Selasa, 17 Maret 2020

Gara-gara Minum Air Keran Bandara, 6 Traveler Ini Jatuh Sakit

Gara-gara minum air keran bandara, setidaknya 6 penumpang pesawat di AS jatuh sakit. Pihak bandara pun menutup keran air ini untuk proses investigasi.

Di bandara luar negeri, lazim kita temukan keran air minum gratis yang memang disediakan untuk traveler. Seperti halnya yang ada di Bandara Internasional Cleveland Hopkins, Cleveland, AS.

Air ini bisa langsung diminum atau pun dimasukkan ke dalam botol tumblr untuk isi ulang. Namun setidaknya 6 penumpang pesawat Frontier Airlines dengan nomor penerbangan 1397 tujuan ke Tampa, AS justru merasakan sakit setelah minum air keran ini.

Mereka merasakan sakit sesaat setelah take off dari bandara tersebut. Sesampainya di Tampa, mereka malah makin sakit muntah-muntah.

Dilansir detikTravel dari CNN, Selasa (8/1/2019), mereka diduga mengalami keracunan setelah minum dari air keran di Bandara Cleveland. Pihak maskapai pun langsung memberikan pertolongan medis ke para penumpang ini.

"Penyebab sakitanya para penumpang ini masih diinvestigasi. Keselamatan para penumpng adalah prioritas utama maskapai Frontier," ujar juru bicara maskapai Frontier.

Sementara itu, pihak Bandara Cleveland langsung melakukan tindakan preventif dengan menutup beberapa keran air minum di bandara tersebut guna proses investigasi. Sampel air dari keran ini kemudian diteliti untuk mencari penyebab sakitnya para penumpang.

Yang terbaru, hasil investigasi yang dilakukan Cleveland Departement of Public Health, Cleveland Water, dan pihak bandara menyebutkan air di bandara tersebut ternyata aman untuk diminum.

Serangkaian hasil tes di laboratorium menunjukkan air keran di bandara tersebut tidak mengandung bakteri ataupun material pencemar lainnya. Pihak-pihak terkait pun terus melakukan investigasi terkait penyebab insiden tersebut.

Sementara itu, sebanyak 266 penumpang yang ada di penerbangan Frontier tersebut tetap harus melaporkan kondisi kesehatan mereka selama beberapa hari ke depan. 

Hai Para Pendaki, Ini yang Harus Kamu Tahu Tentang Hipotermia

Salah satu hal yang dihindari saat pendakian gunung adalah hipotermia. Berikut, hal-hal penting yang harus kamu tahu tentangnya.

Di awal tahun 2019 ini, tak sedikit pendaki gunung terkena hipotermia. Ada di Gunung Slamet dan Semeru, serta menjadi perbincangan di media sosial.

Apa itu hipotermia?

"Hipotermia itu adalah suhu tubuh turun sampai di bawah 37 derajat Celcius (suhu tubuh normal manusia), karena kedinginan. Itu ada beberapa stadiumnya," terang Tjahjadi Nurtantio, guide pendakian gunung dari DAKS Die Welt der Berge (German Alpine and Climbing School), operator wisata minat khusus dari Jerman, Selasa (8/1/2019).

Tjahjadi menjelaskan, terdapat beberapa stadium saat pendaki terkena hipotermia. Misalnya, stadium 1 suhu tubuhnya turun sampai 32 derajat Celcius, stadium 2 turun sampai 28 derajat Celcius hingga stadium 4 suhu tubuh di bawah 24 derajat Celcius atau bisa dikatakan sudah meninggal dunia.

"Hipotermia bisa sampai membuat orang meninggal dunia, jika tidak dilakukan penanganan yang cepat dan tepat," tegas Tjahjadi.

Cuaca yang dingin menjadi faktor utama para pendaki terkena hipotermia. Namun selain itu, Tjahjadi menyebut satu hal penting lainnya yang sering terlupakan yakni angin.

"Yang paling sering dilupakan pendaki adalah pakaian tahan angin atau windproof. Begini, puncak-puncak gunung di Indonesia itu ketinggiannya rata-rata 3.000-an mdpl dan suhunya tidak sampai minus. Mungkin paling dingin bisa sampai 5 derajat Celcius. Tapi, kalau ditambah kecepatan angin yang kencang, itu bisa membuat terkena hipotermia lebih cepat karena kita sudah kehilangan banyak energi dan akan cepat sekali suhu tubuh turun," paparnya.

Hipotermia Paling Parah: Kepanasan dan Buka Baju

Hipotermia terjadi karena kondisi suhu yang dingin. Paling parah, bagi yang terkena akan merasa kepanasan, buka baju dan meninggal dunia.

Bagi kamu yang pernah menonton film 'Everest' yang tayang tahun 2015, pasti ingat salah satu scene yang bikin deg-degan. Di tengah badai salju di trek pendakian ke Puncak Everest, salah seorang pendakinya merasakan kepanasan hingga akhirnya buka baju. Tak lama, dia berjalan dan terjatuh hingga meninggal dunia.

Rupanya, kondisi seperti itu akibat dari hipotermia. Hal itu dijelaskan oleh Tjahjadi Nurtantio, guide pendakian gunung dari DAKS Die Welt der Berge (German Alpine and Climbing School), operator wisata minat khusus dari Jerman.

"Kalau kepanasan, nyatanya itu bukanlah kepanasan. Itu merupakan percobaan terakhir dari tubuh untuk survive dengan cara jantung memompa darah dengan cepat dan rasanya panas," kata Tjahjadi kepada detikTravel, Selasa (8/1/2019).

Menurut Tjahjadi yang sudah menjadi guide pendakian ke Kilimanjaro, Annapurna dan gunung-gunung lainnya di dunia, hipotermia paling parah adalah saat badan merasa kepanasan dan buka baju. Itu merupakan tanda-tanda tubuh untuk berjuang paling terakhir.

"Saat itu, organ lain seperti otak sudah tidak berfungsi. Sudah tidak bisa berpikir logis, sehingga membuka jaket dan sarung tangan dalam kondisi yang dingin. Itu akibat hipotermia dan sudah di fase akhir, setelah itu meninggal dunia," ujar Tjahjadi yang juga co-founder CSVakansi, operator wisata minat khusus di Indonesia.

Oleh sebab itu, perencanaan dan persiapan pendakian gunung harus diperhatikan semaksimal mungkin. Dalam perencanaan, harus diperhatikan soal ramalan cuaca, trek pendakian gunung dan lainnya. Sedangkan dalam persiapan, alat-alat pendakian gunung dan perlengkapan lainnnya harus disediakan dan kalau perlu membawa cadangan atau tambahannya.

"Harus selalu menganalisa risiko, jadi kita tahu risiko pendakian gunungnya sebesar apa," tutupnya. 

Gara-gara Minum Air Keran Bandara, 6 Traveler Ini Jatuh Sakit

Gara-gara minum air keran bandara, setidaknya 6 penumpang pesawat di AS jatuh sakit. Pihak bandara pun menutup keran air ini untuk proses investigasi.

Di bandara luar negeri, lazim kita temukan keran air minum gratis yang memang disediakan untuk traveler. Seperti halnya yang ada di Bandara Internasional Cleveland Hopkins, Cleveland, AS.

Air ini bisa langsung diminum atau pun dimasukkan ke dalam botol tumblr untuk isi ulang. Namun setidaknya 6 penumpang pesawat Frontier Airlines dengan nomor penerbangan 1397 tujuan ke Tampa, AS justru merasakan sakit setelah minum air keran ini.

Mereka merasakan sakit sesaat setelah take off dari bandara tersebut. Sesampainya di Tampa, mereka malah makin sakit muntah-muntah.

Dilansir detikTravel dari CNN, Selasa (8/1/2019), mereka diduga mengalami keracunan setelah minum dari air keran di Bandara Cleveland. Pihak maskapai pun langsung memberikan pertolongan medis ke para penumpang ini.

"Penyebab sakitanya para penumpang ini masih diinvestigasi. Keselamatan para penumpng adalah prioritas utama maskapai Frontier," ujar juru bicara maskapai Frontier.

Sementara itu, pihak Bandara Cleveland langsung melakukan tindakan preventif dengan menutup beberapa keran air minum di bandara tersebut guna proses investigasi. Sampel air dari keran ini kemudian diteliti untuk mencari penyebab sakitnya para penumpang.

Yang terbaru, hasil investigasi yang dilakukan Cleveland Departement of Public Health, Cleveland Water, dan pihak bandara menyebutkan air di bandara tersebut ternyata aman untuk diminum.

Serangkaian hasil tes di laboratorium menunjukkan air keran di bandara tersebut tidak mengandung bakteri ataupun material pencemar lainnya. Pihak-pihak terkait pun terus melakukan investigasi terkait penyebab insiden tersebut.

Sementara itu, sebanyak 266 penumpang yang ada di penerbangan Frontier tersebut tetap harus melaporkan kondisi kesehatan mereka selama beberapa hari ke depan.