Senin, 23 Maret 2020

Piramida Mesir Tak Pernah Sesepi Ini

Piramida Mesir sebagai magnet pariwisata dunia tak pernah sepi. Tapi, pandemi virus Corona membuatnya tak lagi sama.

Seorang traveler bernama Hannah Allam yang baru saja berlibur di Mesir yang menjadi saksinya. Hannah mengunjungi kompleks Piramida bersama anaknya beberapa waktu lalu.

Dilansir detikcom dari akun Twitter Hannah, terlihat keindahan Piramida dari kejauhan. Memanfaatkan tur kuda, Hannah mengelilingi kompleks Piramida.

Saat tiba di area Piramida, Hannah merasakan ada sesuatu yang berbeda. Kompleks Piramida itu hampir kosong.

Dari informasi pemandu wisatanya, Hannah menjadi tahu alasan Piramdia begitu sepi. Bukan cuma hari itu, namun sepekan terakhir ini kawasan tersebut tak kedatangan turis. Semua rencana perjalanan yang sudah dipesan harus dibatalkan.

"Saya tak pernah melihat Piramida sesepi ini," Hannah mencuitkan lewat Twitter.

Mesir bukannya bebas Corona. Di negara itu muncul 327 kasus Corona hingga hari ini.

Meski tak melakukan kebijakan lockdown, namun Mesir menutup beberapa tempat seperti resor dan masjid guna mencegah penyebaran virus Corona.

"Hanya kita dan mumi saat ini," ujar salah seorang pemandu tur kuda.

Dari pengamatan mata Hannah, kompleks Piramida itu hanya diisi oleh segelintir turis dan rombongan anak sekolah saja.

Ikut Cegah Corona, TMII Ditutup Sementara Waktu

Satu per satu tempat wisata di DKI Jakarta mulai tutup untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Yang terbaru, TMII mulai tutup sementara waktu.
Lewat surat udaran Pemprov dan Kadisparekraf DKI Jakarta, sejumlah tempat wisata dan keramaian di DKI Jakarta diminta untuk tutup sementara waktu terkait pencegahan COVID-19.

Hingga saat ini, diketahui ada sekitar 30 tempat wisata di DKI Jakarta baik yang dikelola pemprov maupun swasta yang mulai mengikuti imbauan. Terakhir, ada Taman Mini Indonesia Indah atau TMII yang mulai mengikuti imbauan secara keseluruhan.

Seperti dilihat detikcom dari surat edaran Yayasan Harapan Kita selaku Badan Pengelola dan Pengembangan TMII pada pimpinan PT Puri Indah Mandiri Lestari selaku pengelola pintu masuk TMII hari Senin ini (23/3/2020), terkait penutupan keseluruhan komplek TMII.

Surat itu menjadi susulan pada pihak pengelola pintu masuk TMII terkait upaya antisipasi penyebaran infeksi virus corona (COVID-19) serta mendukung langkah pemerintah. Selain melakukan imbauan penutupan sementara, kegiatan pun juga diminta ditangguhkan.

"Kegiatan atau program yang telah terjadwal sebelumnya supaya dijadwal ulang (ditunda pelaksanaannya/reschedule dan menyesuaikan dengan perkembangan situasi/kondisi)" bunyi surat edarannya.

Surat itu pun ditandatangani langsung oleh Dirut Operasi dan Pengembangan TMII, Maulana Cholid, hari ini dengan tembusan ke Direktur Umum, para pimpinan anjungan daerah, museum, usaha, para kordinator dan manajer TMII.

Seperti dijelaskan dalam surat edarannya, penutupan keseluruhan komplek TMII dilakukan sementara waktu sambil mengikuti perkembangan situasi dan kondisi terkini.

Sebelumnya, hanya Anjungan DKI di TMII yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta saja yang ditutup. Terkait surat edaran itu, detikcom pun masih mencoba mengkonfirmasi perihal penutupan sementara tersebut pada pihak pengelola TMII.

Lewat Youtube, Wishnutama Bicara Tantangan Berat Wisata Vs Corona

Virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO beberapa waktu lalu. Bagaimana Kemenparekraf menanggapi hal ini?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, sempat membuka peluang untuk menggelar konferensi pers setelah pariwisata Indonesia babak belur saat wabah virus Corona pada Senin (23/3/2020). Tapi, kemudian dia memutuskan untuk berpidato melalui Youtube untuk memberikan keterangan tentang kondisi wisata Tanah Air terkini.
Dalam pidato itu dia tak lagi menyinggung insentif untuk influencer atau pemilik usaha wisata. Wishnutama mengutamakan untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

"Kami sangat menyadari ini adalah rintangan yang tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak mungkin untuk kita hadapi bersama. Belajar dari berbagai pengalaman. dari negara lain yang mengalami hal serupa. Satu hal yang pasti yang terbaik menanggulangi COVID-19 adalah dengan menghentikan penularannya secepat-cepatnya," kata Wishnutama dalam Live Streaming dari akun YouTube Kemeparekraf.

Dalam hal ini, Wishnutama mengatakan bahwa pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dalam menghadapi wabah COVID 19. Kemenparekraf tak hanya akan membantu usaha hotel dan restoran, namun juga usaha kecil yang mengandalkan pariwisata.

"Kami harus katakan sektor pariwisata adalah sektor yang paling pertama terdampak dan mempunyai tantangan yang sangat besar dalam menghadapi wabah Covid 19 ini. Dan, ketika kita bicara sektor pariwisata, saya tidak hanya bicara restoran, event organizer, travel agent dan lain-lain. juga yang bekerja di dalamnya ada usaha kecil menegah di sana, ada penduduk tertentu yang mengandalkan pariwisata sebagai mata pencaharian di sana," ujar dia.

"Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera mengumumkan langkah konkrit terkait penanggulangan virus Corona dalam sektor pariwisata, sejalan dengan inpres no. 4 tahun 2020 yang dikeluarkan oleh bapak presiden yang dikeluarkan pada 22 Maret 2020."

"Kemenparekraf sedang merelokasi berbagai anggaran dalam menangani Covid 19 ini, juga ada beberapa langkah yang sedang kami lakukan."

Pertama, Kemenparekraf sedang mempersiapkan kerja sama dengan jaringan hotel untuk menjadi sarana tempat tinggal untuk tenaga medis dan gugus tugas di berbagai daerah. Agar mereka lebih dekat dengan rumah sakit yang menangani wabah, yg jika diperlukan nantinya dapat dijadikan lokasi isolasi mandiri.

"Kemarin secara khusus kami sudah bicara dengan Kepala BNPB untuk berkoordinasi tentang hal ini," kata Wishnutama

Sejalan dengan ini, juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19 juga mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan hotel sebagai ruang isolasi rumah sakit. Namun belum jelas dikatakan hotel mana yang akan digunakan.

"Tidak lama lagi, swasta akan memberikan sumbangsihnya berupa penggunaan hotel yang seluruhnya akan digunakan sebagai ruang isolasi rumah sakit untuk penanganan COVID-19. Kita juga gunakan Wisma Atlet untuk menangani itu," ujar juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (21/3/2020).

Wishnutama juga telah mengupayakan penyiapan alat transportasi untuk para petugas medis. Selain itu, pemerintah juga berupaya mengurangi potensi phk karyawan

"Kemenparekraf mengadakan komunikasi untuk menyiapkan arah transportasi dan berikan biaya untuk para petugas medis dan gugus tugas. pemerintah juga berupaya mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban biaya para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut," kata Wishnutama.

Namun, Wishnutama berharap, dalam hal ini diperlukan kerja sama dari masyarakat agar wabah virus Corona dapat segera teratasi.