Rabu, 05 Agustus 2020

6 Hal Penting Bekal Bumil Sebelum Jadi Busui

Tidak kalah pentingnya dengan masa kehamilan, masa menyusui pun sudah seharusnya dipersiapkan oleh ibu hamil (Bumil) dengan baik. Walau tidak semua Bumil otomatis menjadi ibu menyusui (Busui), dengan berbagai penyebab dan kendala yang berbeda-beda.
Namun momen alami Bunda menyusui anak dan memberikan Air Susu Ibu (ASI)-nya kepada sang buah hati tetap perlu diupayakan semaksimal mungkin. Tak dapat dimungkiri, dibutuhkan waktu untuk melatih sang bayi agar proses menyusuinya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Permasalahan ketidaklancaran proses menyusui bisa berasal dari Bunda sendiri, atau bisa juga berasal dari sang bayi. Masalah yang berasal dari Bunda dapat berupa produksi ASI yang kurang, atau kecemasan dari Bunda yang dapat menyebabkan ASI-nya tidak keluar.

Sedangkan masalah yang berasal dari bayi dapat berupa perlekatan mulut bayi pada payudara Bunda yang salah, atau bayi sudah diberikan susu formula sehingga tidak mau lagi menyusu pada Bundanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut 6 hal penting yang harus menjadi catatan penting untuk Bumil agar sukses menjadi Busui:

Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

IMD adalah proses menyusui yang dilakukan segera setelah bayi lahir. Dilakukan pada 30 menit sampai 1 jam pertama setelah bayi lahir. Caranya bayi diletakkan pada dada atau perut Sang Bunda. Secara alami bayi akan mencari sendiri puting Bundanya untuk kemudian melakukan gerakan menyusu pada si Bunda. Banyak sekali manfaat IMD ini, salah satunya pemberian ASI eksklusif menjadi lancar.

Perlekatan Mulut Bayi pada Payudara Bunda Harus Benar

Lekatkan mulut bayi bukan hanya di puting saja tetapi juga pada sebagian besar areola (daerah kehitaman pada payudara), karena letak gudang ASI (Sinus Lactiferous) berada di bawah areola ini.

Susui Bayi Sesering Mungkin Sesuai Permintaan Bayi (On demand)

Jangan membatasi permintaan bayi untuk menyusu. Bayi akan berhenti menyusu setelah ia kenyang. Jadi yang perlu Bunda pahami adalah ASI mudah sekali diserap oleh usus bayi, sehingga perut bayi cepat kosong dan menjadikan bayi jadi mudah lapar. Jadi jangan heran bila setiap 2-3 jam sekali bayi Bunda merengek minta disusui. Ini bukan berarti ASI tidak membuatnya kenyang, tetapi ini karena perutnya cepat kosong karena ASI mudah sekali diserap usus.

Susui Bayi pada Kedua Payudara Secara Bergantian

Agar produksi ASI pada kedua payudara Bunda sama banyaknya, maka hendaknya Bunda menggunakan payudara secara bergantian saat menyusui. Susui bayi pada salah satu payudara sampai kosong, setelahnya barulah kemudian ganti dengan payudara berikutnya.

Hindari Kelelahan dan Stres Berlebihan

Kelelahan dan stres yang berlebihan akan menghambat kerja hormon oksitosin, yaitu hormon yang bertugas mendorong ASI keluar untuk dapat diisap oleh bayi.

Perbanyak Konsumsi Sayuran yang Bersifat Galactagogue

Makanan yang Bunda makan sehari-hari, merupakan bahan baku ASI. Banyak makan sayuran yang dapat meningkatkan produksi ASI (galactagogue) sangat dianjurkan, seperti misalnya daun katuk. Daun katuk telah terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Di dalam daun katuk terdapat zat polyphenol yang dapat meningkatkan kerja hormon prolactin, di mana hormon ini bertugas memproduksi ASI.

Untuk mendapatkan manfaat daun katuk ini, Bunda tidak perlu lagi repot-repot mencari daun katuk, untuk kemudian memasaknya setiap hari. Cukup minum LANCAR ASI 3x1 kaplet-setiap hari selama menyusui, maka produksi ASI Bunda akan meningkat.

Menyusui adalah momen yang sangat berharga untuk Bunda dan buah hati, sehingga Bunda patut mensyukurinya. Sebab tidak semua wanita bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. Jalanilah momen berharga kedekatan Bunda dan bayi dengan rasa bahagia, dan pastikan produksi ASI Bunda lancar bersama LANCAR ASI.
https://cinemamovie28.com/the-look-of-a-killer/

Kecanduan Internet di RI Meningkat Lima Kali Lipat Selama Pandemi Corona

Tingkat kecanduan internet di Indonesia meningkat selama pandemi Corona. Bahkan pada orang dewasa, peneliti melihat peningkatan hingga lima kali lipat.
Hal ini diketahui dari studi yang dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dari Siloam Hospitals Lippo Village, dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ, bersama timnya kepada 2.933 remaja dan 4.734 orang dewasa berusia 20-40 tahun di 33 provinsi Indonesia.

dr Kristiana menjelaskan, kecanduan internet pada remaja meningkat hingga 19,3 persen dengan rata-rata durasi bermain internet selama 11,6 jam per hari.

Selain itu, kecanduan internet pada orang dewasa juga meningkat dari 3 persen sebelum pandemi menjadi 14,4 persen selama pandemi. "Jadi ada lima kali lipat peningkatan kecanduan internet," kata dr Kristiana dalam diskusi online, Rabu (5/8/2020)

"Rata-rata durasi online pada dewasa muda di usia 20-40 tahun adalah 10 jam per hari," jelasnya.

Maka dari itu, dr Kristiana mengingatkan kepada masyarakat agar lebih mengontrol diri dalam bermain internet. Sebab, dampaknya bisa merugikan tubuh, di antaranya sebagai berikut:

1. Kognitif
dr Kristiana mengatakan, kecanduan internet seperti terlalu lama bermain game online itu bisa berdampak pada aspek kognitif. Salah satunya adalah penurunan fungsi eksekutif yang berperan dalam kemampuan berpikir.

"Misalnya, contohnya mandi, kalau mandi kan kita tidak langsung guyur air ketika masih pakai baju. Nah ketika fungsi eksekutif itu rusak, itu bisa terjadi. Jadi dia tidak bisa merencanakan sesuatu kegiatan secara sistematik," ucapnya.

2. Psikologis
Berbagai macam dampak psikologis dari kecanduan internet juga bisa dirasakan, seperti daya ingat dan konsentrasi yang menurun.

"Secara psikologis ada namanya gangguan depresi dan gangguan tidur," ujar dr Kristiana.

3. Fisik
Menurut dr Kristiana, biasanya orang-orang yang kecanduan internet cenderung lebih sedikit bergerak dan mengonsumsi makan-makanan instan, sehingga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

"Mereka cenderung makan-makanan instan, seperti misalnya mi instan atau makanan-makanan snack yang tidak bergizi, yang mengakibatkan lelah sepanjang hari dan sistem imun menjadi turun," tuturnya.

6 Hal Penting Bekal Bumil Sebelum Jadi Busui

Tidak kalah pentingnya dengan masa kehamilan, masa menyusui pun sudah seharusnya dipersiapkan oleh ibu hamil (Bumil) dengan baik. Walau tidak semua Bumil otomatis menjadi ibu menyusui (Busui), dengan berbagai penyebab dan kendala yang berbeda-beda.
Namun momen alami Bunda menyusui anak dan memberikan Air Susu Ibu (ASI)-nya kepada sang buah hati tetap perlu diupayakan semaksimal mungkin. Tak dapat dimungkiri, dibutuhkan waktu untuk melatih sang bayi agar proses menyusuinya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Permasalahan ketidaklancaran proses menyusui bisa berasal dari Bunda sendiri, atau bisa juga berasal dari sang bayi. Masalah yang berasal dari Bunda dapat berupa produksi ASI yang kurang, atau kecemasan dari Bunda yang dapat menyebabkan ASI-nya tidak keluar.

Sedangkan masalah yang berasal dari bayi dapat berupa perlekatan mulut bayi pada payudara Bunda yang salah, atau bayi sudah diberikan susu formula sehingga tidak mau lagi menyusu pada Bundanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut 6 hal penting yang harus menjadi catatan penting untuk Bumil agar sukses menjadi Busui:

Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

IMD adalah proses menyusui yang dilakukan segera setelah bayi lahir. Dilakukan pada 30 menit sampai 1 jam pertama setelah bayi lahir. Caranya bayi diletakkan pada dada atau perut Sang Bunda. Secara alami bayi akan mencari sendiri puting Bundanya untuk kemudian melakukan gerakan menyusu pada si Bunda. Banyak sekali manfaat IMD ini, salah satunya pemberian ASI eksklusif menjadi lancar.

Perlekatan Mulut Bayi pada Payudara Bunda Harus Benar

Lekatkan mulut bayi bukan hanya di puting saja tetapi juga pada sebagian besar areola (daerah kehitaman pada payudara), karena letak gudang ASI (Sinus Lactiferous) berada di bawah areola ini.

Susui Bayi Sesering Mungkin Sesuai Permintaan Bayi (On demand)

Jangan membatasi permintaan bayi untuk menyusu. Bayi akan berhenti menyusu setelah ia kenyang. Jadi yang perlu Bunda pahami adalah ASI mudah sekali diserap oleh usus bayi, sehingga perut bayi cepat kosong dan menjadikan bayi jadi mudah lapar. Jadi jangan heran bila setiap 2-3 jam sekali bayi Bunda merengek minta disusui. Ini bukan berarti ASI tidak membuatnya kenyang, tetapi ini karena perutnya cepat kosong karena ASI mudah sekali diserap usus.
https://cinemamovie28.com/sundome-new/