Pegiat media sosial Denny Siregar mengancam akan menggugat Telkomsel ke pengadilan. Hal ini terkait dengan kebocoran data yang dialaminya.
Denny berkicau di Twitter dan ramai menjadi perhatian netizen di Indonesia. Dia mengeluhkan kejadian kebocoran data pribadinya yang diungkapkan akun @Opposite6891.
Tweetnya mendapatkan tanggapan dari banyak netizen dan di-retweet 1.800 kali. Ada yang mengkritik dan membela. Denny Siregar tampaknya tidak puas dan lalu mengancam gugat ke pengadilan.
Ancaman gugatan ini pun ramai lagi dengan tanggapan warganet. Apalagi posisi Denny memang lagi jadi perbincangan terkait unggahan foto santri cilik yang disebutnya 'calon teroris'.
Denny Siregar dilaporkan ke polisi terkait dengan postingan tersebut. Kini urusan makin ramai dengan ancaman gugatan Denny ke Telkomsel. Terkait hal tersebut, Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel kepada detikINET mengatakan perlindungan data pengguna adalah prioritas mereka.
"Bagi Telkomsel, perlindungan data pelanggan selalu menjadi prioritas yang paling utama, sehingga kami senantiasa memastikan keamanan data dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam berkomunikasi," kata Denny Abidin.
Korea Selatan Andalkan Cermin AR untuk Jualan Makeup
Cermin dengan teknologi Augmented Reality (AR) jadi andalan baru di Seoul, Korea Selatan di mana memudahkan toko kecantikan menjual produknya.
Mengingat saat ini pandemi COVID-19 sehingga hal-hal yang berhubungan dengan sentuhan tubuh manusia sangat dihindari termasuk seperti mencoba-coba alat kosmetik seperti lipstik, maskara dan lainnya.
Tentunya dengan teknologi AR ini akan memudahkan bagi konsumen sebelum membeli untuk melihat cocok tidaknya warna lipstik yang akan dibeli ataupun panjangnya bulu mata. Bahkan bisa dicoba walaupun menggunakan masker.
Dilansir detiKINET dari Reuters, cara kerja cermin ini akan mengambil foto wajah konsumen dan kemudian menganalisanya, setelah itu akan direkomendasikan produk kecantikan berdasarkan tekstur kulit bahkan untuk mengatasi keluhan seperti cacat, keriput ataupun lingkaran hitam di bawah mata.
Konsumen kemudian dapat melihat gambar yang dihasilkan komputer dengan menampilkan dari apa yang mereka akan terlihat seperti memakai berbagai macam foundation, blush on hingga lipstik.
"Karena virus Corona rasanya tidak nyaman untuk mencoba kosmetik setelah seseorang menggunakannya," ujar salah satu konsumen saat itu mencoba cermin tersebut dengan tulisan 'Find Your Makeup Look'.
"Ini sangat nyaman karena aku bisa melihat warna aktual di wajahku tanpa menyentuh wajahku." sambungnya.
Selain adanya aturan jarak sosial, pemerintahan Korea Selatan juga meminta warganya yang akan membeli kosmetik untuk diujikan pada tangan saja tidak di bagian wajah.
"Itu membuat saya frustasi karena tidak bisa mencoba kosmetik di wajah saja, tapi menjadi menyenangkan untuk menemukan produk yang paling cocok melalui perangkat AR ini," ujar konsumen lainnya.
Seperti diketahui Korea Selatan dipuji setelah kemampuannya dalam menangani COVID-19, meski perekonomian yang terbesar keempat di Asia telah mengalami dampaknya yang sebagian besar terjadi di ibukota Seoul.
https://nonton08.com/black-clover-episode-50-subtitle-indonesia/