Selasa, 16 Juni 2020

Viral 2 Suspek Corona di Klaten, Dinkes Pastikan Hoax

Berita di media sosial yang menyatakan ada dua warga di Kecamatan Karangnongko dan Delanggu suspek virus Corona dibantah Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan Pemkab Klaten menyatakan berita itu berita hoax.
"Tidak benar itu. Dinas kesehatan tidak pernah menyatakan ada suspek corona virus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dr Cahyono Widodo pada detikcom, Kamis (5/3/2020) malam melalui ponselnya.

Cahyono menegaskan sampai saat ini tidak ada kasus suspec Corona. Masyarakat diminta tidak panik soal Corona.

"Tetap tenang. Tidak perlu panik dan waspada," lanjut Cahyono.

Menurut Cahyono, untuk mengantisipasi Corona atau virus apapun masyarakat harus melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk cuci tangan pakai sabun.

"Cuci tangan pakai sabun. Konsumsi zat begizi untuk meningkatkan imunitas, berolah raga untuk meningkatkan kebugaran. Apabila menderita sakit segera ke sarana kesehatan," sambung Cahyono.

Penelusuran detikcom berita suspek Corona itu diunggah akun Luky Tama di grup Info Seputar Jatinom Kamis (5/3/2020) malam. Dalam postingannya, pemilik akun menulis dengan nada bertanya, "tenan ora Iki lur" (betul tidak ini saudara).

Luky dalam postingan menyertakan foto tangkapan layar dari Twitter. Dalam foto itu disebutkan bahwa di Karangnongko dan Delanggu ada suspek Corona.

Dalam foto juga disebut disebabkan orang Karangnongko habis umroh mampir Malaysia. Dan yang orang Delanggu pulang dari Cina.

Di akhir tulisan dalam tangkapan layar itu ditulis, "waspada semua, jg kesehatan dan kebersihan. Terima kasih, info dr Dinas Kesehatan Klaten".

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten Roni Roekmito mengungkapkan sudah mendapatkan informasi berita di Medsos itu. Sudah dikoordinasikan ke Dinas.

"Sudah kami sampaikan ke Dinas. Agar ditindaklanjuti," jelas Roni singkat pada detikcom di WA.

Saran Dokter Agar Tak Tertular Virus Corona di Tempat Kerja

 Mobilitas yang sangat tinggi membuat para pekerja lebih rentan terkena virus corona COVID-19. Lantas bagaimana cara mencegah penularan penyakit ini di lingkungan kerja?
Menurut dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk, untuk menjaga lingkungan kerja agar terhindar dari virus, sebaiknya berbagai macam peralatan di atas meja seperti komputer, keyboard, mouse, dan lain-lain dibersihkan secara rutin.

"Karena kan kadang-kadang nggak dibersih-bersihin sampai berbulan-bulan. Jadi sekarang harus lebih rajin bersih-bersih karena dipermukaan itu tempat tetesan-tetesan ludah itu," kata dr Dewi, Kamis (5/3/2020).

dr Dewi juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan udara di sekitar area kerja, lantaran menurutnya virus akan sulit menyebar di lingkungan yang bersih.

"Selanjutnya kebersihan lingkungan karena udara yang bersih itu virus akan lebih susah untuk menyebar," tuturnya.
https://indomovie28.net/assalamualaikum-beijing/

Hati-hati, Ini Risikonya Kalau Berlebihan Pakai Hand Sanitizer

Belakangan ini hand sanitizer langka di pasaran akibat banyak diburu orang untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Meski kerap disebut lebih efektif daripada mencuci tangan pakai air dan sabun, nyatanya menggunakan hand sanitizer terlalu sering bisa menyebabkan kulit menjadi kering.
Dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas FKUI, Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk, mengatakan sebaiknya penggunaan hand sanitizer tidak lebih dari lima kali dalam sehari.

"Kalau sudah lima kali cuci tangan pakai hand sanitizer itu tangan kita terasa seperti aneh dan kering. Nah kalau sudah kaya begitu baiknya cuci tangan pakai air dan sabun," kata dr Dewi, Kamis (5/2/2020).

Menurutnya kandungan alkohol dalam hand sanitizer jika terlalu sering digunakan bisa membuat kulit menjadi kering.

"Ada alkoholnya jadi zat-zat yang seperti itu ada efek ke kulit yaitu kulit jadi kering. Kalau kulit lebih kering berarti kulit akan mudah luka," jelas dr Dewi.

"Jadi kamu menyelesaikan yang itu tapi nggak menyelesaikan yang lain dan ini malah tambah masalah," tuturnya.

Viral 2 Suspek Corona di Klaten, Dinkes Pastikan Hoax

Berita di media sosial yang menyatakan ada dua warga di Kecamatan Karangnongko dan Delanggu suspek virus Corona dibantah Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan Pemkab Klaten menyatakan berita itu berita hoax.
"Tidak benar itu. Dinas kesehatan tidak pernah menyatakan ada suspek corona virus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dr Cahyono Widodo pada detikcom, Kamis (5/3/2020) malam melalui ponselnya.

Cahyono menegaskan sampai saat ini tidak ada kasus suspec Corona. Masyarakat diminta tidak panik soal Corona.

"Tetap tenang. Tidak perlu panik dan waspada," lanjut Cahyono.

Menurut Cahyono, untuk mengantisipasi Corona atau virus apapun masyarakat harus melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk cuci tangan pakai sabun.

"Cuci tangan pakai sabun. Konsumsi zat begizi untuk meningkatkan imunitas, berolah raga untuk meningkatkan kebugaran. Apabila menderita sakit segera ke sarana kesehatan," sambung Cahyono.

Penelusuran detikcom berita suspek Corona itu diunggah akun Luky Tama di grup Info Seputar Jatinom Kamis (5/3/2020) malam. Dalam postingannya, pemilik akun menulis dengan nada bertanya, "tenan ora Iki lur" (betul tidak ini saudara).

Luky dalam postingan menyertakan foto tangkapan layar dari Twitter. Dalam foto itu disebutkan bahwa di Karangnongko dan Delanggu ada suspek Corona.

Dalam foto juga disebut disebabkan orang Karangnongko habis umroh mampir Malaysia. Dan yang orang Delanggu pulang dari Cina.

Di akhir tulisan dalam tangkapan layar itu ditulis, "waspada semua, jg kesehatan dan kebersihan. Terima kasih, info dr Dinas Kesehatan Klaten".

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten Roni Roekmito mengungkapkan sudah mendapatkan informasi berita di Medsos itu. Sudah dikoordinasikan ke Dinas.

"Sudah kami sampaikan ke Dinas. Agar ditindaklanjuti," jelas Roni singkat pada detikcom di WA.