Jumat, 21 Agustus 2020

Valentine Edisi Wabah Virus Corona, Pria Ini Bagikan Buket Isi Masker

Mendekati Valentine, seorang pria bernama Rigel Thomas dari Filipina mendadak viral di media sosial. Ia punya cara unik menarik perhatian yaitu dengan membagikan buket spesial berisi berbagai produk masker, sabun, hingga cairan disinfektan di tengah wabah virus corona.
Rigel menyebut sengaja membuat buket masker dan disinfektan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ini juga sesuai petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut virus bisa dicegah dengan menerapkan praktik kebersihan diri yang baik.

"Saya terpikirkan ide ini karena tidak bisa membayangkan seperti apa hari Valentine bila virus mewabah di sini. Jadi karena itu saya membuat buket anticorona yang berisi alkohol, masker, dan sabun," kata Thomas seperti dikutip dari Cebu Daily News.

Aksi Thomas menuai beragam reaksi dari netizen. Unggahannya sudah dibagikan ulang lebih dari lima ribu kali.

"Ini adalah hadiah terbaik untuk hari Valentine. Mencegah lebih baik daripada mengobati," komentar satu netizen.

"Wah bisa beli di mana nih," balas pengguna lainnya.

Terkait hal tersebut, Filipina memang jadi salah satu negara yang sudah mengonfirmasi kasus infeksi virus corona. WHO mencatat ada tiga kasus virus corona di Filipina dan salah satunya dilaporkan meninggal dunia.

Data Terbaru: Dari 62 Suspek Corona di Indonesia, 59 Dinyatakan Negatif

 Virus corona baru 2019-nCoV yang mewabah di Wuhan kini sudah menyebar ke beberapa negara. Beberapa penelitian sempat menyebut kemungkinan virus corona baru di Indonesia tidak terdeteksi.
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menjelaskan sejumlah hasil spesimen yang sudah diperiksa hingga saat ini dinyatakan negatif.

"Kita sudah menerima 62 spesimen. dari 62 ini 59 sudah ada hasilnya negatif, tiga masih proses karena datang barengan," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Menurutnya, hasil tersebut menegaskan bahwa kasus novel coronavirus memang belum masuk Indonesia. Menurutnya, ada hal yang perlu dipahami saat memeriksa virus.

"Perlu dipahami memeriksa virus tidak sama seperti memeriksa golongan darah. Karena spesimen yang akan kita periksa adalah mukosa atau lendir saluran napas bukan darah dan bukan urine. Ambil pakai kapas dan diswab dari hidung atau tenggorokan kemudian diperiksa sesuai dengan standar WHO. Swab ini membutuhkan fasilitas laboratorium dengan sertifikasi BSL 2 atau (biosecurity level 2 atau 3)," tambahnya.

"Di Indonesia hanya ada tiga. Yang pertama level dua ada di pusat penyakit tropis Universitas Airlangga Surabaya, dan di lembaga Eijkman, dan satu Balitbangkes itu level 3," pungkasnya.

Alasan Ilmiah Makan Pakai Tangan Lebih Nikmat Dibanding Pakai Sendok

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan menggunakan tangan membuat makanan terasa lebih enak. Tetapi berhati-hatilah, karena itu juga membuat kamu jadi makan lebih banyak.
Menurut para ilmuwan, mampu menyentuh makanan secara fisik dapat meningkatkan persepsi sensorik otak. Ini berarti bahkan sebelum makanan mencapai mulut, menyentuh dengan tangan membuat otak berpikir itu lebih enak dan lebih memuaskan daripada menggunakan alat makan.

Tetapi para peneliti menemukan bahwa efek tersebut hanya terjadi pada orang yang biasanya melakukan diet sedangkan orang yang cenderung makan apa yang mereka inginkan tidak akan merasakan efek tersebut.

Penelitin dari Stevens University, New York, meminta 45 relawan untuk melihat beberapa saat kubus keju munster sebelum memegangnya dan kemudian memakannya. Setengah dari orang tersebut memegang makanan dengan tusukan, sementara yang lainnya memegang dengan jari-jari mereka.

Beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka dapat mengontrol diri atas apa yang mereka makan berpikir bahwa keju lebih enak jika dipegang. Tetapi mereka yang mengatakan memiliki tingkat kontrol yang rendah saat makan, tidak berfikir begitu bahkan ketika mereka memegang keju dengan jari-jari mereka.

Seorang peniliti bernama Profesor Adriana Madzharov mengatakan, "Bagi orang-orang yang secara teratur mengontrol konsumsi makanan mereka, sentuhan langsung memicu respons sensorik yang meningkat, membuat makanan lebih diinginkan dan menarik."
https://kamumovie28.com/river/

Kemenkes Pastikan di Pelabuhan Batam Ada Thermal Scanner dan Thermal Gun

Enam WNI di Batam sempat dikabarkan suspect virus corona baru. Kabar keenam WNI di Batam pun sempat memunculkan kekhawatiran penjagaan pintu masuk di pelabuhan tidak seketat di bandara.
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan saat ini penjagaan pintu masuk tak hanya melalui thermal scanner.

"Kita tidak lagi mengandalkan thermal scanner, yang di luar kita mengandalkan thermal gun, meskipun pas turun thermal scan lagi. Artinya dua yang kita gunakan. Atau bisa setelah thermal scan kita sempitkan alur keluar ini dan kita periksa deh thermal gun satu-satu. Artinya penggunaan thermal gun kita gunakan bisa saja di atas pesawat atau setelah thermal scan," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Senin (10/2/2020).

Ia juga menambahkan, upaya ini dilakukan tidak hanya di bandara saja. Pintu di pelabuhan juga menjadi perhatian.

"Ini dilakukan di semua pintu masuk bukan hanya bandara saja tapi juga pelabuhan laut seperti di Kepulauan Riau Batam, itu yang kami lakukan," tambahnya.

Selain tindakan thermal scanner, dan thermal gun di pintu masuk, karantina wilayah pun dilakukan. Hal ini juga menjadi upaya pencegahan penyebaran virus corona.

"Kemudian ditambah dengan penguatan wilayah, beberapa daerah melaporkan salah satunya di Aceh ada tenaga dari China sudah datang, (sampai) hari ke 14 kita karantina di perusahaan. Karena datang dalam jumlah besar sekitar 12 orang kita lalukan karantina di perusahaannya. Lalu kita observasi hari ke-14 ini laporannya gak ada masalah. Artinya gak ada masalah," katanya.

Valentine Edisi Wabah Virus Corona, Pria Ini Bagikan Buket Isi Masker

Mendekati Valentine, seorang pria bernama Rigel Thomas dari Filipina mendadak viral di media sosial. Ia punya cara unik menarik perhatian yaitu dengan membagikan buket spesial berisi berbagai produk masker, sabun, hingga cairan disinfektan di tengah wabah virus corona.
Rigel menyebut sengaja membuat buket masker dan disinfektan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ini juga sesuai petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut virus bisa dicegah dengan menerapkan praktik kebersihan diri yang baik.

"Saya terpikirkan ide ini karena tidak bisa membayangkan seperti apa hari Valentine bila virus mewabah di sini. Jadi karena itu saya membuat buket anticorona yang berisi alkohol, masker, dan sabun," kata Thomas seperti dikutip dari Cebu Daily News.

Aksi Thomas menuai beragam reaksi dari netizen. Unggahannya sudah dibagikan ulang lebih dari lima ribu kali.

"Ini adalah hadiah terbaik untuk hari Valentine. Mencegah lebih baik daripada mengobati," komentar satu netizen.

"Wah bisa beli di mana nih," balas pengguna lainnya.

Terkait hal tersebut, Filipina memang jadi salah satu negara yang sudah mengonfirmasi kasus infeksi virus corona. WHO mencatat ada tiga kasus virus corona di Filipina dan salah satunya dilaporkan meninggal dunia.
https://kamumovie28.com/rush-hour/