Jumat, 28 Agustus 2020

Erick Ungkap Harga Vaksin Corona: Kisaran Rp 360-440 Ribu

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan estimasi harga vaksin virus Corona (COVID-19) yang diproduksi Bio Farma dengan bekerja sama dengan Sinovac asal China. Ia mengungkapkan, harganya berada di kisaran US$ 25-30 atau sekitar Rp 367.977-441.573 (Rp 14.716).
Harga tersebut merupakan total untuk penyuntikan vaksin yang dilakukan sebanyak dua kali per orang.

"Perhitungan awal harga vaksin ini untuk istilahya bukan per dosis tapi untuk satu orang, karena satu orang ini dua kali suntik, jeda waktunya dua minggu. Kurang lebih itu harganya US$ 25-30 range-nya tapi ini Bio Farma sedang hitung ulang," ungkap Erick dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Untuk memperoleh angka tersebut, pihaknya menjalin komitmen dengan China agar harga bahan baku per dosis vaksin di kisaran US$ 8 pada tahun 2020 atau sekitar Rp 117.803, dan di kisaran US$ 6-7 atau sekitar Rp 88.352-103.077 pada tahun 2021.

"Harga bahan baku yang sudah dikerjasamakan dengan Sinovac untuk 2020 per dosisnya US$ 8. Tetapi di tahun 2021 harganya US$ 6-7, jadi ada penurunan. Nah kita memang ingin bahan baku. Kenapa? Supaya kita bisa belajar memproduksi vaksin. Jadi tidak hanya menerima vaksin yang sudah jadi," urai Erick.

Tak hanya vaksin yang kerja sama dengan Sinovac, pemerintah juga fokus mengembangkan vaksin merah putih agar ke depannya tak bergantung terus pada produsen luar negeri.

"Kemarin di Perpres pengadaan vaksin ini pakai juga istilahnya darurat tapi bukan berarti kita ingin memberikan vaksin mahal. Karena vaksin ini jangka pendek, ke depan vaksin merah putih harus dilakukan. Oleh karena itu Presiden keluarkan Perpres tambahan pembentukan Tim Vaksin Merah Putih yaitu diketuai Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, wakilnya Menkes, kebetulan saya juga wakilnya karena ada Bio Farma dan Kimia Farma," pungkasnya.

Pertamina Rugi Rp 11 T, Erick Thohir Bandingkan dengan Exxon & Eni

 Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal kerugian yang dialami PT Pertamina (Persero) sebesar US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di semester I-2020. Menurut Erick, nilai kerugian Pertamina lebih kecil dibandingkan perusahaan di industri minyak dan gas (migas) di dunia.
Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan seperti Exxon dan Eni menelan kerugian yang jauh lebih besar akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kalau Pertamina kan ruginya kelihatan. Kalau kita perbandingkan dengan Exxon dengan Eni, jauhlah kita. Perusahaan-perusahaan yang lain itu jauh lebih rugi," kata Erick ketika ditemui awak media usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Ia membeberkan kerugian Pertamina sudah bisa dilihat dengan adanya penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan kurs dolar yang terus meningkat, lalu Pertamina harus menjual BBM subsidi, maka tentunya akan ada kerugian besar yang ditanggung.

"Khususnya buat Pertamina kan satu, karena kurs. Ya, kursnya kan sempat naik waktu itu. Kedua, juga waktu itu Pertamina beli minyak yang sebelumnya. Berarti waktu sebelumnya tiga bulan terus dijual dengan harga subsidi yang ini, ya pasti langsung kena," tegas Erick.

Namun, ia yakin Direksi dan Komisaris Pertamina akan mencari jalan keluar yang terbaik dari kerugian besar yang ditanggung saat ini.

"Saya yakini, Direksi Pertamina dan Komisaris akan solid mencari jalan supaya Pertamina-nya lebih baik. Kita tunggu saja, kan nanti tinggal empat bulan mungkin kelihatan bukunya. Jadi tolong dibandingkan dengan perusahaan lain. Data-datanya ada," pungkas Erick.
https://indomovie28.net/the-sisters-room-3/

Kamis, 27 Agustus 2020

7 Provinsi yang Penambahan Kasus Baru Corona Terbanyak 27 Agustus

Berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan COVID-19 pada Kamis (27/8/2010), kasus baru Corona di Indonesia bertambah sebanyak 2.719 kasus, sehingga totalnya sudah mencapai 162.884 orang.
DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan penambahan kasus Corona sebanyak 760 orang. Sementara Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 367 orang.

Berikut 7 provinsi dengan penambahan kasus Corona terbanyak per 27 Agustus.

DKI Jakarta : 760 kasus
Jawa Timur : 367 kasus
Jawa Tengah : 252 kasus
Kalimantan Timur : 206 kasus
Jawa Barat : 154 kasus
Aceh : 108 kasus
Sumatera Utara : 104 kasus
Adapun 3 provinsi di Indonesia yang tidak ada kasus baru Corona per 27 Agustus, sebagai berikut.

Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Sulawesi Tengah

Diidap Istri Indra Bekti Hingga Sesak Napas, Apa Itu Efusi Pleura?

 Istri dari artis Indra Bekti, Aldilla Jelita, dikabarkan mengidap efusi pleura. Kondisi tersebut mengharuskan Aldilla dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sesak napas.
Kondisi ini membuat paru-paru sebelah kiri Aldilla terendam air yang cukup banyak, dan membuatnya sulit bernapas sehingga perlu dibantu oksigen. Dilla pun harus dirawat di Rumah Sakit Mayapada, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Jadi ada cairan di dalam paru-paru Dilla, pertama 600cc, kedua 1 liter, ketiga 350cc dan alhamdulillah hari ini udah boleh pulang," elas Indra saat jumpa pers di Rumah Sakit Mayapada, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

Apa sih itu efusi pleura?
Efusi pleura atau pleural effusion adalah kondisi adanya cairan dalam jumlah yang tidak wajar di sekitar paru-paru. Dikutip dari WebMD, cairan itu biasanya menumpuk di antara paru-paru dan lapisan pembungkusnya, yaitu pleura, yang menempel di bagian dalam rongga dada.

Umumnya area di sekitar pleura ini memang berair, yang berfungsi untuk memungkinkan paru-paru mengembang dengan baik saat bernapas. Tapi, jika jumlah cairannya berlebih, bisa menyebabkan paru-paru sulit mengembang dan akhirnya menyebabkan sesak napas.

Gejala yang muncul juga mungkin sering dialami oleh sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari. Gejalanya terdiri dari sesak napas, nyeri pada dada terutama saat bernapas dalam-dalam, demam, dan juga batuk.

Apa saja penyebabnya?
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan efusi pleura, seperti:

1. Kebocoran dari organ lain, misalnya dari gagal jantung kongestif, penyakit hati, atau ginjal.

2. Kanker paru-paru atau kanker lainnya yang sudah menyebar ke paru-paru atau pleura.

3. Terjadi infeksi, seperti pneumonia atau tuberkulosis (TBC).

4. Adanya kondisi autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

5. Emboli paru.

Ramalan Zodiak Cinta 26 Agustus: Taurus Hargai Dirinya, Gemini Beri Kebebasan

 Ramalan zodiak cinta Virgo cinta tidak harus memiliki maka dari itu anda jangan sampai bersikap posesif. Bagaimana dengan ramalan zodiak cinta anda hari ini:

Capricorn:

Suasana tetap terasa romantis dan indah sekali, anda benar-benar beruntung bisa menjalin hubungan dengannya, pertahankan terus dan jangan sekali-kali memancing emosinya dengan pembicaraan yang bisa memperkeruh suasana.

Aquarius:

Untuk menemaninya di saat sepi benar-benar diharapkan olehnya saat ini, jangan sampai si dia merasa bahwa cinta itu tidak berharga dan percuma, tunjukkan bagaimana kadar cinta Anda kepadanya dengan lebih perhatian dan perduli padanya.

Pisces:

Sekali ini saja berkata yang benar dan berusaha untuk menepati janji yang telah Anda ucapkan agar si dia kembali percaya dengan diri Anda, jangan biasakan mengulangi kembali sikap Anda yang jelas-jelas membuatnya jengkel.

Aries:

Si dia tak mudah melupakan segala kenangan indah yang pernah terjalin diantara Anda dengannya sekalipun saat ini hubungan Anda lagi diterpa oleh badai yang cukup keras akan tetapi kenangan lama tersebut yang menjadi perekat hubungan Anda dengannya saat ini.

Taurus:

Tak perlu menyepelekan segala nasehat nya, hargai lah dirinya jika anda juga ingin dihargai olehnya. Bagaimanapun juga saat ini Anda perlu kontrol agar selalu benar setiap langkah yang Anda jalani.

Gemini:

Sebaiknya anda tidak terus menekan nya, biarkan si dia memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya sendiri berilah si dia waktu dan kebebasan sehingga bebannya tidak semakin berat karena sikap Anda.
https://cinemamovie28.com/cinderellas-hot-night/