Minggu, 19 Juli 2020

Milenial Butuh Energi Besar, Ini Manfaatnya kalau Minum Susu

Siapa yang tidak tahu susu? Minuman ini termasuk di dalam konsumsi nutrisi 4 sehat 5 sempurna yang sering diajarkan kepada anak-anak saat kecil dulu. Susu pun memiliki berbagai keuntungan dan manfaat bagi mereka yang gemar mengonsumsinya.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan usia dewasa 19-29 tahun yang disebut milenial, merupakan usia yang membutuhkan asupan energi paling besar dibandingkan dengan rentang usia lainnya. Rentang usia ini juga merupakan yang paling membutuhkan nutrisi makronutrien dan mikronutrien yang cukup, termasuk di antaranya protein, mineral dan kalsium yang bisa didapatkan secara cepat dari susu.

Hal ini juga didukung dengan pernyataan dari Dokter Spesialis Gizi, dr Diana F. Suganda yang mengatakan susu menjadi salah satu sumber nutrisi penting penunjang kesehatan. Pada usia dewasa muda memang merupakan rentang usia yang membutuhkan angka kecukupan energi cukup tinggi dan susu bisa dikatakan mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

"Tidak hanya mengandung nutrisi esensial (makronutrien) seperti protein, lemak dan karbohidrat, susu juga mengandung berbagai mikronutrien seperti kalsium, potasium dan magnesium yang sangat dibutuhkan anak muda dengan aktivitas dan mobilitas tinggi," ujar dr Diana dalam keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut, di Indonesia hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2019 menunjukan bahwa jumlah penduduk komuter di Jabodetabek mencapai 3,2 juta orang, di mana sebagian besarnya adalah pekerja berusia muda produktif. Aktivitas komuter ini tentu membutuhkan kekuatan fisik prima yang perlu didukung oleh asupan nutrisi yang tepat dalam kesehariannya.

Untuk anak muda yang memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi, The Coca-cola Company menghadirkan NUTRIBOOST dengan logo VITA GO yang mengandung vitamin B3, B6, E dan Zinc yang bermanfaat untuk membantu proses pembentukan dan metabolisme energi agar anak muda bisa selalu siap dan bersemangat jalani aktivitas sehari-hari.

Senior Brand Manager-Dairy PT Coca-Cola Indonesia Hans Kristian Kusuma menjelaskan anak muda saat ini, dengan aktivitas dan mobilitasnya yang tinggi, membutuhkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Karena itu, kami menghadirkan NUTRIBOOST dengan logo VITA GO, minuman yang mengandung susu dengan berbagai kandungan vitaminnya, untuk menjadi pilihan praktis anak muda dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Mereka bisa menikmati minuman susu dengan berbagai rasa yang nikmat selama berkegiatan atau on-the-go, kapanpun dan dimanapun," jelas Hans.

Hans menambahkan NUTRIBOOST dengan logo VITA GO memang diciptakan sebagai minuman yang mengandung susu yang praktis, karena pihaknya mengerti gaya hidup aktif anak muda Indonesia zaman sekarang. Hadir dalam dua kemasan, yaitu kotak 180 ml dan botol 240 ml yang mudah dibawa kemanapun, NUTRIBOOST memiliki rasa cokelat dan rasa kopi.

"Selain itu, ada juga pilihan NUTRIBOOST minuman mengandung susu dengan rasa buah-buahan yang menyegarkan seperti rasa stroberi, rasa jeruk, rasa apel, dan rasa mangga. Seluruh rasa dan kemasan ini dihadirkan sesuai dengan preferensi anak muda Indonesia yang aktif dan selalu on-the-go," pungkas Hans.
https://cinemamovie28.com/a-good-woman-is-hard-to-find/

Sabtu, 18 Juli 2020

5 Efek Samping Kebanyakan Minum Kopi

Bagi sebagian orang, menikmati secangkir kopi untuk memulai aktivitas sehari-hari sudah jadi rutinitas. Namun tahukah kamu, kafein memiliki efek samping yang tidak menyenangkan jika dikonsumsi dengan dosis tinggi? Jadi, kamu perlu membatasi konsumsi kopi.
Berikut adalah efek samping terlalu banyak minum kopi, dikutip dari Healthline:

1. Kecemasan
Kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat meningkatkan kewaspadaan. Tetapi jika konsumsi dengan dosis yang tinggi, kopi dapat menyebabkan timbulnya rasa cemas dan gugup.

2. Insomnia
Asupan kafein yang tinggi dapat membantu orang tetap terjaga, namun terlalu banyak kafein juga membuat sulit tidur cukup. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk memperhatikan jumlah kafein, agar dapat mengoptimalkan tidur Anda.

3. Masalah pencernaan
Mengonsumsi kopi di pagi hari bisa membuat perut kontraksi, sehingga hormon yang diproduksi lambung mempercepat aktivitas di usus besar.

Kafein dalam kopi sebenarnya merangsang gerakan urus dengan meningkatkan gerak peristaltik, sehingga terjadi kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan Anda. Tidak menutup kemungkinan bahwa dosis yang besar terhadap konsumsi kopi dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare bagi beberapa orang.

4. Kecanduan
Bukan hanya rokok yang mengakibatkan kecanduan, kopi juga bisa bikin kencanduan sebagian orang. Dosis yang tinggi dalam mengonsumsi kopi menyebabkan ketergantungan secara psikologis atau fisik. Meskipun tidak menyebabkan kecanduan yang parah, tetapi jika Anda secara teratur minum kopi, kemungkinan besar Anda menjadi ketergantungan pada efeknya.

5. Tekanan darah tinggi
Kafein tampaknya berperan besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Peningkatan tekanan darah menjadi faktor risiko serangan jantung dan stroke karena dapat merusak arteri pada jantung sehingga membatasi aliran darah ke jantung dan otak Anda.

Dokter: Hipertensi Tak Bisa Disembuhkan

Sering disebut sebagai silent killer, hipertensi menjadi penyebab kematian kelima di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sekitar 34,1 persen masyarakat Indonesia mengidap penyakit ini.
Sayangnya sebagian orang masih menganggap enteng hipertensi, lantaran penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Padahal jika dibiarkan hipertensi dapat memicu berbagai macam penyakit seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Wakil Ketua 1 Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, dr Erwinanto, SpJP(K), FIHA, mengatakan bahwa seseorang yang mengalami hipertensi tidak akan bisa disembuhkan.

"Minum obatnya pun harus seumur hidup, karena hipertensi itu tidak bisa disembuhkan, tetapi dikontrol," kata dr Erwinanto di Seribu Rasa Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

dr Erwinanto juga menyayangkan masih banyak orang yang berhenti meminum obat, lantaran merasa tekanan darahnya sudah normal.

"Begitu tekanan darahnya normal, dia bilang 'saya sembuh', besoknya stroke," jelasnya.

"Karena dia tidak tahu kalau hipertensi itu dikontrol, obatnya diberhentikan terus tekanan darahnya naik lagi," pungkasnya.
https://nonton08.com/sexual-esthetics-of-married-women-and-mother-in-law-2/