Rabu, 08 Juli 2020

Show Perdana Balmain di Era Social Distancing, Digelar di Tengah Sungai

The show must go on! Meski pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir di Paris, Prancis, perhelatan Paris Haute Couture Fashion Week tetap digelar. Balmain menjadi salah satu rumah mode yang secara perdana memamerkan koleksinya di era social distancing ini.

Berpegang pada protokol kesehatan, Direktur Kreatif Balmain Olivier Rousteing mencari lokasi yang dirasa aman untuk menggelar sebuah peragaan busana.

Pilihan Olivier lantas jatuh pada sebuah kapal 'peniche' yang biasa dipakai wisatawan untuk menikmati panorama di sekitaran Sungai Seine yang tersohor itu.

"Balmain sur Seine", demikian Olivier memberi tajuk fashion show yang sekaligus digelar untuk merayakan 75 tahun eksistensi rumah mode tersebut.

Kapal berangkat dari dermaga di depan Menara Eiffel pada pukul 19.30 waktu setempat, Minggu (5/7/2020). Hari masih terang karena musim panas membuat matahari bersinar lebih lama di Paris.

Kapal tersebut bergerak menelusuri Sungai Seine dengan 21 model yang berpose di dek paling atas. Gaun-gaun penuh warna dan motif yang mencolok menjadi sajian Balmain kali ini.

Peragaan Balmain kali ini memungkinkan publik tetap dapat menikmati sajian fashion dengan aman tanpa harus berkerumun di satu tempat. Balmain juga menyiarkan secara langsung fashion show tersebut melalui akun TikTok resminya.

Acara kian meriah saat kapal melewati kolong jembatan Pont des Arts di mana 50 penari beraksi dan penyanyi Prancis Yseult menyumbangkan suara merdunya.

"Dari awal lockdown di Paris, saya ingin membuat sesuatu untuk merayakan fashion dan rasa dari sebuah kebebasan setelah lockdown selama dua setengah bulan," ungkap Olivier kepada British Vogue.

Pria 34 tahun itu sadar bahwa Paris belum pulih total dari COVID-19. Oleh karena itu, anjuran social distancing tetap menjadi pegangannya.

"Di belakang panggung, semuanya serba berjarak. Kami memastikan ada jarak dua meter di antara para model saat di kapal," ungkap desainer telah mengepalai tim kreatif Balmain sejak 2011 itu.

Untuk inspirasi busana yang diperagakan, Olivier mengeksplor kembali arsip-arsip desain sang pendiri Balmain.

Pierre Balmain mendirikan rumah modenya pada 1945 di tengah situasi pelik akibat Perang Dunia II. Garis desain khas Balmain, 'Jolie Mademe', disebut sebagai simbol harapan dan optimisme, bersandingan dengan tawaran 'New Look' dari Dior.

"Kita tidak sedang menghadapi sebuah perang, tapi pandemi. Fashion sedang melalui masa yang berat. Menurut saya, tidak melakukan apapun bukan solusinya, melainkan mencoba menghargai dunia yang kita tinggali dan menebarkan harapan," ungkap Olivier.

Penampilan Bak Barbie, Wanita Ini Dianggap Terlalu Seksi untuk Kerja Kantoran

Tergila-gila dengan Barbie sejak kecil membuat wanita ini terobsesi ingin punya penampilan bak boneka lansiran dari Mattel tersebut. Wanita bernama Barbara Luna Sipos itu pun punya penampilan cantik dan seksi layaknya boneka hidup hingga dia dianggap terlalu seksi untuk bekerja di kantoran.

Penampilan seksi Barbara didapatnya dari berbagai prosedur kecantikan hingga melakukan implan payudara. Sejak remaja, Barbara telah melakukan implan payudara. Dari dadanya 34B menjadi 34F.

"Aku selalu ingin seperti karakter fantasi atau boneka. Memori pertama yang aku ingat adalah saat aku bermain Barbie dan aku mulai menjadi boneka hidup pada usia 17," ucapnya, seperti dikutip dari Yahoo Australia.

Punya penampilan yang terlalu seksi ternyata membuat wanita asal Budapest itu merasa tidak nyaman saat bekerja. Wanita yang pernah menjadi seorang resepsionis itu merasa menjadi objek seksual rekan-rekan kerja pria di kantornya.

"Jadi aku sadar bahwa pekerjaan seperti itu bukan untukku karena aku hidup di lingkungan di mana wanita menarik tidak punya pilihan untuk bisa mempertahankan pekerjaannya atau menaikkan posisi tanpa bercinta dengan bos. Yang seperti itu aku tidak mau," ungkapnya.

Barbara pun memilih untuk berhenti kerja, dan kini memilih untuk menjadi model seksi. Menjadi model cukup untuk membiayi hidupnya. Meski sebelumnya, dia sempat menikah dengan pria tajir yang membiayainya operasi plastik. Setidaknya, Barbara telah melakukan 10 bedah plastik.

Setelah bercerai dari sang suami, Barbara mengaku kini tengah mencari cinta sejati. Tapi diakuinya sulit mendapatkan cinta dari pria yang hanya menginginkan tubuhnya saja.
https://indomovie28.net/cast/ashanti/

Tas Hermes Palsu Dijual di Asia, Mantan Karyawan Diadili

Perkara penjualan tas Hermes palsu yang membidik pasar Asia berlanjut di pengadilan Prancis. Sebanyak 10 orang diadili, beberapa di antaranya adalah mantan karyawan Hermes.

Mereka dituduh melakukan pemalsuan tas Hermes dan menjualnya dengan harga mark-up. Seperti dilansir dari The Guardian, wisatawan Asia di Paris dan pembeli di beberapa negara Asia menjadi target utama mereka.

Berdasarkan keterangan penyidik di persidangan yang digelar di Paris baru-baru ini, 10 orang tersebut diduga terlibat dalam sebuah sindikat pemalsu tas yang terorganisir.

Penyidik berhasil membongkar sindikat tersebut setelah mereka melakukan penyadapan di apartemen milik seorang pria. Target disebut menjual tas hasil curian di Prancis kepada pembeli di Asia.

Hasil investigasi juga mengungkap adanya sebuah 'atelier rahasia' yang digunakan untuk memproduksi tas Hermes palsu.

Para pelaku yang diadili berusia antara 30 hingga 61 tahun. Mereka diduga telah membuat lusinan tas Hermes dalam kurun waktu 2013 dan 2014. Beberapa di antaranya adalah tas Birkin, salah satu seri paling terkenal dari brand premium asal Prancis tersebut.

Barang palsu mereka lantas dipasarkan dengan harga 23 ribu euro (Rp 374 juta) sampai 32 ribu euro (Rp 521 juta) per item. Dari kegiatan ilegal tersebut, mereka berhasil mengantongi keuntungan hingga 2 juta euro atau sekitar Rp 32 miliar.

Menurut penjelasan jaksa penuntut, pemalsuan tas Hermes diinisiasi oleh tiga sekawan. Dua di antaranya pernah bekerja untuk Hermes. Satu orang lainnya pernah menangani impor material kulit buatan Italia yang biasa dipakai Hermes.

Show Perdana Balmain di Era Social Distancing, Digelar di Tengah Sungai

The show must go on! Meski pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir di Paris, Prancis, perhelatan Paris Haute Couture Fashion Week tetap digelar. Balmain menjadi salah satu rumah mode yang secara perdana memamerkan koleksinya di era social distancing ini.

Berpegang pada protokol kesehatan, Direktur Kreatif Balmain Olivier Rousteing mencari lokasi yang dirasa aman untuk menggelar sebuah peragaan busana.

Pilihan Olivier lantas jatuh pada sebuah kapal 'peniche' yang biasa dipakai wisatawan untuk menikmati panorama di sekitaran Sungai Seine yang tersohor itu.

"Balmain sur Seine", demikian Olivier memberi tajuk fashion show yang sekaligus digelar untuk merayakan 75 tahun eksistensi rumah mode tersebut.

Kapal berangkat dari dermaga di depan Menara Eiffel pada pukul 19.30 waktu setempat, Minggu (5/7/2020). Hari masih terang karena musim panas membuat matahari bersinar lebih lama di Paris.

Kapal tersebut bergerak menelusuri Sungai Seine dengan 21 model yang berpose di dek paling atas. Gaun-gaun penuh warna dan motif yang mencolok menjadi sajian Balmain kali ini.

Peragaan Balmain kali ini memungkinkan publik tetap dapat menikmati sajian fashion dengan aman tanpa harus berkerumun di satu tempat. Balmain juga menyiarkan secara langsung fashion show tersebut melalui akun TikTok resminya.

Acara kian meriah saat kapal melewati kolong jembatan Pont des Arts di mana 50 penari beraksi dan penyanyi Prancis Yseult menyumbangkan suara merdunya.

"Dari awal lockdown di Paris, saya ingin membuat sesuatu untuk merayakan fashion dan rasa dari sebuah kebebasan setelah lockdown selama dua setengah bulan," ungkap Olivier kepada British Vogue.
https://indomovie28.net/star/yelawolf/