Senin, 24 Agustus 2020

Gandeng China sampai Arab, RI Serius Bikin Vaksin Corona

Tekad Indonesia mengembangkan vaksin Corona tak main-main. Kerja sama dengan berbagai negara mulai dari China sampai Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah serius ingin membasmi pandemi COVID-19 lewat pengembangan vaksin tersebut.
Baru-baru ini, pemerintah kembali menunjuk 2 BUMN Farmasi lainnya untuk ikut serta mengembangkan vaksin Corona. Sebelumnya, sudah ada Bio Farma yang bekerja sama dengan China untuk kembangkan vaksin. Kali ini, giliran Kimia Farma dan Indofarma yang didorong ikut andil lewat kerja sama dengan UEA.

Berikut pembagian tugas masing-masing BUMN Farmasi yang terlibat dalam pengembangan vaksin Corona:

1. Bio Farma

Bio Farma diberi tugas untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19. Dalam hal ini, Bio Farma akan bekerja sama dengan Sinovac, perusahaan asal China dan Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI). Sinovac berperan untuk transfer bibit vaksin dan teknologi sedangkan CEPI untuk membantu Indonesia membangun pabrik vaksin COVID-19 di Bandung.

Uji klinis atas vaksin itu akan dilakukan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. Saat ini, Bio Farma diketahui telah melakukan uji klinis fase III vaksin Corona Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Uji klinis ini dijadwalkan berjalan selama 6 bulan dan diperkirakan selesai pada Januari 2021. Ditargetkan vaksin ini bisa diproduksi pada kuartal pertama 2021.

2. Kimia Farma

PT Kimia Farma akan bekerja sama dengan G42 Healthcare AI Holding Rsc Ltd. asal Uni Emirat Arab (UEA). Kerja sama keduanya fokus untuk mengembangkan produk-produk vaksin, termasuk vaksin COVID-19.

Selain itu, keduanya juga akan mengembangkan produk farmasi, layanan kesehatan, riset dan uji klinis, serta pemasaran dan distribusinya. Pada kuartal III-2021 mendatang, G42 berencana mengirimkan 10 juta dosis vaksin COVID-19 yang kini tengah menjalani uji klinis tahap III ke manusia di Abu Dhabi.

"Sebagai hasil pertemuan, kami berdua menyaksikan pertukaran dokumen kerja sama yang telah ditandatangani antara pertama nota kesepahaman antara PT Kimia Farma dengan G42 Healthcare Holding tentang kerja sama pengembangan produk-produk vaksin," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers, Sabtu (22/8/2020).

3. Indofarma

PT Indofarma juga akan berkolaborasi dengan G42. Keduanya fokus untuk pengadaan test kit intelligence dengan teknologi berbasis laser dan AI untuk screening COVID-19. Alat tersebut akan membantu melakukan tracing untuk orang-orang yang terpapar virus COVID-19.

"Kami berdua tidak hanya membahas kerja sama yang sedang berjalan saat ini, namun kerja sama yang lebih strategis untuk jangka panjang, misalnya penelitian bersama menggunakan AI tidak saja untuk mendeteksi COVID-19 namun juga penyakit lainnya," ungkap Retno.

Mengenal Perusahaan Arab yang Mau Pasok 10 Juta Vaksin Corona ke RI

Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut siap memasok 10 juta dosis vaksin Corona ke Indonesia. Adapun perusahaan UEA yang menyatakan kesiapan diri soal stok dosis vaksin tadi adalah perusahaan teknologi kesehatan G42 Healthcare AI Holding Rsc Ltd.
Apa itu G42 Health Care Al Holding Rsc Ltd dan bagaimana perusahaan ini bisa memproduksi vaksin Corona?

Melansir laman resminya, G42 adalah perusahaan teknologi kesehatan berbasis artificial intelligence (AI) dan cloud computing terkemuka asal Abu Dhabi. Tidak hanya di sektor kesehatan saja, hasil penelitian dan pengembangan teknologi G42 ini turut diterapkan pada berbagai sektor mulai dari pemerintahan, keuangan, penerbangan dan perhotelan, hingga minyak dan gas.

G42 bisa terlibat dalam pengembangan vaksin Corona lewat kerja sama dengan Sinopharm CNBG (China National Biotech Group).

Sinopharm memilih UEA karena ada sekitar 200 kebangsaan yang berbeda yang tinggal di sana. Sehingga memudahkan Sinopharm menguji efektifitas uji klinis vaksin tersebut. Sedangkan, G42 Healthcare dalam pengembangan dosis vaksin ini berperan sebagai pihak yang menyediakan laboratorium dan teknologi untuk penelitian terhadap vaksin baru tersebut, memetakan dan memprediksi tren wabah, mutasi virus dan membantu memerangi penyakit.

Dikutip dari South China Morning Post, G42 dan Sinopharm CNBG sudah memulai uji klinis tahap akhir pada manusia sejak 23 Juni 2020 lalu di UEA. Uji coba tersebut dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Abu Dhabi dan melibatkan 15.000 peserta.

Jenis vaksin yang dikembangkan adalah inactivated vaccine atau vaksin Corona yang sudah dilemahkan. Kandidat vaksin ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus.
https://indomovie28.net/acrylic/

Bantuan Pulsa Buat PNS Bikin Iri, Siapa yang Lebih Pantas Dapat?

Masyarakat di luar golongan pegawai negeri sipil (PNS) dinilai akan iri karena tidak dapat bantuan pulsa sebesar Rp 200 ribu per bulan pada awal 2021. Sebab rencana itu dikecualikan untuk tenaga honorer dan pegawai outsourcing yang ada di instansi pemerintah.
Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan seharusnya pemerintah tidak membeda-bedakan golongan dan memberikan bantuan tersebut kepada semua masyarakat.

"Bikin iri dan (menimbulkan) kecemburuan sosial karena PNS itu kan ada yang kontrak, ada yang macam-macam. Pegawai honorer kalau nggak dapat itu kecemburuan bisa muncul di internal masing-masing kementerian. (Bisa) mempengaruhi kinerja PNS," kata Trubus kepada detikcom, Minggu (23/8/2020).

Selain akan menimbulkan kecemburuan sosial di lingkungan kementerian/lembaga (K/L), masyarakat di luar PNS juga dinilai akan merasakan hal serupa seperti kalangan guru-dosen, hingga anak sekolah yang juga sangat bergantung dengan teknologi informasi dan komunikasi (infokom) dalam melaksanakan kegiatannya di masa pandemi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio. Menurutnya, masyarakat semua golongan harus diberikan keringanan untuk biaya pulsa.

"Kalau sekarang cuma PNS, bagaimana dengan anak-anak sekolah, (tenaga) honorer tapi dia harus ikut webinar, kan bayar. Kalau mau menolong jangan hanya sektor PNS saja, harus semuanya karena anak-anak juga kan belajar pakai internet," ucapnya saat dihubungi terpisah.

Trubus menilai yang paling butuh bantuan pulsa adalah guru-dosen beserta anak muridnya. Sebab kegiatan belajar mengajar di masa pandemi dialihkan menjadi virtual.

"Menurut saya yang paling butuh banget guru dan dosen. Muridnya juga butuh sebenarnya," ucapnya.

Menurutnya pegawai di tingkat kementerian sebenarnya tidak perlu lagi diberikan alokasi anggaran pulsa karena sudah ada tunjangan tersendiri yang bisa dialihkan untuk pulsa.

"Kalau di tingkat ini (kementerian) nggak (butuh) karena kalau yang punya jabatan itu sudah punya tunjangan jabatan, tunjangan sendiri. Sebenarnya itu (uang) transport-nya sudah otomatis nggak keluar, jadi dari transport saja sudah cukup," tuturnya.

Sedangkan Agus menilai semua masyarakat harus dibantu untuk biaya keringanan pulsa. Pemerintah tidak boleh membeda-bedakan golongan karena di masa pandemi seperti ini semua masyarakat harus dibantu.

"Semua rakyat (butuh pulsa). Susah kalau dibeda-bedakan dalam situasi krisis. Jadi semua masyarakat harus dapat seperti yang diterapkan Malaysia semua orang dapat uang cash untuk supaya bisa belanja," terangnya.

Sementara Agus menyarankan ketimbang insentif diberikan kepada PNS untuk keringanan pulsa, sebaiknya pemerintah memberikan subsidi kepada operator jaringan seluler (provider). Dengan begitu, bisa menjangkau masyarakat lebih luas agar bisa mendapatkan pulsa lebih murah.

"Jadi hulunya yang harus dibiayai supaya murah selama COVID ini. Jadi si operatornya harus jual murah tapi dia kurang, nah kurangnya itu ditambah oleh negara melalui anggaran itu karena kalau tidak, kacau lagi semuanya. Ada yang nggak dapat, ada yang dapat, sementara anak-anak sekolah seluruh Indonesia harus dapat," katanya.

Intinya, pemerintah harus memberikan subsidi kepada operator seperti mensubsidi listrik.

"Cara yang paling tepat menurut saya adalah subsidi artinya ada dana yang masuk ke operator. Jadi si operator harus menjual pulsanya tidak mahal, caranya pemerintah harus membayari sama persis seperti listrik. Jadi tidak diberikan cash kepada orangnya, tapi si perusahaan itu diberi insentif supaya dia jual murah, kan semua bisa pakai masyarakat," jelasnya.
https://indomovie28.net/the-pacifier-2/