Rabu, 11 Maret 2020

Turis Datang ke Bali Akan Dikenai Biaya USD 10, Untuk Apa?

Pemerintah Provinsi Bali merencanakan biaya kontribusi sebesar USD 10 bagi turis yang liburan ke sana. Untuk apa tujuannya?

Pemerintah Provinsi Bali sedang menggodok rancangan Perda untuk memungut retribusi dari para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Gubernur Bali I Wayan Koster mengusulkan agar retribusi itu dibebankan kepada turis asing.

Rancangan Perda Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali itu telah diserahkan kepada DPRD Provinsi Bali. Mayoritas fraksi menyetujui hal tersebut untuk segera diberlakukan di Bali.

"Tentu ini masih dibahas, Pak Gubernur berencana untuk memungut USD 10 (Rp 140 ribu) untuk turis asing yang datang ke Bali," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra kepada detikTravel, Selasa (15/1/2019).

Untuk apa nantinya uang tersebut?

"Tujuannya untuk pembangunan pariwisata Bali, seperti infrastruktur jalan ke destinasi-destinasi wisata, pelestarian budaya, menjaga lingkungan dan lain-lain," terang Agung.

Menurutnya, rencana tersebut masih terus dibahas. Serta, harus mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait. Nantinya, biaya USD 10 itu akan dikenakan melalui tiket pesawat.

"Nanti kita juga akan bicara dengan pihak airlines, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Sampai sekarang masih terus kita bahas," tutupnya.

Beberapa Alasan Kenapa Penang Menarik Wisatawan Indonesia

Destinasi di Malaysia ini jadi incaran selain karena masih dekat juga karena banyak pesawat langsung ke Penang. Ada banyak alasan lainnya buat kamu solo traveling ke Penang.
Setelah capek bekerja dan bahkan lembur tiap hari, kamu butuh yang namanya liburan. Terus saat mau liburan dan tidak ada teman atau pasangan buat diajak jalan-jalan, tidak ada salahnya lho buat mencoba jalan-jalan sendiri atau solo-traveling. Nah, Penang bisa jadi destinasi ideal untuk jalan-jalan sendirian, seperti perjalananku beberapa bulan lalu ke sana.

Pulau Pinang atau yang lebih dikenal dengan Penang adalah salah satu negara bagian di Malaysia, jarak tempuh dari Kuala Lumpur kira-kira 50 menit perjalanan udara atau sekitar 2 jam 30 menit dari Jakarta. Dengan iklim tropisnya, ketika ke Penang kita tidak perlu bawa jaket-jaket tebal dan pasti langsung bisa terbiasa dengan suhunya yang mirip dengan di Jakarta. Selain itu, bahasa yang dituturkan di sini kebanyakan adalah Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris, pasti bisa deh.

Sampai di Penang, bisa langsung melancong ke Georgetown. Georgetown adalah kawasan wisata utama di Penang dan ada shuttle bus gratis yang siap mengantar turis berkeliling. Selama berkeliling di Georgetown, kita akan disuguhi bangunan-bangunan yang memiliki arsitektur beraneka ragam, mulai dari arsitektur bergaya Eropa sampai Arab, benar-benar multirasial, seperti bangunan Georgetown Chambers yang bergaya Eropa, beberapa klenteng yang bernuansa merah khas arsitektur China, dan Masjid Kapitan Keling khas bangunan India-Pakistan yang berdiri dengan megah.

Puas mengagumi bangunan di Georgetown, kita bisa bergeser ke area mural art street di Armenian Street. Di sini banyak sekali instalasi seni yang dipasang atau dilukiskan di dinding sepanjang gang perkampungan. Lukisan yang dilukis pun sangat berciri khas lokal seperti gambar penjaja street food khas Penang, potret anak-anak yang berlarian dan berbagai gambar lain yang sangat pas untuk dijadikan objek selfie.

Duh! Turis India Ketahuan Nyolong Batu Bata Colosseum Roma

Ulah turis India satu ini jangan ditiru. Dia ketahuan nyolong potongan batu bata Colosseum Roma, sebelum akhirnya ditangkap oleh polisi setempat.

Colosseum adalah bangunan bersejarah sekaligus ikonnya Kota Roma, Italia. Banyak turis dari berbagai negara berkunjung ke sini setiap tahunnya.

Tapi tak semua turis yang datang ke destinasi ini punya niat yang baik. Seorang turis asal India yang tidak disebutkan identitasnya justru kedapatan mengambil potongan batu bata Colosseum untuk dibawa pulang sebagai souvenir.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sunber, Selasa (15/1/2019), turis pria ini terlihat menyembunyikan potongan batu bata yang dicurinya itu dibalik kantong bajunya. Saksi mata yang melihat pun melaporkan kejadian ini ke polisi yang bertugas.

Oleh polisi, pria ini pun ditangkap dan digeledah. Tak bisa mengelak, barang bukti berupa potongan batu bata Colosseum pun ditemukan di kantongnya.

Turis India berusia 47 tahun ini pun terancam hukuman akibat perbuatannya, yaitu mengambil barang-barang arkeologis serta menimbulkan kerusakan, seperti dilaporkan media Italia Carriere della Serra.

Menurut laporan media The Local Italia, turis ini tidak ditahan. Potongan batu bata yang diambil turis ini pun sudah dikembalikan ke staff Colosseum.

Ini bukan kali pertama turis mengambil batu bata Colosseum Roma. detikTravel pernah menulis kasus yang sama saat turis remaja berusia 17 tahun asal Austria kepergok saat berusaha mengambil batu bata Colosseum di Roma, Italia. Alasannya karena ia ingin membawa pulang batu bata kuno tersebut untuk suvenir.

Jangan ditiru ya traveler! 

Turis Datang ke Bali Akan Dikenai Biaya USD 10, Untuk Apa?

Pemerintah Provinsi Bali merencanakan biaya kontribusi sebesar USD 10 bagi turis yang liburan ke sana. Untuk apa tujuannya?

Pemerintah Provinsi Bali sedang menggodok rancangan Perda untuk memungut retribusi dari para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Gubernur Bali I Wayan Koster mengusulkan agar retribusi itu dibebankan kepada turis asing.

Rancangan Perda Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali itu telah diserahkan kepada DPRD Provinsi Bali. Mayoritas fraksi menyetujui hal tersebut untuk segera diberlakukan di Bali.

"Tentu ini masih dibahas, Pak Gubernur berencana untuk memungut USD 10 (Rp 140 ribu) untuk turis asing yang datang ke Bali," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra kepada detikTravel, Selasa (15/1/2019).

Untuk apa nantinya uang tersebut?

"Tujuannya untuk pembangunan pariwisata Bali, seperti infrastruktur jalan ke destinasi-destinasi wisata, pelestarian budaya, menjaga lingkungan dan lain-lain," terang Agung.

Menurutnya, rencana tersebut masih terus dibahas. Serta, harus mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait. Nantinya, biaya USD 10 itu akan dikenakan melalui tiket pesawat.

"Nanti kita juga akan bicara dengan pihak airlines, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Sampai sekarang masih terus kita bahas," tutupnya.