Selasa, 05 Mei 2020

Dubes China Berbagi Kiat Keberhasilan Mengatasi Wabah Virus Corona

Pemerintah China telah berhasil mengendalikan penyebaran wabah virus Corona yang kini tengah melanda dunia. Apa saja yang telah dilakukan negara itu dalam penanganan wabah mematikan ini?
Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menyebut bahwa pengalaman pemerintah China dalam menghadapi wabah Corona dapat dirangkum dalam empat aspek.

"Yang pertama dari segi konsep, rakyat dan nyawa manusia adalah prioritas. Keselamatan dan kesehatan masyarakat selalu diutamakan," ujar Xiao dalam media briefing tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19, Selasa (5/5/2020).

"Yang kedua dari segi sistem perintah, kepemimpinan kuat dari Partai Komunis Tiongkok, penyusunan strategi dan komando langsung dari Presiden Xi Jinping, membentuk sistem penanggapan yang sangat terpadu dan efisien," imbuhnya.

"Yang ketiga dari segi strategis, melakukan pencegahan dan pengendalian epidemi secara akurat, ilmiah dan sesuai hukum," kata Dubes RRC tersebut.

"Yang keempat dari segi tindakan, memperhatikan peran pencegahan dan pengendalian setiap keluarga dan setiap unit komunitas, memastikan respons nasional yang terkoordinasi, mengalokasikan sumber daya medis dalam rangka seluruh negara, mempererat kolaborasi, mengandalkan ilmu pengetahuan di mana kita memainkan perannya secara maksimal dalam setiap mata rantai pencegahan dan pengendalian epidemi, mematuhi prinsip yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab, memperkuat pertukaran dan kerjasama internasional secara mendalam," imbuhnya.

Xiao juga mengatakan bahwa setiap negara memiliki kondisi berbeda dalam menanggapi epidemi. "Tiongkok dengan tegas mendukung upaya pemerintah Joko Widodo untuk melawan COVID-19. Kami percaya bahwa dengan upaya bersama pemerintah, berbagai kalangan masyarakat serta segenap rakyat Indonesia, Indonesia akan sesegera mungkin mengalahkan epidemi COVID-19," tutur Xiao.

Xiao menekankan bahwa pandemi Corona ini adalah musuh bersama umat manusia. "Negara dengan berbagai ideologi dan sistem sosial perlu bekerja sama untuk mengatasinya," tandasnya.

China Yakin Indonesia Akan Menangkan Perang Melawan Corona Secepat Mungkin

Sama seperti banyak negara lainnya di dunia, Indonesia kini tengah menghadapi tantangan pandemi virus Corona. Namun pemerintah China yakin bahwa Indonesia akan memenangkan pandemi ini dengan secepat mungkin.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang kuat, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan secara komprehensif dan menanggapi wabah secara ampuh," kata Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian dalam media briefing tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19, Selasa (5/5/2020).

"Masyarakat Indonesia telah menunjukkan tekad dan keyakinan yang kuat untuk mengatasi epidemi Kami dengan tulus ikhlas mengapresiasi upayanya, dan sangat percaya bahwa Indonesia pasti dapat sesegera mungkin mengatasi epidemi dan memulihkan tatanan ekonomi dan sosial yang normal," imbuh Dubes RRC tersebut.

Dalam pernyataannya, Dubes Xiao Qian mengatakan, bahwa, Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah beberapa kali mengadakan konferensi pers dengan misi diplomatik asing untuk menginformasikan situasi epidemi dan langkah-langkah penanganan wabah pemerintah Indonesia dengan akurat dan tepat waktu.

"Pemerintah Indonesia telah menunjukkan citra yang terbuka, transparan dan bertanggung jawab dengan melakukan kerja sama internasional secara aktif, memberikan perlindungan setara terhadap warga negara asing di Indonesia, serta menyediakan fasilitas bagi para diplomat dan anggota keluarganya untuk mengunjungi dokter," ujar Xiao.

China: Menlu AS 'Gila' Soal Klaim Corona dari Lab Wuhan

 China melalui televisi nasionalnya, CCTV, menyerang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo terkait klaim adanya bukti soal virus Corona (COVID-19) berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan. CCTV menyebut klaim Pompeo itu sebagai 'pernyataan gila'.
Pompeo dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (3/5) waktu setempat, menyatakan bahwa ada 'sejumlah besar bukti' yang menunjukkan virus Corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China -- titik nol pandemi virus Corona.

Klaim itu terus-menerus didorong oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang semakin kritis terhadap cara China menangani wabah virus Corona di awal-awal setelah virus ini terdeteksi di kota Wuhan, akhir tahun lalu. Sejauh ini, virus Corona telah menginfeksi lebih dari lebih dari 3,5 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 251 ribu orang secara global.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/5/2020), CCTV dalam tayangan pada Senin (4/5) waktu setempat menyebut klaim Pompeo sebagai 'pernyataan gila dan bersifat mengelak'. Tayangan itu diberi judul 'Pompeo yang jahat secara ceroboh memuntahkan racun dan menyebarkan kebohongan'.

Dalam tayangan itu, CCTV menyertakan komentar Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan dan pakar virologi Columbia University, W Ian Lipkin, yang mengklaim virus Corona terbentuk secara alami dan bukan dibuat oleh manusia atau bocor dari laboratorium.

"Pernyataan salah dan tidak masuk akal dari politikus Amerika semakin memperjelas kepada orang-orang bahwa 'bukti' itu tidak ada," demikian bunyi narasi tayangan CCTV itu.

"Hype soal 'virus bocor dari sebuah lab Wuhan' adalah kebohongan total. Para politikus Amerika berupaya menggeser kesalahan, mencurangi suara rakyat dan menekan China saat upaya anti-epidemi domestik dari mereka sungguh kacau," imbuh CCTV.

Sementara itu, surat kabar nasional China, Global Times, juga mengomentari klaim Pompeo dalam editorialnya pada edisi Senin (4/5) waktu setempat. Global Times, seperti dilansir CNN, menyebut Pompeo yang mantan Direktur CIA itu 'telah mengejutkan dunia dengan tuduhan tak berdasar'.

"Sejak Pompeo menyatakan klaimnya didukung oleh 'sejumlah besar bukti' maka dia seharusnya menghadirkan bukti yang disebutnya itu kepada dunia, dan khususnya kepada publik Amerika yang terus-menerus berupaya dibodohi," sebut editorial Global Times.

"Kebenarannya adalah Pompeo tidak memiliki bukti apapun dan dalam wawancara hari Minggu (4/5) waktu setempat, dia menggertak," imbuh editorial itu.

China dan AS berulang kali perang kata-kata soal asal usul virus Corona. Pada Maret lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mendorong teori konspirasi yang menyebut militer AS yang mungkin membawa virus Corona ke China. Sedangkan AS terus melontarkan tuduhan bahwa virus Corona bocor dari sebuah laboratorium di China.

Terlepas dari itu, kebanyakan ilmuwan meyakini bahwa virus Corona 'melompati' dari hewan ke manusia setelah muncul di China, yang kemungkinan besar berasal dari sebuah pasar di Wuhan yang menjual hewan-hewan eksotik untuk dimakan.