Jumat, 13 Maret 2020

Tingkat Kematian Corona Rendah, Masyarakat Diimbau Tak Ragu Traveling

Masyarakat diimbau untuk tak terlalu khawatir beraktivitas kendati saat ini telah ditemukan kasus virus Corona di Indonesia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M. Faqih menjelaskan bahwa virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Ini artinya sebesar 3/4 belahan bumi telah terdampak virus ini.

Meskipun penularan virus ini terbilang cepat, tingkat kematian yang ditimbulkan relatif kecil. Bahkan tak lebih berbahaya ketimbang penyakit yang menyerang saluran pernapasan lainnya seperti TBC.

"Virus Corona angka kematiannya cuma 2-3 persen. Kecil sekali. Artinya 97 persen sembuh. Makanya dengan tingkat kematian yang kecil, masyarakat jangan terlalu panik lah," kata dr Daeng pada jumpa pers di kompleks TVRI, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Daeng juga menjelaskan agar masyarakat tak panik, masyarakat perlu mengetahui mengenai Corona dan langkah pencegahannya, seperti sering mencuci tangan dan jangan memegang area wajah termasuk mata, hidung, dan mulut dalam kondisi tangan kotor.

Ia juga mengatakan, orang yang mengisolasi diri dengan tinggal di rumah adalah orang yang sakit. Sementara yang sehat diharapkan tetap beraktivitas normal. Menurut Daeng, pasien Corona yang meninggal itu karena adanya penyakit yang sebelumnya telah bersarang di tubuhnya, penyebab utamanya bukan karena Corona.

"Yang tidak punya penyakit penyerta dan imunitasnya bagus, tingkat kesembuhan tinggi," ujar Daeng.

Lebih lanjut terkait adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membatasi kegiatan di ruang publik, pihak IDI mengaku belum mengeluarkan kebijakan serupa.

"Dari kami belum ada kebijakan untuk melarang pertemuan-pertemuan. Yang kami sarankan, yang sakit tolong pakai masker dan di rumah, "katanya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani, kepanikan masyarakat akibat Corona ini telah menyebabkan lesunya perekonomian Indonesia.

"Kepanikan tersebut betul-betul berdampak sangat negatif untuk ekonomi Indonesia jadi kami melihat hampir semua sektor itu mengalami permasalahan yang sangat serius terhadap kinerja masing-masing. Terutama, di sini salah satu yang paling terdampak adalah pariwisata. Pariwisata itu sudah terdampak sejak bulan Januari pertengahan," ujarnya.

Kerugian yang diderita sektor pariwisata diprediksi mencapai Rp 21,8 triliun akibat Corona ini. Dampak ekonomi diprediksi akan semakin parah apalagi masyarakat menutup diri dan panik berlebihan dengan adanya virus ini.

Hari Pertama, INDOFEST 2020 Sudah Ramai Pengunjung

 Hari ini adalah hari pertama kegiatan festival outdoor INDOFEST 2020. Pengunjung pun telah memadati lokasi kegiatan. Pameran outdoor INDOFEST 2020 akan berlangsung mulai tanggal 12-15 Maret mendatang. Kegiatan ini diadakan di Hall A dan B di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (12/3/2020) pengunjung mulai ramai semenjak pukul 13.00 WIB. Mereka pun langsung menuju stand pameran dan memilih-milih barang.

Oh ya, untuk bisa berburu barang outdoor di INDOFEST 2020, kamu harus membeli tiket seharga Rp 40 ribu. Tiketnya bisa kamu dapatkan di lokasi kok.

Terlihat pengunjung sangat ramai berburu ragam kaus, jaket, tas dan sepatu beragam brand. Tak hanya kaula muda, anak-anak hingga kaula tua juga meramaikan pameran ini.

Kamu bisa temukan brand-brand seperti The North Face, Columbia, Eiger, Arei, Deuters, Consina, Makalu, Forester, Avtech, dan lainnya. Ragam perlengkapan outdoor seperti hiking, kemping, memancing, climbing, renang bisa kamu temukan di sini.

Pengunjung juga bisa menjajal ragam wahana outdoor seperti climbing. Juga ada pameran motor dan mobil adventure lho. Setelah lelah berkeliling, pengunjung juga bisa menuju area makan di dekat panggung utama.

INDOFEST 2020 juga digelar INDOFISHING yang memamerkan produk alat pancing terbesar di Indonesia. Di sini kamu juga bisa hunting beragam alat pancing dan nikmati juga promonya.

Selain pameran, juga digelar talkshow membahas isu-isu terbaru tentang dunia petualangan dengan menghadirkan pakar dunia petualangan, pegiat dan aktivis alam, influencer dan komunitas. Kamu juga bisa mengikuti pelatihan singkat seputar dunia petualangan, first aid for outdoor activities dan bushcraft education, serta sosialisasi tentang gejala, tanda dan pencegahan virus corona.

Untuk informasi jadwalnya kamu bisa update di Instagramnya INDOFEST.

10 Tempat Wisata Surabaya yang Hits dan Wajib Dikunjungi

Surabaya dikenal sebagai kota industri. Namun, Surabaya juga memiliki tempat wisata yang indah dan wajib kamu kunjungi.
Banyak yang bilang Surabaya ini tempat yang panas dan tidak ada tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jika kamu beranggapan seperti itu, kamu salah besar. Nyatanya Surabaya memiliki tempat wisata yang tak kalah bagus dengan wisata kota lainnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, ini tempat wisata Surabaya yang bisa masuk list travel kamu:
1. Kebun binatang Surabaya
Kebun binatang Surabaya ini merupakan tempat tertua di Surabaya yang didirikan pada zaman Belanda. Kamu bisa melihat banyak binatang di sana. Selain itu, terdapat reklame patung ikan Sura dan Buaya yang menjadi ikon kota Surabaya. Liburan kamu makin lengkap jika sudah berkunjung dan foto dengan ikon kotanya.

2. Jembatan Merah
Masih dengan peninggalan Belanda. Jika kamu suka dan tertarik mengunjungi tempat sejarah di kota Surabaya, Jembatan Merah ini bisa kamu kunjungi. Lokasinya berada di Jl Kembang Jepun, Nyamplungan.

3. House of Sampoerna
Ingin mengetahui tentang perkembangan industri rokok? Datang ke Museum House of Sampoerna ini bisa jadi tempat yang pas buat kamu. Serunya lagi, selain kamu bisa mengetahui sejarah produksi rokok, kamu juga akan diajak keliling museum dengan bus yang sudah disediakan secara gratis loh.

4. Tugu Pahlawan
Dari namanya saja sudah menggambarkan jika tempat ini adalah saksi bisu para pahlawan yang telah gugur dalam melawan penjajah. Tak lengkap rasanya jika ke Surabaya belum mengunjungi tempat wisata yang bersejarah ini.

5. Monumen Bamboe Runcing
Salah satu tempat wisata di Surabaya yang wajib kamu kunjungi adalah Monumen Bamboe Runcing yang berlokasi di Jl Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng. Tempat ini didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan melawan penjajah menggunakan senjata berupa bambu runding. Saat itu Indonesia belum memiliki senjata yang layak untuk perang.

Tingkat Kematian Corona Rendah, Masyarakat Diimbau Tak Ragu Traveling

Masyarakat diimbau untuk tak terlalu khawatir beraktivitas kendati saat ini telah ditemukan kasus virus Corona di Indonesia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M. Faqih menjelaskan bahwa virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Ini artinya sebesar 3/4 belahan bumi telah terdampak virus ini.

Meskipun penularan virus ini terbilang cepat, tingkat kematian yang ditimbulkan relatif kecil. Bahkan tak lebih berbahaya ketimbang penyakit yang menyerang saluran pernapasan lainnya seperti TBC.

"Virus Corona angka kematiannya cuma 2-3 persen. Kecil sekali. Artinya 97 persen sembuh. Makanya dengan tingkat kematian yang kecil, masyarakat jangan terlalu panik lah," kata dr Daeng pada jumpa pers di kompleks TVRI, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Daeng juga menjelaskan agar masyarakat tak panik, masyarakat perlu mengetahui mengenai Corona dan langkah pencegahannya, seperti sering mencuci tangan dan jangan memegang area wajah termasuk mata, hidung, dan mulut dalam kondisi tangan kotor.

Ia juga mengatakan, orang yang mengisolasi diri dengan tinggal di rumah adalah orang yang sakit. Sementara yang sehat diharapkan tetap beraktivitas normal. Menurut Daeng, pasien Corona yang meninggal itu karena adanya penyakit yang sebelumnya telah bersarang di tubuhnya, penyebab utamanya bukan karena Corona.

"Yang tidak punya penyakit penyerta dan imunitasnya bagus, tingkat kesembuhan tinggi," ujar Daeng.

Lebih lanjut terkait adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membatasi kegiatan di ruang publik, pihak IDI mengaku belum mengeluarkan kebijakan serupa.

"Dari kami belum ada kebijakan untuk melarang pertemuan-pertemuan. Yang kami sarankan, yang sakit tolong pakai masker dan di rumah, "katanya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani, kepanikan masyarakat akibat Corona ini telah menyebabkan lesunya perekonomian Indonesia.