Senin, 09 Maret 2020

Hotel Vegan Pertama di Dunia, Seperti Apa?

 Gaya hidup vegan sudah biasa di kalangan traveler. Namun, hotel di London ini juga ikut menawarkan konsep vegan. Seperti apa ya?

Adalah Bankside Hotel yang merupakan anak perusahaan Hilton yang hadir dengan konsep baru. Dilihat detikTravel dari situs resminya, Sabtu (19/1/2019), hotel tersebut menghadirkan konsep kamar vegan.

Bekerjasama dengan The Vegan Society, Bankside Hotel menjadi hotel pertama dengan konsep vegan. Mulai dari perabot hingga peralatan dan makanan, semuanya dibuat serba vegan. Kok bisa?

"Di Hilton London Bankside, kami selalu mencari cara untuk berinovasi dan menghadirkan pengalaman baru bagi tamu kami," ujar GN Hilton London Bankside, James B Clarke.

Mulai dari lobi hotel, traveler akan disambut oleh meja dengan bahan yang terbuat dari daun nanas. Setelah check-in, traveler akan diberi kunci kamar yang terbuat dari material yang sama.

Di dalam kamar, traveler akan menemukan kasur yang terbuat dari bahan ramah lingkungan dan bukan bulu. Tak sampai situ, bantalnya juga dibuat dengan bahan yang anti alergi dan 100% bisa didaur ulang.

Tak sampai situ, karpet dan lantai kamarnya pun juga dibuat dari bahan daur ulang seperti bambu dan lainnya. Printilab seperti notepads, pulpen dan pensilnya juga ramah lingkungan tanpa unsur binatang.

Sedangkan untuk menu, tentunya juga menghadirkan aneka menu vegan seperti jus buah, muesli, hummus, kentang, alpukat dan quinoa. Dijamin traveler akan hidup sehat selama menginap di sana.

"Vegan bukan hanya trend makan, tapi telah jadi gaya hidup bagi banyak orang. kami ingin jadi hotel pertama yang menawarkan gaya hidup serba tumbuhan yang dapat membuat pengunjung merasakannya sesaat setelah masuk hotel," ujar James.

Traveler yang tengah liburan ke London pun bisa mencoba merasakan menginap di hotel dengan konsep unik tersebut. Tidak kah traveler penasaran?

Tren Turis Indonesia Pada Wisata Naik Kapal Pesiar

Setiap tahunnya jumlah traveler Indonesia yang liburan menggunakan kapal pesiar atau cruise meningkat. Seperti apa ya tren turis Indonesia saat belayar?

Wisata dengan cruise tidaklah hal asing bagi traveler Indonesia. Bahkan sejak tahun 2016 jumlah traveler Indonesia yang menaiki cruise terus meningkat. Karena itu Indonesia menjadi salah satu target pemasaran Princes Cruise.

"Jumlah orang Indonesia berlayar pada tahun 2017 adalah 46.700 wisatawan, meningkat 40,2% dari 33.200 di tahun 2016. Wisatawan dari Indonesia hanya 1,2% dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017, oleh karena itu potensi pasar Indonesia masih sangatlah besar," ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019) di Singapura.

Selain minat turis Indonesia yang tinggi, faktor lain yang menyebabkan Indonesia penting bagi Princes Cruise adalah faktor ekonomi. Berdasarkan data dari Euromonitor Internasional, Indonesia memiliki kelas menengah keempat terbesar di dunia dengan 19,6 juta rumah tangga pada tahun 2016. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 23,9 juta pada tahun 2030.

Dan juga permintaan traveler untuk liburan mewah dengan cruise tidak hanya dari traveler golongan atas saja. Namun tren liburan mewah juga menjalar di kelas menengah. Salah satunya permintaan untuk liburan mewah di luar negeri.

"Permintaan dari Indonesia terus meningkat. Salah satu cara kami menyesiasatinya adalah mengadakan kerjasama dengan travel agent. Juga menawarkan beragam promo cruise," ujar Farriek.

Farriek juga mengungkapkan tren turis Indonesia pada tahun 2017 , yang cendrung memilih cruise yaitu traveler usia rata-rata 42 tahun. Sedangkan yang milineal baru 28 persen dari wisatawan pesiar Indonesia.

"Di tahun 2017 cendrung yang menggunakan cruise dari Indonesia, rata-rata usia 42 tahun. Dan hampir semuanya memilih berlayar selama 4 hari," tambahnya.

Dan untuk pilihan rute, traveler Indonesia cendrung memilih rute Asia. Namun untuk rute panjang, dari Indonesia peminatnya juga semakin meningkat.

"Hampir 70 persen turis Indonesia memilih rute dalam kawasan Asia. Sedangkan yang rute panjang, Alaska atau Amerika menjadi favoritnya wisatawan Indonesia. Setelah itu baru Eropa dan Miditerania," ungkap Farriek. 

Kampung Turis, Sudut Asyik di Pantai Pangandaran

Pantai Pangandaran kini punya sudut menarik untuk para wisatawan. Selamat datang di Kampung Turis!

Kompleks Kampung Turis di Blok Pamugaran, kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat semakin semarak sejak diresmikan setahun lalu. Area kafe dan resto eksotis di bibir pantai perawan ini merupakan paket lengkap destinasi wisata lengkap.

Suguhan yang ditawarkan berupa kuliner, hiburan musik, sekaligus suasana pantai yang senyap.

Terdapat 12 kafe dan resto dengan arsitektur bambu yang eksotis di kawasan ini. Konsep bambu menjadi pilihan kolektif para pengelola kafe da resto di tempat ini.

Hal ini dikarena sejumlah pertimbangan, di antaranya ramah lingkungan, murah, sekaligus menjadi nilai unik yang disukai para wisatawan, khususnya turis asing.

Untuk mencapai Kampung Turis, pengunjung perlu berkendara dari kawasan utama Pantai Pangandaran ke arah barat mengikuti jalan tepi pantai. Dibutuhkan waktu tak lebih dari 10 menit untuk mencapai tempat ini, dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Untuk wisatawan yang memerlukan kendaraan umum, Anda bisa memesan ojek.

Kampung Turis buka sejak pagi hingga malam. Bahkan khusus akhir pekan, sebagian kafe dan resto sudah menyediakan live music. Setiap kafe dan resto menyajikan konsep berbeda, ada yang mengusung gaya bar dengan musik-musik EDM, ada kafe yang lebih senyap dan menjajakan wisata kuliner, serta pilihan-pilihan lain.

Setiap kafe umumnya memiliki dua zonasi, yakni zona utama dengan meja-kursi di dalam bangunan, serta zona gazebo dan arena bermain di tepi pantai. Bagi Anda yang ingin merasakan ketengan pantai, Anda cukup sedikit melangkah menjauhi kafe ke arah laut.

Jika sore hari, Anda bisa beruntung menikmati keindahan matahari terbenam dari Kampung Turis. Duduk menyantap kelapa muda sambil bertelanjang kaki adalah salah satu pilihan terbaik.

Bayu Ari (32), salah seorang pemilik kafe di Kampung Turis menyampaikan, tren kunjungan ke kampung turis berangsur-angsur meningkat. Ia percaya, pada waktu-waktu mendatang, Kampung Turis akan semakin ramai, seiring dengan popularitasnya yang semakin naik.

Bayu menjeaskan, kawasan tersebut boleh dibilang destinasi wisata rintisan, sebagai tindaklanjut dari relokasi dan pembersihan bangunan-bangunan di kawasan utama Pantai Pangandaran. Sebanyak 12 kafe dan resto, kata dia, dipindahkan ke satu kompleks khusus yang diberi nama Kampung Turis.

Dinamai Kampung Turis, menurut Bayu, karena tempat tersebut memang menjadi ikon destinasi wisata Pantai Pangandaran untuk para turis asing. Walaupun pada kenyataannya saat ini, menurut Bayu, wisatawan lokal yang berkunjung jauh lebih banyak.

"Kalau turis (asing) banyak dari Belanda, Jerman, Perancis, Australia. Banyak juga pelanggan setia kami bule-bule yang sudah berdomisili di Pangandaran," ujar pemilik Bamboo Beach Bar & Cafe tersebut.

Untuk turis asing, kata Bayu, pihaknya biasa menawarkan menu-menu tradisional, seperti pindang gunung, nasi uduk atau sate. Sedangkan turis lokal, menurut Bayu, lebih suka masakan-masakan barat.