Kamis, 16 Juli 2020

Pasca Sembuh dari COVID-19, Kaki dan Tangan Wanita Ini Diamputasi

 Seorang wanita asal Bedford, Inggris harus rela kehilangan kaki dan kedua tangannya setelah pulih dari infeksi virus Corona COVID-19. Kondisi ini dialaminya karena mengalami reaksi yang ekstrim akibat infeksi Corona.
Wanita yang diketahui bernama Caroline Coster didiagnosis terinfeksi virus Corona pada Maret lalu. Ia harus berjuang melawan virus Corona selama dua minggu.

Setelah pulih dari COVID-19, wanita berusia 58 tahun ini didiagnosis mengalami infeksi di dada dan dibawa ke rumah sakit kembali untuk memeriksa kondisinya kala itu. Setelah diperiksa, ia mengidap sepsis atau reaksi ekstrim terhadap infeksi Corona yang merusak beberapa sistem organ.

Tidak lama setelah itu, ia disebut koma selama hampir satu bulan. Selama itu, dokter hampir mematikan mesin perawatannya karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.

"Selama koma, saya merasa seperti ada di video game. Saat mesin permainan dimatikan, saya juga (mati)," ungkapnya, dikutip dari BBC, Kamis (16/7/2020).

Setelah koma dalam waktu yang cukup lama, ibu dari dua anak itu akhinya bisa pulih. Tetapi, dokter mengatakan aliran darah ke beberapa organ tubuhnya terhambat, sehingga tangan serta kakinya kehilangan darah dan menghitam.

"Mereka (kaki dan tangan) hitam seperti mumi mesir," kata Coster.

Kondisi itulah yang membuat kedua kaki dan tangan Coster terpaksa harus diamputasi. Meski begitu, ia merasa beruntung bisa melewati masa mengerikan karena infeksi COVID-19.

"Aku sangat menyadari betapa beruntungnya aku," kata Coster.

Update Terbaru Riset Corona, Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal COVID-19?

Para peneliti sebelumnya menunjukkan bukti awal golongan darah A lebih rentan terinfeksi virus Corona COVID-19. Sementara golongan darah O disebut lebih kecil kemungkinannya terpapar virus Corona COVID-19.
Dikutip dari New York Times, selama beberapa bulan terakhir para ilmuwan telah melihat hubungan antara golongan darah dengan risiko terinfeksi virus Corona semakin sedikit. Bukti awal yang menunjukkan golongan darah tertentu dengan risiko terinfeksi Corona dinilai semakin lemah.

Dua penelitian dari Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Rumah Sakit Presbyterian Columbia di New York, menegaskan tidak menemukan bahwa golongan darah A menjadikan seseorang lebih rentan terinfeksi virus Corona COVID-19. Laporan baru menemukan bukti bahwa orang dengan darah tipe O mungkin lebih sedikit yang terinfeksi Corona.

Namun, hubungan di antara keduanya sangat kecil sehingga tidak bisa dipastikan seseorang bisa menjadikan hal ini sebagai faktor risiko terpapar Corona. "Tidak seorang pun boleh berpikir mereka terlindungi," kata Nicholas Tatonetti, seorang ilmuwan data di Columbia University.

Meninjau catatan medis untuk 7.770 orang yang dites positif Corona, Dr Tatonetti dan seorang mahasiswa pasca sarjana, Michael Zietz, menemukan bahwa orang dengan golongan darah A berada pada risiko yang lebih rendah untuk memakai ventilator. Sementara orang-orang golongan darah tipe AB berada pada risiko yang lebih tinggi, tetapi para ilmuwan memperingatkan bahwa hasil ini mungkin tidak dapat diandalkan karena ada begitu sedikit pasien yang diteliti dengan golongan darah tertentu dalam analisis mereka.

Tatonetti dan Mr Zietz merilis hasil awal dari 1.559 pasien di Columbia Presbyterian Hospital pada bulan April. Survei mereka yang lebih besar saat ini ditinjau untuk publikasi dalam jurnal ilmiah.

Studi baru lain yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, memberikan gambaran yang agak berbeda. Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah tipe O lebih kecil kemungkinannya terinfeksi COVID-19. Namun, golongan darah ini tidak mempengaruhi pemilihan terkait pasien Corona yang harus memakai ventilator dan lebih berisiko meninggal karena Corona.

Anahita Dua, seorang ahli bedah vaskular di rumah sakit dan penulis senior studi tersebut, mengatakan bahwa golongan darah bukan sesuatu yang dia pertimbangkan ketika menilai risiko yang dihadapi oleh pasien COVID-19.

"Aku bahkan tidak akan membicarakannya," kata Anahita.

"Dengan makalah baru ini, mungkin diputuskan bahwa golongan darah tidak mempengaruhi hasil penyakit ini," kata Joern Bullerdiek, direktur Institute for Medical Genetics di University Medicine Rostock di Jerman.
https://cinemamovie28.com/dumbbell-nan-kilo-moteru-episode-3/

4 Alasan Harus Pikir-pikir Seribu Kali untuk Jadi Pelakor

Kasus pelakor yang disematkan pada perebut suami atau kekasih orang lain tengah viral di media sosial. Banyak yang meyangkan jika pada akhirnya hubungan rumah tangga harus berakhir hanya karena kehadiran orang ketiga atau pelakor.
"Pacaran 5 tahun, menikah 1 tahun 8 bulan kau hancurkan Mas," curhat seorang wanita di akun Instagram miliknya.

Pria yang sudah memiliki pasangan oleh sebagian besar wanita dianggap lebih menarik, terlebih jika mereka sudah menikah. Hal ini jadi salah satu di antara sejuta alasan seseorang menjadi pelakor.

Namun yang perlu diketahui, ada banyak sekali risiko yang harus dihadapi saat memutuskan menjalin hubungan dengan lelaki yang sudah memiliki istri. Terlebih dalam jangka panjang hubungan itu hanya akan mengarah pada sakit hati atau kegagalan.

Berikut alasan kamu harus pikir-pikir lagi sebelum jadi pelakor.

1. Selalu jadi yang kedua
Sebagai pria yang memiliki istri dan keluarga, ia akan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya bersama mereka. Kamu tidak akan pernah menjadi prioritasnya. Pada hari libur atau liburan keluarga, ia akan menghilang dari kehidupanmu.

Dia hanya akan menyediakan waktu ketika ingin bertemu denganmu dan bukan sebaliknya. Ini adalah salah satu dari banyak konsekuensi tidak menyenangkan berkencan dengan pria yang sudah menikah.

2. Banyak tekanan
Kamu mungkin akan merasa lebih kesepian karena pasanganmu, yang juga merupakan suami orang lain, akan selalu mendahulukan keluarganya. Berkencan dengan pria yang sudah menukah juga memiliki banyak tekanan misalnya, kamu tak akan bisa mengenalkannya dengan keluarga atau temanmu.

Selain itu kamu tidak bisa terlihat jalan bersama di depan umum dan hanya bisa bersama ketika 'ada waktu menyelinap'. Selain itu bisa jadi pria itu hanya datang kepadamu karena untuk memuaskan hasrat dan nafsu pribadinya.

"Ketika seseorang tidak mendapatkan cukup cinta dan pengertian dari pasangannya, ia mencoba untuk memenuhi kebutuhannya di tempat lain untuk memuaskan dirinya sendiri," tutur psikolog pernikahan dan keluarga Dr Kamala Khunara dikutip dari The India Times.

3. Perasaan bersalah menghantui
Berkencan dengan pria yang sudah berpasangan berisiko gagal dan mengarah pada 'jalan buntu'. Bahkan jika dia berpikir untuk mengakhiri pernikahannya, kamu akan hidup dengan rasa bersalah seumur hidup karena telah menghancurkan sebuah keluarga.

"Pria yang sudah menikah yang menjalin hubungan dengan wanita lain tentu saja memiliki beberapa kekurangan dalam hubungan mereka saat ini... Namun, menjalin hububungan dengan pria berkeluarga kurang komitmen dan hanya mengarah pada rasa tidak aman dan komplikasi dalam masa depan," jelas Khunara.

4. Hubunganmu akan dikritik oleh semua orang
Tidak akan ada yang menyetujui hubungan dengan seseorang yang sudah memiliki pasangan. Saat memutuskan menjadi 'pelakor', yang akan kamu dengarkan hanya kritikan dan itu akan membuatmu sengsara.

Selain itu, pasanganmu juga tidak akan mendukungmu jika ke depannya ada masalah yang kalian hadapi.
https://cinemamovie28.com/shokugeki-no-souma-season-4-episode-1/