Rabu, 11 Maret 2020

Agen Wisata & Media Malaysia Kian Gencar Promosikan Banyuwangi

Banyuwangi terus mempromosikan destinasi wisatanya kepada wisatawan Malaysia. Hasilnya, diundanglah para agen wisata dan media negeri jiran ke Banyuwangi.

Difasilitasi Kementerian Pariwisata RI, di Banyuwangi digelar Product Briefing & Business Matching Banyuwangi Destination yang mengundang agen travel dan media travel Malaysia dengan tujuan menggaet wisatawan dari negara jiran tersebut.

Acara Product Briefing & Business Matching Banyuwangi Destination yang dimulai pada Senin kemarin, (14/1/2019) ini diikuti 36 pelaku usaha wisata, terdiri atas 16 seller dari Banyuwangi dan 20 agen travel besar dari Malaysia. Seller dari Banyuwangi antara lain dari hotel, tour operator, pusat oleh-oleh dan restoran.

"Ajang ini cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia. Kita pertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi dan juga kita ajak mereka merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi, sehingga nantinya mereka bisa mengajak wisatawan untuk ke Banyuwangi," ujar Anas.

Selain itu, kata Anas, program ini adalah tindak lanjut dari promosi paket wisata program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang didukung penuh oleh Kemenpar. Paket ini diluncurkan sebagai bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season seperti bulan Januari ini.

"Awal-awal tahun biasanya memang low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi. Table Mart yang digelar kemarin itu, adalah salah satu strategi untuk mempromosikan paket ini," kata Anas, Selasa (15/1).

Dalam Wonderful Hot Deals ini, wisatawan cukup membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk paket wisata ke Banyuwangi, termasuk tiket pp Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Citilink, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

Para agen travel ini tampak antusias dengan promosi yang ditawarkan Banyuwangi bagi wisatawan asing. Salah satunya Ramsey Lewis, manajer operasional OTDIX Travel & Tours SDN BHD, Malaysia yang mengaku sangat tertarik dengan paket promo ini. Menurut Ramsey, destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual.

"Ijen sangat bagus dengan blue firenya yang cantik. Di sana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ijen akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis," ujarnya.

Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplore destinasi wisata selama enam hari mulai 13 - 18 Januari. Antara lain mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water.

Menurut Ramsey, Banyuwangi kaya akan kearifan lokal. "Di Banyuwangi bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional. Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," kata Ramsey.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda, mengatakan untuk menggaet wisatawan Malaysia pihaknya juga mengagendakan kegiatan promosi lainnya, seperti famtrip untuk pelaku wisata.

"Mumpung ada promo Banyuwangi Wonderful Hotdeals yang berlangsung hingga 31 Maret 2019, kami akan gencar membuat acara yang intinya menarik wisatawan Malaysia," kata Bramuda. Sebelumnya, pada Desember 2018 puluhan blogger dan media travel Malaysia telah diundang ke Banyuwangi yang difasilitasi Kemenpar.

Member SJTP Sukar Mendapatkan Tiket, Ini Jawaban Sriwijaya Air

Program Sriwijaya Travel Pass (SJTP) diprotes penggunanya karena susah mendapatkan tiket. Menurut Sriwijaya Air, ini disebabkan berbagai faktor.

SJTP atau Sriwijaya Travel Pass adalah sebuah kartu member yang memungkinkan penumpang untuk mendapatkan fasilitas gratis naik maskapai Sriwijaya Air selama 1 tahun. Namun beberapa pengguna mengeluh karena kartu tersebut sudah tidak dapat digunakan sebelum masa berakhir.

Sriwijaya Air pun angkat bicara mengenai permasalahan ini. Menurut mereka, kabar bahwa adanya pembatasan penggunaan Oktober 2017 lalu menyesuaikan tren yang berdasarkan di atas rata-rata pengguna SJTP.

"Sebetulnya pembatasan pada tahun lalu itu menyesuaikan tren dan bahkan di atas angka rata-rata penggunaan member SJTP pada tiap penerbangan Sriwijaya Air Group. Misal untuk NG hanya 75 seat, kenyataannya yang menggunakan tidak sampai 75 orang," ujar Retri Maya, VP Corporate Secretary & Legal Sriwijaya Air dalam keterangan resminya, Selasa (15/1/2019).

Sriwijaya Air juga mengatakan bahwa ada perbaikan sistem terkait pemesanan tiket. Ini juga dipengaruhi peak season dan server down.

"Patut diketahui bahwa pada masa peak season jumlah pelanggan akan meningkat secara drastis. So bisa jadi hal itu lah yang menyebabkan member kehabisan tiket penerbangan. Dan soal sistem, ini pun bisa punya andil dalam hal tersebut. Contoh, saat terjadi server down maka banyak hal yang bisa terjadi. Di antaranya tidak bisa membuka aplikasi atau web Sriwijaya Air, tidak bisa booking tiket dan mungkin adanya kekeliruan lainnya termasuk tiket habis," kata Retri.

Menurut dia, Sriwijaya Air terus menerus melakukan perbaikan dan peningkatan sistem guna memberikan yang terbaik kepada seluruh pelanggannya. Member SJTP juga diberikan aturan bahwa tidak dapat membeli tiket di bawah 60 menit sebelum penerbangan. Hal ini, jelas Retri, untuk mengurangi kecurangan yang dilakukan member SJTP.

"Ini sebetulnya menjadi salah satu strategi dalam rangka menghindari adanya penyalahgunaan keanggotaan sekaligus menjadi alternatif tambahan bagi para member SJTP. Tak dipungkiri sejak pertama kali dipasarkan ada beberapa oknum yang menyalahgunakan fasilitas dari SJTP itu sendiri. Di antaranya yaitu menjual kembali tiket penerbangannya yang dibeli menggunakan member SJTP dengan harga yang mahal, satu keanggotaan digunakan lebih dari satu orang dan lainnya," jelasnya.

Retri menjelaskan, bahwa dengan adanya peraturan 60 menit tersebut, indikasi penyalahgunaan dapat diminimalisir. Sehingga, member SJTP juga dapat menggunakan dengan semestinya.

"Karena terindikasi banyak penyalahgunaan member dan itu sangat berisiko terhadap keamanan penerbangan, maka dengan pax harus membeli go show akan memperkecil ruang gerak penyalahgunaan. Ini juga menjadi langkah pasti bagi member untuk mendapatkan seat penerbangan yang diinginkan. Artinya, jika memang masih tersedia, maka dipastikan member akan berangkat di waktu tersebut," papar Retri.