Minggu, 26 Juli 2020

Operasi untuk Atasi Impotensi, Pria Ini Malah Tak Bisa Berhenti Ereksi

 James Scott, pria asal Glasgow, Skotlandia, dilaporkan mengalami penderitaan akibat ereksi permanen. Ironisnya, kondisi ini didapatnya setelah menjalani operasi untuk mengatasi disfungsi ereksi.
Sebelumnya, Scott mengalami kecelakaan yang mencederai area panggul sekitar 4 tahun silam. Patah tulang dan cedera tulang belakang menyebabkan uretra atau saluran kencingnya rusak, sehingga susah buang air kecil.

Dua tahun silam, ia menjalani operasi untuk mengatasi kerusakan saluran kemih. Sayangnya, operasi tersebut menyebabkan komplikasi berupa susah ereksi.

Operasi berikutnya dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi yang dialaminya usai operasi pertama. Dikatakan, dokter memasang pipa logam ke dalam Mr P.

"Saya dikasih tahu akan terasa sakit selama 6-8 pekan berikutnya, tapi saya tidak pernah menyangka akan seperti ini. Sekarang saya mengalami ereksi permanen," kata Scott, dikutip dari Dailyrecord.

Rawan Penyalahgunaan, Obat-obat Keras Masih Banyak Dijual Bebas

 Akhir-akhir ini, obat yang masuk dalam kategori obat keras masih bisa ditemukan. Salah satunya tramadol, yang menjadi barang bukti bersamaan dengan diamankannya Lucinta Luna.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan badan yang mengatur peredaran obat-obatan. Tapi, kok obat keras seperti ini bisa masih beredar?

"Jika (obat) terbukti berbahaya, kami memberikannya ke Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) untuk di-take down atau menurunkannya dari pasar online," ujar Rita Endang, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baru-baru ini.

"Tapi, betul masih tetap ada. Jadi dari 19.000 yang sudah diberikan kepada Kemkominfo, memang 70 persen yang di take down. Pasti muncul lagi, kan seperti itu tidak mudah. Yang pasti sedang terus diawasi," imbuhnya.

Rita menegaskan, mungkin tidak hanya melalui pasar online dan apotek. Banyak pelabuhan tikus yang bisa jadi jalur keluar masuknya obat-obat tersebut hingga mudah beredar ke masyarakat.

"Kita tahu bahwa jalur impor bisa saja keluarnya dari pelabuhan-pelabuhan tikus, banyak sekali ada 17.000 loh kepulauan di Indonesia. Maka, kami sedang bekerja sama dengan BNN, Bea Cukai, dan Polri untuk mengawasinya."

Hoax 'Angin Duduk' Bawa-bawa Ashraf Sinclair dan Mike Mohede, Ini Faktanya

 Kembali beredar pesan yang bernada spekulasi penyebab meninggalnya Ashraf Sinclair. Kali ini bukan hanya Ashraf, kematian musisi Mike Mohede juga diungkit.
"Belajar dari kasus Mike Mohede dan Ashraf Sinclair," tulis penggalan pesan tersebut.

Dalam narasinya, pengirim pesan menuliskan cerita dari seseorang bernama Dina, yang mengeluh tidak enak badan dan tidak lama setelahnya meninggal dunia. Lalu di bawahnya tertulis penjelasan mengenai penyebab meninggalnya adalah angina pectoris atau angin duduk.

Tak hanya itu, pesan berantai juga dilanjutkan dengan penjelasan mengenai gejala angin duduk seperti dada sesak dan nyeri ulu hati sebagai gangguan pada jantung yang mematikan dan menyebabkan serangan jantung.

Dituliskan juga nama dokter yang mendiagnosa penyakit Dina, yang dikaitkan dengan Ashraf Sinclair dan Mike Mohede, bernama dr Djoko Maryono, spesialis kardiologi dari RS Pusat Pertamina.

Tim detikcom kemudian menelusuri pesan berantai tersebut dan ditemukan pesan bernada serupa yang disebarkan melalui Facebook pada April 2019 silam. Bedanya, kali ini terdapat penambahan kalimat "Belajar dari kasus Mike Mohede dan Ashraf Sinclair."

Untuk nama dokter yang tercantum, Humas RS Pusat Pertamina, menyebut kabar tersebut adalah hoax dan dokter yang bersangkutan tidak pernah membuat pernyataan sebagaimana isi yang tercantum pada pesan tersebut.

"Sudah dikonfirmasi ke dokter yang bersangkutan, ini hoax ya mbak. Kesian masyarakat banyak dapat hoax," tutur Diana Santi, Humas RS Pusat Pertamina kepada detikcom, Kamis (20/2/2020).

Hingga saat ini, penyebab meninggalnya Ashraf Sinclair masih diduga kuat serangan jantung. Bukan GERD, seperti berita viral beberapa waktu lalu atau angin duduk.
https://cinemamovie28.com/female-worker-her-sex-sales-2/

Sabtu, 25 Juli 2020

7 Fakta Taylor Swift yang Tiba-tiba Rilis Album Baru

 Taylor Swift membawa kabar mengejutkan untuk penggemarnya. Penyanyi 30 tahun mengumumkan akan merilis album baru bertitel Folklore. Inilah fakta-fakta Taylor Swift yang tiba-tiba akan merilis album kedelapan itu:
1. Album Terbaru Taylor Swift yang Tidak Direncanakan
Dalam Instagramnya, Taylor Swift mengumumkan akan merilis album. "Kejutan. Tengah malam ini. Saya akan merilis album yang sepenuhnya baru yang saya curahkan dengan semua keinginan, impian, ketakutan, dan renungan saya," tulis Taylor Swift.

"Banyak hal yang telah saya rencanakan pada musim panas ini batal terjadi, tapi ada sesuatu yang tidak saya rencanakan terjadi. Dan hal itu adalah album ke-8 saya, folklore," tambahnya.

2. Taylor Swift Terinspirasi dari Neneknya
Penyanyi 30 tahun itu terinspirasi menjadi penyanyi karena melihat neneknya. Sang nenek adalah penyanyi opera profesional.

3. Taylor Swift Baru Belajar Gitar, Langsung Bikin Lagu
Di usia 12, Taylor Swift belajar gitar dengan seorang mekanis komputer. Di tahun yang sama Taylor sudah bisa membuat lagu pertamanya yang berjudul 'Lucky You'.

4. Taylor Swift dan Lipstik Merah
Taylor Swift pecinta lipstik merah. Lipstik dengan warna klasik tersebut sudah menjadi ciri khasnya. Hampir di setiap kesempatan, pelantun Shake it Off itu menggunakan lipstik merah.

5. Taylor Swift Punya Jet Pribadi
Taylor Swift punya jet pribadi, bahkan dia memiliki dua jet pribadi. Namun salah satunya kini sudah dijual. Kabarnya, penyanyi berbayaran tertinggi pada 2019 itu harus merogoh kocek US$ 40 juta untuk membeli pesawat tersebut pada 2011.

6. Kekayaan Taylor Swift
Dikutip dari Business Insider, penyanyi sekaligus penulis lagu ini memiliki kekayaan bersih senilai US$ 320 juta (Rp 4,5 triliun). Taylor juga mengoleksi 10 Grammy, dan bisa dibilang salah satu tokoh paling berpengaruh dalam budaya pop saat ini.

7. Taylor Swift Dikenal Dermawan dengan Penggemarnya
Taylor Swift dikenal dermawan dengan penggemarnya. Selama bertahun-tahun, Taylor Swift telah menyumbang ke sejumlah penggemarnya, mulai dari pinjaman mahasiswa hingga biaya rumah sakit. Dia juga mengumpulkan dana untuk berbagai alasan, termasuk korban banjir Louisiana dan Nashville, serta korban tornado di Amerika Serikat bagian selatan.

Siswa yang Viral Naik Pohon Demi Ujian Online Berakhir Dapat Nilai Cemerlang

Masih ingat dengan pelajar Malaysia yang viral karena tinggal di atas pohon selama 24 jam demi ikut ujian sekolah online? Sang pelajar kini sudah mengungkapkan buah dari kerja kerasanya dengan naik ke atas pohon demi mengikuti ujian sekolah online.
Seperti dikutip dari World of Buzz, pelajar yang viral itu bernama Veveonah Mosibin. Veveonah beberapa waktu lalu viral karena videonya di YouTube berjudul 24 Hours On Tree Challenge.

Tepatnya pada 12 Juni 2020 kemarin, Veveonah mengunggah video yang memperlihatkan momen dirinya menghabiskan waktu selama 24 jam di pohon supaya bisa menemukan jaringan internet yang cukup baik untuk menyelesaikan ujian onlinenya. Video tersebut hingga kini sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali.

Dalam video tersebut, Veveonah menjelaskan bahwa dia awalnya tidak merencanakan untuk melakukan ujian di pohon. Sebelumnya,ia sudah berhasil membangun sebuah gubuk di atas bukit dengan koneksi internet yang baik. Tetapi ketika ia menghampiri gubuk atau pondok tersebut, ia menemukannya dalam kondisi sudah runtuh sebagian karena angin kencang dan hujan lebat.
https://indomovie28.net/a-man-called-ahok-2/