petugas yang menemani menuju ke museum.

Gubernur NTT Mau Tutup Komodo 1 Tahun, Ini Kata Kepala Taman Nasionalnya

Beredar kabar Taman Nasional Komodo akan ditutup selama 1 tahun. Namun hingga kini, semuanya masih berjalan seperti biasa.

"Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika ditemui di Kupang sebagaimana dikutip dari Antara (20/1/2019).

Namun, ia tidak menjelaskan waktu penutupan kawasan Taman Nasional Komodo tersebut. Viktor mengatakan, penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu.

Dia mengatakan, kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

"Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu," tegas Viktor.

detikTravel mengkonfirmasi Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan. Dirinya menegaskan, sampai saat ini semua aktivitas di Taman Nasional Komodo masih berjalan seperti biasa.

"Pengelolaan TNK (Taman Nasional Komodo) sampai saat ini berjalan sebagaimana biasanya," tegas Budhy kepada detikTravel, Minggu (20/1/2019).

Budhy tidak menanggapi lebih lanjut kabar penutupan Taman Nasional Komodo. Untuk diketahui, Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, NTT sendiri masuk dalam 10 Destinasi Prioritas pemerintah atau lebih dikenal 10 Bali Baru.

Taman Nasional Komodo merupakan habitat dari Si Naga Purba, komodo. Habitatnya di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, yang sekaligus sudah jadi destinasi bagi turis dunia.

Jalan-jalan ke Palembang, Jangan Lupa Beli Pempek

Ke Palembang tidak lengkap rasanya kalau tanpa oleh-oleh yang satu ini. Betul, Pempek lezat dengan aneka macamnya.
Belum lengkap rasanya bila ke Palembang, tetapi belum mencicipi aneka kuliner lezat dari kota berjuluk Bumi Sriwijaya ini, salah satunya adalah pempek. Pempek Palembang merupakan makanan yang digemari setiap orang tidak hanya orang Palembang. Perpaduan gurihnya pempek yang terbuat dari bahan baku ikan dan tepung sagu dan saus cuko yang berasa pedas, asam menjadi daya tarik tersendiri bagi kuliner ini.

Pempek menempati daftar teratas dari daftar kuliner wajib di Palembang karena merupakan makanan khas. Menurut cerita rakyat, Pempek sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang dimulai dari abad ke 16 ketika para perantau asal Tionghoa masuk ke Palembang. Nama Pempek sendiri berasal dari kata apek yang berarti paman atau lelaki tua. Dahulu kala seorang apek yang tinggal di tepi sungai Musi merasa prihatin dengan melimpahnya hasil ikan dari para nelayan tetapi belum diolah secara maksimal. Sehingga beliau mencari akal dengan mencari alternative pengolahan lain, dengan cara mencampurkan daging ikan dengan tepung tapioka sehingga menghasilkan makanan baru yang kini dikenal dengan nama Pempek.

Jika kita hanya mengenal beberapa jenis Pempek saja, ternyata di Palembang sendiri ada berbagai macam jenis Pempek, lho. Seperti pempek kapal selam, pempek bulat atau lebih dikenal dengan namanya pempek adaan, pempek keriting, pempek lenjer, pempek kulit, pempek telur dan pempek pistel. Dari berbagai jenis pempek diatas mungkin yang jarang kita dengar adalah pempek pistel. Pempek pistel sendiri merupakan pempek yang berisikan irisan papaya muda rebus yang dudah dibumbui sedemikian rupa. Pempek pistel ini berbentuk seperti kue pastel dan rasanya manis sehingga banyak digemari oleh anak anak. Tak banyak tempat yang menjual pempek pistel ini diluar Palembang karena tekturnya yang mudah rusak atau basi sehingga kurang diminati oleh para penjual. Tak semua jenis Pempek di goreng, kuliner khas Palembang ini juga ada yang dipanggang namanya Pempek Lenggang.