Sabtu, 13 Juni 2020

Gowes Intensitas Tinggi Tak Dianjurkan Pakai Masker

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menganjurkan pesepeda yang bermasker tidak bersepeda lebih dari 60 menit maupun melintasi medan berat. Mengingat pemakaian masker saat olahraga dengan intensitas tinggi dapat mengurangi asupan oksigen.
Kepala Seksi (Kasie) Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Okto Heru Santosa mengatakan, bahwa saat ini banyak masyarakat yang memilih bersepeda untuk berolahraga sehari-hari. Namun, banyak yang belum tahu dampak dari pemakaian masker saat bersepeda dengan rute yang sangat jauh.

Karena itu, pihaknya berkonsultasi dengan dokter spesialis olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hasilnya, pesepeda yang mengenakan masker dianjurkan untuk tidak bersepeda lebih dari 60 menit dan melintasi medan berat.

"Rinciannya 30 menit pergi dan 30 menit pulang. Karena kalau medannya berat terus menggunakan masker bisa berbahaya untuk intake oksigen," ucapnya saat di Ruang Sadewa, kompleks kantor Wali Kota Yogyakarta, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, penggunaan masker dapat menyesuaikan kebutuhan. Seperti halnya memilih masker yang ringan untuk olahraga dengan intensitas sedang.

"Untuk olahraga ringan dan olahraga sedang masih boleh maskeran, tapi untuk (olahraga) yang intensitas berat tidak boleh bermasker," ujarnya.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) tidak merekomendasikan olahraga intensitas tinggi untuk menjaga kebugaran karena justru akan melemahkan imunitas. Olahraga dengan intensitas ringan-sedang lebih memberikan manfaat bagi daya tahan tubuh.

Okto juga meminta pesepeda untuk tidak berhenti di suatu tempat dan berkerumun. Mengingat saat ini masih banyak pesepeda yang berhenti di titik keramaian dan memicu kerumunan.

"Terus kalau memilih tempat istirahat jangan yang memicu kerumunan. Karena biasanya pesepeda itu berhenti di tempat singgah yang ada fasilitas jajan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, bahwa Pemkot tetap mewajibkan penggunaan masker bagi masyarakat yang berolahraga, khususnya bersepeda. Namun, dia meminta agar masyarakat tidak berlebihan saat berolahraga menggunakan masker.

"Jadi bersepeda menggunakan masker masih diwajibkan ya, terutama yang bersepeda muter kota-kota," katanya.

"Nah yang tidak diwajibkan (pakai masker) untuk trek naik turun gunung karena memakan waktu yang lebih lama dan membuat oksigen yang kita peroleh tidak maksimal," imbuh Heroe.

Terbelit Lahan di Brebes, Pengembangan Kawasan Industri Pindah ke Batang

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut proyek kawasan industri Brebes (KIB) akan dipindahkan ke Batang yang juga berada di Jawa Tengah. Hal ini karena masih adanya beberapa masalah yang mengganjal untuk menjalankan proyek.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan nantinya Brebes juga dikembangkan untuk investasi.

"Brebes akan tetap dikembangkan, tetapi ini dibawa dulu ke Batang," kata dia dalam video conference, Jumat (12/6/2020).

Dia menjelaskan, selain karena Batang lebih siap, di Brebes pembebasan lahan belum bisa diselesaikan, karena ada kawasan industri Brebes (KIB) yang memiliki ketinggian sangat rendah dan dibutuhkan investasi untuk pengurukan.

Sebelumnya BKPM memastikan iklim investasi dalam situasi new normal ini bisa berjalan seperti sebelumnya. Bahlil menyampaikan bahwa secara umum realisasi investasi di daerah-daerah mulai berjalan lancar setelah kegiatan industri dan investasi sempat tertunda selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kita pantau kegiatan investasi mulai berdenyut. Pekerjaan konstruksi di lapangan sudah berjalan dengan baik," ujar Bahlil.

Dia mengingatkan agar kegiatan usaha di lapangan sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Tadi saya cek langsung di PLTU Batang, standardisasi COVID-19 bahkan dia sudah pakai teknologi yang otomatis mampu mendeteksi suhu tubuh karyawan yang masuk ke kawasan pembangkit," ucap Bahlil.

Ramai-ramai Antre Beli Sepeda Meski Toko Belum Buka

Olahraga merupakan salah satu cara meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19, salah satunya yang tengah digandrungi saat ini adalah olahraga bersepeda. Meningkatnya minat bersepeda menjadi berkah untuk penjual sepeda, bahkan selama pandemi ini omzet mereka meningkat 2 kali lipat.
Seperti halnya di sebuah toko sepeda yang ada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Toko sepeda bernama Orion ini setiap harinya dijejali masyarakat yang ingin membeli sepeda ataupun sparepart sepeda.

Pantauan detikcom, sedari siang hari tampak puluhan orang mengantre di depan toko tersebut. Bahkan, antrean semakin panjang karena pemilik toko hanya membuka 1 rolling door untuk masuk ke toko tersebut.

Selain itu, setiap pengunjung yang masuk diwajibkan untuk mencuci tangan di sebuah wastafel portabel. Selanjutnya, pengunjung harus menjalani pemeriksaan suhu dan jika tidak melampaui 37,5 derajat maka diperbolehkan masuk.

Tak sampai di situ, di dalam toko pun para pengunjung harus rela mengantre lagi dengan menerapkan physical distancing. Hal tersebut lah yang membuat antrean pembeli sepeda mengular hingga luar toko tersebut.

Pemilik toko sepeda Orion, Julius (27) mengatakan, bahwa peningkatan jumlah pengunjung memang kerap terjadi pasca hari raya Idul Fitri. Namun, setelah itu jumlah pengunjung malah semakin meningkat.

"Mulai ramai yang beli itu setelah lebaran, biasanya setelah lebaran itu semingguan masih ramai. Nah, mulai mau new normal kebetulan tambah banyak," katanya saat ditemui detikcom di toko Orion, Kamis (11/6/2020) petang.

Julius melanjutkan, banyaknya pengunjung mungkin karena mereka ingin meningkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan salah satu yang dipilih adalah bersepeda. Terlebih, bersepeda adalah olahraga yang bisa dilakukan kapanpun dan di manapun.

Menyoal banyaknya pengunjung yang mengular hingga luar toko, Julius tidak mempermasalahkannya. Mengingat hal tersebut untuk mencegah kerumunan di dalam toko. Apalagi dalam sehari ada puluhan orang yang menyambangi tokonya.

"Jadi hanya dibuka 1 (rolling door) itu untuk menerapkan physical distancing, kan itu anjuran pemerintah dan kita ikuti protokol kesehatan. Tujuannya agar jangan sampai ramai-ramai itu malah membahayakan kita dam pembeli," ucapnya.

"Untuk protokol kesehatan sendiri kita sudah sediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, cek suhu dengan thermogun dan di dalam (toko) diterapkan physical distancing," imbuh Julius.

Terkait omzet, Julius mengaku mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mengingat dalam sehari dia mampu menjual puluhan unit sepeda.

"Kalau omzet pasti meningkat lah, sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Karena dalam sehari kita bisa menjual 10 sampai 15 unit (sepeda)," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli sepeda di toko sepeda Orion, Cristin (30) mengaku datang ke Orion untuk membeli satu unit sepeda. Warga Kota Yogyakarta ini rela mengantre karena harga sepeda di toko tersebut lebih miring dibanding toko sepeda lainnya yang ada di Jalan Brigjen Katamso.

"Saya belum lama ini yang ngantre, ini mengantre karena mau beli sepeda seli (sepeda lipat). Sebenarnya tadi sudah keliling (di toko sepeda lainnya) cari yang tidak antre, tapi di sini ternyata harganya lebih miring dan saya putuskan untuk mengantre saja," ujarnya.
https://indomovie28.net/mortal-kombat-rebirth/