Kamis, 11 Juni 2020

Ahli Yakini Corona Bukan Menjadi Pandemi Terakhir dari Hewan Liar

Pandemi virus Corona COVID-19 yang terjadi saat ini disebut bukan merupakan pandemi terakhir. Pandangan ini muncul dari para ahli kesehatan yang mempelajari bagaimana dan di mana wabah baru muncul.
Bahkan para ahli tengah mengembangkan sistem pendekatan untuk mengenali atau memprediksi penyakit dari hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Hal ini adalah salah satu upaya para ahli untuk pencegahan pandemi berikutnya.

Para ahli mengembangkan sistem untuk memprediksi penyakit hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di University of Liverpool, Inggris, merupakan bagian dari upaya dunia untuk mengembangkan cara-cara mempersiapkan diri lebih baik untuk pandemi di masa depan.

"Dalam 20 tahun terakhir, kita memiliki enam ancaman signifikan SARS, MERS, Ebola, flu burung, dan flu babi," kata Prof Matthew Baylis dari University of Liverpool kepada BBC News.

"Dan ini bukan pandemi terakhir yang akan kita hadapi, jadi kita perlu melihat lebih dekat pada penyakit satwa liar," lanjut Prof Baylis.

Sebagai bagian dari pemeriksaan ketat ini, ia dan rekan-rekannya telah merancang sistem prediksi yang dapat menyelidiki basis data yang luas dari setiap penyakit satwa liar yang diketahui.

"Ini akan menjadi langkah lain sama sekali untuk mengetahui penyakit apa yang dapat menyebabkanpandemi, tetapi kami membuat kemajuan dengan langkah pertama ini," kata ProfBaylis.

Vaksin Corona China Diklaim Siap Digunakan pada Awal September

Penasihat medis sekaligus pakar penyakit menular di Beijing, China, Dr Zhong Nanshan, mengklaim vaksin pertama dari negaranya siap digunakan pada awal musim gugur atau sekitar bulan September mendatang.. Ia mengatakan bahwa pandemi Corona ini harus ditangani dengan vaksin, bukan kekebalan kawanan atau herd immunity.
Konsep herd immunity yang sebelumnya diajukan oleh pemerintah Inggris sebagai cara untuk memerangi virus ini dikecam para ahli epidemiologi. Alasannya karena konsep tersebut bisa mengorbankan banyak nyawa.

"Suatu negara perlu 60-70 persen orang yang terinfeksi untuk mencapai herd immunity. Jika tercapai, tujuh persen dari mereka bisa meninggal karena penyakit tersebut," kata Dr Zhong, yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (9/6/2020).

Dr Zhong mengatakan, beberapa vaksin yang dikembangkan oleh para ilmuwan China bisa siap untuk digunakan pada keadaan darurat.

"Beberapa dari vaksin tersebut bisa digunakan untuk keadaan darurat, diperkirakan pada akhir tahun ini. Kami percaya, di musim gugur atau musim dingin ini pun sudah bisa digunakan," jelasnya.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan pemerintah pusat, saat ini di China sedang menguji setidaknya lima jenis vaksin untuk melawan virus Corona COVID-19.

5 Manfaat Mandi Air Dingin di Pagi Hari

 Udara pagi hari yang sejuk adalah sumber kebahagiaan. Hadirnya cahaya matahari yang tidak terlalu panas membuat tubuh jadi bersemangat.
Salah satu upaya untuk membuat tubuh menjadi lebih segar sepanjang hari dengan mandi di pagi hari. Tujuan dari mandi yaitu untuk membersihkan diri, melepas penat, menghilangkan keringat dan kotoran. Ternyata aktivitas mandi air dingin di pagi hari banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita lho.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa manfaat mandi air dingin di pagi hari.

1. Meningkatkan sistem imunitas
Mandi sebelum subuh mampu meningkatkan gerakan limfatik. Kinerja limfatik merupakan gerakan sel darah putih dalam melawan berbagai infeksi serta virus di dalam tubuh.

Jadi dengan mandi air dingin secara teratur dapat meningkatkan kadar sel darah putih. Dengan produksi sel darah putih yang melimpah inilah ketahanan tubuh kamu terhadap penyakit juga akan semakin kuat, karena fungsi sel darah putih akan melawan penyakit yang masuk ke tubuh dan berdampak pada imunitas tubuh yang kuat.

2. Bagus untuk kesehatan rambut
Tak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, untuk kamu yang rajin mandi pagi ternyata sangat bermanfaat pada kesehatan rambutmu. Mandi pagi dengan air dingin membuat rambut jadi sehat dan memperkuat akar rambut sehingga terhindar dari kerontokan.

Tak hanya itu, menyiram air dingin pada bagian atas hingga bawah tubuhmu dapat melembabkan serta mengencangkan pori-pori kepala, sehingga memperlancar aliran darah.

3. Meningkatkan kesuburan
Mandi pagi sebelum subuh ini ternyata juga bisa meningkatkan kesuburan. Pemicu produksi hormon testosteron pria dan hormon estrogen perempuan salah satunya adalah dengan mandi pagi.

Dengan produksi hormon yang baik dapat meningkatkan kesuburan reproduksi pria dan wanita. Nah, hal itu sangat berpengaruh untuk laki-laki. Di mana produksi sperma laki-laki secara signifikan dapat meningkat setelah usai membersihkan tubuh di pagi hari.
https://indomovie28.net/captain-tsubasa-2018-episode-21-subtitle-indonesia/

Para Ahli Kini Cemaskan Penularan Virus Corona Melalui Mata

Beberapa bukti telah menunjukkan bahwa virus penyebab COVID-19 dapat ditularkan melalui mata. Untuk itu para ahli menyarankan orang-orang yang berisiko tinggi harus mengenakan pelindung mata, patuh mempraktikkan jarak sosial dan selalu mengenakan masker.
Orang yang berisiko tinggi tersebut antara lain lansia, mereka yang memiliki penyakit penyerta dan petugas medis.

Ketika berbicara mengenai penularan melalui mata, tidak hanya menyentuh mata yang berpotensi berbahaya. Droplet langsung dari batuk, bersin, dan berbicara dari orang sakit berisiko menularkan virus Corona melalui mata.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal The Lancet meninjau risiko penularan virus jika seseorang menerapkan jarak sosial, mengenakan pelindung wajah atau face shield, masker, dan penutup mata.

Secara khusus, studi tersebut menunjukkan mengenakan pelindung wajah dan kacamata dikaitkan dengan risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan tidak mengenakan penutup mata. Jika mengenakan pelindung mata, risiko turun menjadi 6 persen dari 16 persen.

"Ini adalah rekomendasi saya bahwa jika menangani pasien, kami (tenaga medis) harus mengenakan masker, face shield, dan tetap menjaga kebersihan tangan," ujar kepala pencegahan infeksi di South Shore Health, dikutip dari ABC News.

Tapi bagaimana jika hanya beraktivitas sehari-hari?

Menurut beberapa studi, adalah ide yang lebih baik jika seseorang mengenakan pelindung mata dan masker, terutama jika memiliki masalah medis yang mendasari atau mengunjungi tempat yang berisiko mendatangkan banyak orang, misalnya supermarket.

"Memakai pelindung mata dalam situasi berisiko tinggi tampaknya lebih bijaksana... Kacamata dapat memberikan perlindungan tambahan," kata Dr. Vincente Diaz, spesialis imunologi mata dan infeksius, di Yale University School of Medicine.

Sampai saat ini peneliti masih terus mempelajari tentang virus Corona. Dari apa yang diketahui, penyakit tersebut sangat menular dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui banyak jalur.

Perlu digarisbawahi pun jika mengenakan pelindung mata atau face shield, langkah-langkah mitigasi transmisi lainnya seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial tetap harus dilakukan.

Ahli Yakini Corona Bukan Menjadi Pandemi Terakhir dari Hewan Liar

Pandemi virus Corona COVID-19 yang terjadi saat ini disebut bukan merupakan pandemi terakhir. Pandangan ini muncul dari para ahli kesehatan yang mempelajari bagaimana dan di mana wabah baru muncul.
Bahkan para ahli tengah mengembangkan sistem pendekatan untuk mengenali atau memprediksi penyakit dari hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Hal ini adalah salah satu upaya para ahli untuk pencegahan pandemi berikutnya.

Para ahli mengembangkan sistem untuk memprediksi penyakit hewan liar mana yang paling berisiko bagi manusia. Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di University of Liverpool, Inggris, merupakan bagian dari upaya dunia untuk mengembangkan cara-cara mempersiapkan diri lebih baik untuk pandemi di masa depan.

"Dalam 20 tahun terakhir, kita memiliki enam ancaman signifikan SARS, MERS, Ebola, flu burung, dan flu babi," kata Prof Matthew Baylis dari University of Liverpool kepada BBC News.

"Dan ini bukan pandemi terakhir yang akan kita hadapi, jadi kita perlu melihat lebih dekat pada penyakit satwa liar," lanjut Prof Baylis.

Sebagai bagian dari pemeriksaan ketat ini, ia dan rekan-rekannya telah merancang sistem prediksi yang dapat menyelidiki basis data yang luas dari setiap penyakit satwa liar yang diketahui.

"Ini akan menjadi langkah lain sama sekali untuk mengetahui penyakit apa yang dapat menyebabkanpandemi, tetapi kami membuat kemajuan dengan langkah pertama ini," kata ProfBaylis.
https://indomovie28.net/sex-rental-japanese-student/