Upacara HUT RI ke-75 berlangsung pagi ini di Istana Negara, Jakarta. Ada 17.845 kuota undangan disediakan untuk masyarakat luas dalam mengikuti upacara virtual di Istana Negara. Seluruh masyarakat yang telah mendaftar melalui alamat https://pandangistana.setneg.go.id dapat mengikuti upacara secara daring.
"Setelah melakukan pendaftaran, pendaftar akan menerima notifikasi melalui pesan WhatsApp dan surel sebagai tanda bahwa permohonan undangan telah diterima," ujar Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Yayat Hidayat dalam keterangan tertulis dari Setpres, Senin (10/8/2020).
Dalam upacara yang berlangsung secara virtual, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Para petugas upacara termasuk paskibraka terlihat memakai masker, sebagian di antaranya tampak dilengkapi katup di bagian sisi. Jenis masker seperti apa yang mereka pakai?
Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, menjelaskan masker yang terlihat dipakai para petugas upacara merupakan masker N95 yang memiliki katup. Jenis masker ini dinilai memang lebih nyaman dikenakan.
"N95 jenisnya sepertinya berkatup. Memang nyaman dipakai," kata dr Erlang saat dihubungi detikcom Senin (17/8/2020).
Meskipun nyaman dipakai, jenis masker ini tidak dianjurkan untuk digunakan sehari-hari. Hal ini dikarenakan adanya risiko penularan Corona dari orang yang positif tanpa gejala.
"Tidak disarankan digunakan karena orang yang tanpa gejala tetapi ada virusnya bisa menyebarkan ke lingkungan," lanjut dr Erlang.
Rayakan kemerdekaan, tonton tayangan livestreaming Semangat Satu Indonesia di detik.com/semangatsatuindonesia
PM Jepang Shinzo Abe Masuk RS, Dikabarkan Check Up Rutin
Sejumlah media Jepang melaporkan Perdana Menteri Shinzo Abe memasuki Keio University Hospital di Tokyo. Sumber menyebut Abe melakukan check up rutin.
Tidak disebutkan alasan Abe melakukan check up. Mengutip Kyodo News, Reuters menyebut Abe rutin melakukan check up 2 kali setahun. Terakhir, Abe melaklukannya pada 13 Juni.
Sebelumnya, ketua panel pajak dari Partai Demokrat Liberal Akira Amari menyebut Abe bisa mengalami keletihan atau fatigue karena bekerja keras mengatasi pandemi virus Corona COVID-19.
"Saya ingin beliau istirahat," katanya dalam sebuah program di Fuji TV.
Berbagai spekulasi berkembang terkait kesehatan Abe. Diketahui, ia memiliki riwayat chronic ulcerative colitis.
Mutasi Virus Corona 10 Kali Lebih Menular Ditemukan di 3 Negara Ini
Virus Corona COVID-19 bermutasi dari jenis yang pertama kali ditemukan di Wuhan. Salah satu jenis mutasi yang disebut para ahli paling menular bahkan hingga 10 kali lipat juga ditemukan di Malaysia.
Sebelum ditemukan di Malaysia, ada beberapa negara yang lebih dulu melaporkan jenis mutasi D614G ini. Negara mana saja yang memiliki jenis mutasi virus Corona paling menular? Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.
1. Malaysia
Otoritas kesehatan Malaysia melaporkan bahwa mutasi D614G terdeteksi di Malaysia, hal ini diumumkan pada Minggu (16/8/2020). Mutasi Corona yang paling menular ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia dari empat kasus di antara dua kelompok atau klaster COVID-19 di Malaysia.
"Kelompok Sivagangga dan kelompok Ulu Tiram," kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah dalam pada hari Minggu, dikutip dari The Straits Times.
Menurut Datuk Dr Hisham, dengan ditemukannya mutasi Corona yang paling menular tersebut berarti masyarakat harus lebih berhati-hati. Terlebih dalam menjalani protokol kesehatan seperti jaga jarak dan mewajibkan penggunaan masker.
"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," kata Dr Hisham berbicara soal jenis mutasi Corona.
2. Amerika Serikat
Dikutip dari Sky News, peneliti di Los Alamos National Laboratory menjelaskan telah mendeteksi 14 mutasi virus Corona, salah satunya D614G. Mutasi Corona tersebut mendominasi wabah di New York, Amerika Serikat (AS).
"Mengkhawatirkan, karena kita melihat adanya bentuk virus yang bermutasi muncul dengan sangat cepat. Dan selama bulan Maret menjadi bentuk pandemi yang dominan," ujar Dr Bette Korber, penulis utama studi tersebut.
3. Inggris
Seorang pakar dari Universitas Birmingham, Inggris, Profesor Nick Loman mengatakan bahwa mutasi D614G juga ditemukan di Inggris. Ia pun meyakini bahwa mutasi Corona ini menyebar lebih cepat dibandingkan yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China.
"Kami telah memperhatikan di Inggris juga negara-negara lain bahwa mutasi ini melakukan mutasi lebih cepat dari virus yang ada di Wuhan," ujar Nick.
https://cinemamovie28.com/cupid/