Bagi sebagian orang, penutup telinga adalah satu-satunya cara untuk menghindari suara saat sedang tidur. Menurut mereka penutup telinga sangat efektif agar kualitas tidur tetap terjaga apalagi setelah seharian penuh melewati berbagai aktivitas.
Dikutip dari Healthline, tidur dengan kualitas yang baik bisa memperkecil kemungkinan terkena risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, depresi, dan stroke.
Suara berisik kerap mengganggu usaha untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Karenanya, alat bantu berupa penutup telinga sering digunakan.
Apakah penutup telinga memiliki efek samping?
Penyumbat telinga umumnya aman. Namun, beberapa seseorang mengalami efek samping akibat menggunakan penutup telinga secara rutin. Saat menggunakan penutup telinga dapat mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam sehingga kotoran telinga menumpuk. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan Tinitus.
Selain itu, penutup telinga juga dapat menyebabkan infeksi telinga dan mengakibatkan terjadinya rasa sakit yang berkepanjangan pada telinga.
Lalu, penutup telinga apa yang baik digunakan?
Penutup telinga umumnya ada yang berukuran besar dan kecil. Sebenarnya untuk ukuran tidak masalah namun yang harus diperhatikan adalah sebaiknya penutup telinga memiliki lubang kecil yang dapat membantu menyamakan tekanan di telinga.
Selain itu, pilihlah penutup telinga yang lentur sehingga nyaman saat digunakan untuk tidur. Saat menggunakan penutup telinga, disarankan tidak memasukkannya terlalu dalam karena akan berisiko mengganggu lapisan gendang telinga. Agar penutup telinga tetap bersih cuci setiap hari dengan air hangat dan sabun tetapi pastikan penutup telinga kering sebelum digunakan.
Penutup telinga memang efektif bagi seseorang yang susah tidur. Namun, jika Anda mudah tidur walaupun kondisi berisik sebaiknya tidak perlu menggunakan penutup telinga.
3 Posisi Tidur Ini Berpengaruh bagi Kesehatan, Kamu Termasuk yang Mana?
Posisi tidur ternyata memiliki beberapa manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, tidak sedikit yang mengeluh sakit leher, punggung, perut, bahkan munculnya kerutan dini. Hal ini bisa disebabkan karena kamu salah posisi tidur.
Agar kesalahan posisi tidur tidak berlarut-larut, kamu perlu mengenali 3 posisi tidur berikut terkait dampak kesehatannya bagi tubuh, dikutip dari Health.
1. Tidur telentang
Ada kabar baik bagi kamu yang terbiasa tidur telentang. Tidur telentang disebut bisa mencegah nyeri leher dan nyeri punggung.
Selain itu tidur telentang juga bisa mengurangi keriput sekaligus menjaga bentuk payudara. Tidur telentang juga memudahkan kepala, leher, dan tulang belakang tetap berada di posisi netral.
Namun sayangnya, tidur telentang membuat kamu mendengkur saat tidur.
2. Tidur menyamping
Tidur menyamping atau tidur menghadap ke arah samping kiri maupun kanan juga memiliki manfaat bagi tubuh. Seperti mencegah nyeri leher dan punggung, mengurangi kebiasaan mendengkur, dan disebut-sebut baik untuk kehamilan.
Namun, kekurangan dari tidur menyamping rupanya bisa mempengaruhi kesehatan kulit seperti munculnya kerutan.
3. Tidur meringkuk
Posisi tidur meringkuk merupakan posisi tidur menyamping dengan perut dan lutut yang tertekuk seperti bayi. Kelebihan saat tidur meringkuk ternyata bisa mengurangi kebiasaan mendengkur.
Namun, posisi tidur meringkuk sebenarnya tidak disarankan bagi seseorang yang mengalami radang sendi terutama di daerah punggung. Karena posisi tidur meringkuk disebut menambah tekanan di daerah punggung.
Menurut Dody Chang, seorang ahli akupunktur berlisensi di Irvington, NY dari ketiga posisi tidur di atas, posisi tidur telentang dan menyamping sangat disarankan. Sementara posisi meringkuk dianggap tidak ideal.