Senin, 07 September 2020

Putri AHY Patah Tulang, Ini Faktor yang Bisa Pengaruhi Waktu Pemulihan

Putri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Almira Yudhoyono, dikabarkan mengalami fraktur atau patah tulang. AHY mengunggah video di Instagram saat Almira berusaha berjalan dengan alat bantu tongkat kaki (kruk).
Mohon doanya ya teman-teman. Aira mengalami fraktur di kaki kanannya saat olahraga. Cepet sembuh ya kak," tulis AHY pada Senin (3/2/2020).

Terkait hal tersebut menurut ahli ada beberapa hal yang diketahui bisa mempengaruhi waktu pemulihan patah tulang. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contohnya:

1. Kondisi tulang

Semakin parah patahan yang terjadi pada tulang, maka waktu pemulihan bisa semakin lama. dr Andri Primadhi SpOT(K) dari RSUP Hasan Sadikin Bandung menyebut biasanya kondisi akan dinilai dari derajat dan pola patahan tulang.

"Sekitar 6-8 minggu, tergantung pola patahan, dan derajat kepatahannya," jelas dr Andri beberapa waktu lalu.

2. Usia

Secara umum anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan bisa lebih cepat pulih dari patah tulang dibandingkan orang dewasa. Alasannya dijelaskan oleh peneliti dari Iowa Orthopaedic Center karena tulang anak selalu dalam proses 'pemulihan' karena masih bertumbuh.

"Pada orang dewasa faktor ini harus dibangunkan kembali, oleh karena itu waktu pemulihannya jadi lebih lambat," kata peneliti.

3. Infeksi dan komplikasi lain

Kadang patah tulang juga bisa disertai dengan komplikasi lain seperti misalnya luka yang rentan infeksi. Hal ini dapat semakin membebani tubuh sehingga waktu pemulihan juga jadi lebih lama.

4. Gerakan berlebih

Ada alasan kenapa pasien patah tulang biasanya dipasang gips, yaitu untuk menahan agar tulang tidak bergerak-gerak. Gerakan yang berlebihan bisa mengganggu proses penyembuhan, meningkatkan risiko kerusakan jaringan sekitar, hingga nyeri tambahan.

5. Nutrisi

Menurut dr Benedictus Megaputra SpOT, MSi, asupan nutrisi yang tepat dapat membantu tulang sembuh lebih cepat. Contohnya asupan seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral dibantu dengan suplemen mengandung kalsium dan vitamin D.

"Suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D baik untuk tulang," kata dr Mega.

Harga Masker N95 Sampai Rp 3 Juta, Dokter Paru Sampai Terkaget-kaget

Kepanikan masyarakat akan virus corona semakin menjadi-jadi. Hal ini disebabkan kelangkaan masker N95 yang dipercaya ampuh untuk mencegah penularan virus ini.
Sayangnya kepanikan ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin mencari keuntungan semata. Tak tanggung-tanggung, para oknum menjual masker N95 dengan harga fantatis di beberapa toko online yakni Rp 1,8 juta bahkan sampai Rp 3 juta.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis paru-paru, dari RS Persahabatan, Jakarta Timur, Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), mengaku kaget mengetahui ada masker N95 yang dijual hingga Rp 3 juta per paknya.

"Waduh mahal banget! Luar biasa keterlaluan. Berapa kali lipat itu (naiknya)," kata dr Erlina kepada detikcom, Selasa (4/2/2020).

Tidak perlu juga orang sehat pakai masker N95. Nggak kuat itu paling 2 jam sudah sesak.
Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) - RS Paru Persahabatan
dr Erlina merasa prihatin dengan kejadian ini, lantaran masih saja ada oknum yang memanfaatkan musibah yang sedang di derita oleh orang banyak, yakni wabah virus corona sebagai ladang keuntungan.

"Hati nurani gitu ya jangan memanfaatkan keadaan dan saya imbau juga ke masyarakat jangan panik yang berlebihan dan jangan lebay, kita nggak ada kasusnya kok yang positif," jelas dr Erlina.

Ia pun menegaskan, masker n95 hanya untuk digunakan oleh petugas kesehatan, dan sebaiknya masyarakat menggunakan masker bedah saja.

"Tidak perlu juga orang sehat pakai masker N95. Nggak kuat itu paling 2 jam sudah sesak," ucapnya.

"Kalau mau pakai masker, masker bedah saja sudah cukup," tuturnya.
https://nonton08.com/curve/

Waspada, Diabetes Bisa Sebabkan Komplikasi Stroke hingga Kebutaan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan diabetes mellitus sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini mengakibatkan terganggunya proses pengolahan glukosa dalam tubuh hingga mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.
Diabetes mellitus dibagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua jenis tersebut dibedakan berdasarkan penyebabnya.

Mengutip mayoclinic.org, diabetes tipe 1 terjadi karena masalah autoimun. Sistem kekebalan tubuh yang semestinya bekerja melawan patogen, malah berbalik menyerang sel-sel beta dalam pankreas yang berfungsi memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tak mendapatkan suplai insulin yang cukup untuk mengurai glukosa menjadi energi sehingga terjadi penumpukan gula darah.

Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi akibat tubuh tidak lagi merespon hormon insulin. Dampaknya, insulin yang diproduksi pankreas tidak bekerja maksimal untuk mengurai glukosa. Kondisi tersebut, seperti halnya pada diabetes tipe 1, menyebabkan penumpukan gula darah.

Diabetes tipe 1 lazimnya muncul karena faktor genetik, infeksi virus, atau riwayat penyakit turunan. Adapun diabetes tipe 2 kerap terjadi karena masalah kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, maupun penambahan usia.

Gejala umum yang muncul pada kedua tipe diabetes tersebut serupa, seperti lebih sering buang air kecil, rasa lapar dan haus terus menerus, penurunan berat badan ekstrem tanpa dikehendaki, kelelahan, penglihatan buram, luka sulit sembuh.

Di samping itu, diabetes juga berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit. Berikut ini beberapa komplikasi yang dipicu penyakit diabetes.

1. Penyakit jantung
Timbunan gula darah memicu pelbagai masalah pada sistem jantung. Penderita diabetes berisiko mengalami penyempitan pembuluh darah, yang berakibat pada serangan jantung atau stroke.

2. Gagal ginjal
Kontaminasi gula dalam darah membuat ginjal bekerja lebih keras dalam proses penyaringan. Keadaan seperti itu berisiko merusak struktur ginjal hingga terjadi gagal ginjal kronis yang berdampak serius.

3. Pikun
Pengidap diabetes tipe 2 rentan mengalami gangguan ingatan atau alzheimer yang mengakibatkan pikun atau lupa ingatan. Masalah ini terjadi karena kondisi gula darah yang tidak terkontrol hingga mempengaruhi kinerja otak.

4. Luka parah
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, diabetes akan membuat penderitanya mudah mengalami luka dan sulit disembuhkan. Dalam kondisi yang sudah parah, luka yang dialami penderita diabetes semakin membesar hingga terjadi kebusukan dan berakhir pada tindakan amputasi.

5. Kerusakan mata
Diabetes berpotensi menyebabkan kerusakan pembuluh darah di mata yang menuntun pada kebutaan. Diabetes juga dianggap meningkatkan risiko timbulnya katarak dan glaukoma pada mata.

Agar tidak mengakibatkan komplikasi serius dan berakibat fatal, diabetes mesti dideteksi secepat mungkin. Jika sudah menemukan gejala-gejala diabetes, segera konsultasikan dengan dokter.

Jika tak sempat ke rumah sakit karena aktivitas pada atau halangan lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter melalui GrabHealth. Caranya, buka aplikasi Grab lalu pilih menu Health. Di sana, kamu bisa berkonsultasi lewat chat dengan dokter atau mencari dokter spesialis untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan.

Jangan kompromi dengan diabetes. Konsultasi dengan dokter sekarang dan selalu jaga kesehatan!
https://nonton08.com/himizu/