Sabtu, 25 Juli 2020

Cara Merawat Kulit untuk Orang yang Bekerja Pakai Masker dan APD

- Hingga saat ini pandemi Corona belum bisa dibilang berakhir. Karenanya, masih banyak tenaga medis atau pekerja jasa yang setiap hari harus mengenakan bukan hanya masker tapi APD. Berdasarkan studi yang dipublikasi Journal of the American Academy of Dermatology, kerusakan kulit dialami 97% mereka yang bekerja sebagai garda terdepan pencegahan infeksi di China.
Meski punya tugas yang lebih penting, para petugas medis juga perlu memperhatikan kesehatan kulit agar kerusakannya tidak terlalu parah. Berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk merawat kulit saat bekerja dengan APD menurut dokter kulit.

Rutinitas Skin Care yang Simpel
Berdasarkan studi tersebut, beberapa masalah kulit yang sering dialami para pekerja media antara lain kulit kering, kulit terasa sakit, gatal, terkelupas, iritasi, hingga jerawat. Ketika APD dipakai dalam waktu lama, masalah-masalah itu mungkin sulit dihindari. Tapi satu satu cara mencegahnya bertambah parah adalah tetap memakai skin care tapi pastikan produk-produknya simpel dan efektif.

"Hal paling penting untuk mencegah iritasi dan jerawat adalah tetap menjaga kulit bersih dan diberi pelembap dengan baik. Cuci wajah pelan-pelan dengan pembersih pH seimbang sebelum dan sesudah pakai masker untuk membersihkan minyak, kotoran, dan bakteri lalu langsung gunakan pelembap. Pastikan pembersih dan pelembap tanpa pewangi, tidak menimbulkan komedo, dan tidak mengiritasi," kata dermatologis Bruce A. Brod kepada Allure.

Lindungan Lapisan Kulit
Melindungi lapisan kulit adalah salah satu cara menjaga kelembapan. Karena itu, direkomendasikan agar para petugas media dengan APD merawat kulit menggunakan produk yang diklaim bisa membantu menguatkan lapisan kulit misalnya mengandung zinc.

Tutupi Luka Terbuka
Karena pakai masker seharian, wajah dokter dan perawat sering kali terluka. Sebelum memakai masker dan pelindung lain usahakan untuk menutup dan merawat luka terlebih dahulu. Terlebih beberapa kondisi kulit wajah bisa menyebabkan luka semakin terbuka sehingga sulit sembuh atau bertambah parah.

Tak Perlu Pakai Makeup
Mengenakan makeup ketika kulit wajah tertutup bisa menyebabkan banyak masalah. Kulit yang tersumbat karena keringat, makeup, dan minyak akan menimbulkan jerawat. Karenanya, penting untuk pakai skincare simpel agar kulit bisa lebih bernapas di balik masker. Jika ingin tampil lebih atraktif, kamu bisa bermain dengan masker atau makeup mata jika hanya butuh pakai masker bukan APD.

Pelembap Setelah Buka Masker
Setelah melepas masker dan APD, perawatan kulit juga perlu diperhatikan. Salah satu hal yang penting dilakukan adalah mengaplikasi pelembap yang berkualitas dan efektif. Jika bisa cari pelembap bisa memberikan hasil instan meski teksturnya lebih tebal atau harus pakai berlapis-lapis.

Produk dengan Kandungan Anti Inflamasi
Sebagian pekerja media mungkin sudah bermasalah dengan jerawat atau kondisi dermatitis sebelum pakai masker atau APD. Jika begitu, coba gunakan produk anti inflamasi yang mengandung niacinamide, kunyit, atau azelaic acid. Kandungan-kandungan itu bisa membantu agar kondisinya paling tidak menjadi lebih parah.
https://indomovie28.net/ajiboy/

Ramai di TikTok, Gaya Fashion Jalanan Orang China yang Super Stylish

Soal gaya busana, orang-orang China ternyata tak kalah dengan Prancis, Italia atau Korea Selatan yang dikenal sebagai negara fashion. Belum lama ini ramai di TikTok gaya street style di Negeri Tirai Bambu yang mengubah jalanan menjadi seperti fashion runway.
Akun TikTok bernama @eromei menarik perhatian netizen karena mem-posting video kompilasi yang memperlihatkan pria dan wanita tampil di jalan umum dengan gaya stylish bak model. Video tersebut memiliki pola yang sama. Pria atau wanita berjalan dan saat mereka terlihat 'tak sengaja' melirik ke kamera, video dibuat slow motion, untuk memberikan efek dramatis.

Gaya para fashionista ini membuat netizen kagum karena membuat mereka seperti model yang melenggang di catwalk. Busana yang dikenakan pun tak sembarangan. Mulai dari brand Christian Dior sampai Chanel.

Video viral ini awalnya di-posting lewat platform media sosial China mirip TikTok, Douyin, yang dikembangkan perusahaan teknologi berbasis di Beijing. Namun belakangan banyak pengguna Douyin yang mem-posting ulang ke akun TikTok sehingga makin banyak orang yang melihat.

Menurut Yin, salah satu pengguna TikTok, memang ada sekelompok fotografer dan videografer yang khusus berburu foto maupun video orang-orang dengan busana stylish. Karya-karya mereka ini awalnya hanya dibagikan ke komunitas fotografer hingga akhirnya jadi viral di media sosial.

Seperti dikutip dari Buzzfeed, kebanyakan foto dan video diambil di sejumlah tempat populer. Seperti Taikoo Li, distrik yang jadi surga belanja di Chengdu. Ada pula Sanlitun, restoran dan pusat hiburan malam di Beijing, dan Xintiandi yang merupakan distrik fashion legendaris di Shanghai.

Kebanyakan fashionista yang tertangkap kamera sebenarnya bukan orang awam. Rata-rata berprofesi sebagai model dan influencer yang memang berani tampil beda dan fashionable. Mereka pun sengaja pergi ke tempat di mana banyak fotografer dan videografer berkumpul untuk mendapatkan exposure.

Jadi bisa dibilang video yang viral itu tidak dibuat secara spontan tapi lebih seperti plandid, yakni foto 'candid' yang direncanakan (planned). China sendiri memang rumah bagi sejumlah kota kosmopolitan di mana masyarakatnya berlomba-lomba tampil semenarik mungkin untuk mencuri perhatian. Gaya high fashion mereka pun membuat jalanan kota menjadi seperti pekan mode.

"Dengan meningkatnya budaya influencer, banyak influencer yang keluar rumah dengan memakai busana stylish dengan harapan bisa direkam dan video-nya jadi viral di Douyin agar semakin banyak dilihat orang," kata Yin.

Tren ini pun dimanfaatkan banyak brand sebagai media untuk beriklan. Saat produk mereka digunakan para influencer maupun model dan mendapat publikasi yang viral maka brand awareness juga semakin kuat.

"Cara ini digunakan banyak brand sebagai metode periklanan. Saya yakin ini merupakan cara yang lebih relatable untuk mempromosikan pakaian," tambahnya.

Saat mem-posting video atau foto, mereka biasanya akan memberikan tag atau tautan yang langsung mengarah ke situs brand yang produknya dipakai. Umumnya para fotografer dan videografer yang mengunggahnya dan ini menjadi sebuah simbiosis mutualisme di mana setiap pihak sama-sama menguntungkan.

Satu unggahan video kompilasi bisa ditonton hingga puluhan ribu kali. Bahkan ada yang mencapai ratusan ribu dan jutaan ribu views di TikTok maupun Douyin.

"Menurut saya hal ini sangat memberi penyegaran bagaimana orang-orang jadi punya sudut pandang baru tentang fashion street China. Saya harap melalui video-video ini, orang jadi lebih tertarik untuk mengenal China," pungkasnya.
https://indomovie28.net/torpedo-u-235/