Selasa, 08 September 2020

Faktor Risiko Aritmia Jantung Seperti Dialami Gus Sholah Sebelum Meninggal

Kabar duka kembali lagi terdengar di tanah air, kali ini terjadi kepada KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, itu wafat usai menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.
"Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20.55 WIB," kata putra Gus Solah, Irfan Wahid (Ipang Wahid) lewat akun Twitter-nya, @ipangwahid, Minggu (2/2/2020).

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Gus Sholah diketahui mengalami masalah gangguan irama jantung atau aritmia. Dikutip dari Mayo Clinic berikut ini adalah kondisi tertentu yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang bisa mengalami aritmia.

1. Penyakit arteri koroner
Mempunyai riwayat berbagai jenis penyakit jantung, seperti arteri jantung yang menyempit, serangan jantung, katup jantung yang abnormal, dan pernah mengalami gagal jantung. Adanya riwayat melakukan operasi jantung pun bisa meningkatkan risiko aritmia.

2. Tekanan darah tinggi
Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner, yaitu terjadinya penebalan pada dinding ventrikel (bilik jantung). Fungsi jantung dalam memompa darah akan menurun, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

3. Penyakit jantung bawaan
Terlahir mempunyai kelainan jantung pun dapat mempengaruhi ritme jantung.

4. Adanya masalah di tiroid
Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher, dan berfungsi untuk mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang bermasalah akan meningkatkan risiko aritmia.

5. Diabetes
Risiko terkena penyakit arteri koroner dan tekanan darah tinggi akan meningkat apabila mempunyai riwayat diabetes.

6. Sleep apnea
Suatu kondisi berhentinya proses pernapasan dalam waktu singkat selama tertidur, dapat meningkatkan risiko bradikardia (lambatnya denyut jantung), fibrilasi atrium (denyut jantung yang tidak normal), dan aritmia lainnya.

7. Ketidakseimbangan elektrolit
Elektrolit berperan dalam menjaga kinerja saraf dan otot. Kadar elektrolit yang terlalu tinggi atau sebaliknya dapat mempengaruhi impuls listrik jantung dan meningkatkan terjadinya risiko aritmia.

Faktor-faktor pola hidup yang kurang sehat pun dapat meningkatkan risiko terjadinya aritmia, seperti asal-asalan mengonsumsi obat, kebiasaan meminum alkohol, hingga terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Korban Tewas Terus Bertambah, China Bangun RS Baru untuk Virus Corona

China menyiapkan rumah sakit baru di kota pusat wabah novel coronavirus, karena jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah. Sampai saat ini sudah lebih dari 17.000 kasus yang terkonfirmasi, dan angka kematian mencapai 361 orang. Salah satu kasus kematian juga ditemukan di luar China, yaitu di Filipina.
Sebelumnya, China sudah membangun Rumah Sakit Huoshenshan yang menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk pasien, dan rumah sakit tersebut dibangun hanya dalam delapan hari.

Namun sayangnya karena pasien terus bertambah, para petugas kewalahan dalam menangani pasiennya. Bahkan beberapa diantaranya rela menggunakan popok, karena tak sempat untuk buang air kecil ke kamar mandi.

Mengutip dari BBC, sebanyak 1.400 staf medis tentara Cina yang disiapkan untuk membantu pasien di rumah sakit baru. Beberapa diantaranya sudah berpengalaman dalam menangani novel coronavirus (2019-nCoV).

Rumah sakit kedua di Leishenshan dijadwalkan selesai pada hari Rabu.

Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan kepada Reuters bahwa dengan dua rumah sakit baru ini kota Wuhan akan mampu menampung 10.000 pasien, cukup untuk menangani kasus-kasus yang saat ini dicurigai maupun telah dikonfirmasi.
https://nonton08.com/lupin-the-third-alcatraz-connection/

Kemenkes Pastikan WNI yang Dikarantina di Natuna Semuanya Sehat

Sejak Minggu, (2/2) warga negara Indonesia di evakuasi dari Wuhan, China, ke Natuna. Berdasarkan hitungan masa inkubasi, akan dilakukan karantina atau observasi kesehatan selama 14 hari. Disampaikan bahwa sampai saat ini semua WNI dalam kondisi baik.
"Sebanyak 237 WNI dan 1 WNA berhasil di evakuasi dari Wuhan, China, ke Natuna, Indonesia. Dan semua WNI dalam kondisi sehat, telah melakukan skrining di China," tegas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayana Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, drg Widyawati MKM, saat ditemui pada Senin (3/2/2020).

Saat ini, semua WNI di Natuna kembali menjalani tes kesehatan ulang untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan prima. Adapun kondisi yang menjadi fokus pemantauan atau diamati yakni batuk, sesak napas dan demam.

"Skenario di Natuna, pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali. Jam 23.00 lalu (2/1) semua dalam keadaan baik," tambah Dirjen P2P Kemenkes, dr Anung Sugihantino, saat dijumpai di lokasi yang sama.

Disampaikan bahwa apabila secara komunal dalam 14 hari tidak ada yang mengalami gangguan pernapasan atau yang mengarah pada gejala, maka secara umum, maka observasi kesehatan dicukupkan dan boleh pulang karena telah melalui dua kali cek kesehatan.

"Tetapi jika dalam 14 hari ada satu, dua, atau beberapa orang yang menunjukkan gejala, maka skenarionya akan lain. Makanya kita bisa perpanjang atau evakuasi ke tempat 'spesifik'. Kita sudah siapkan medical evacuation kalau ada yang sakit," tutup dr Anung

Faktor Risiko Aritmia Jantung Seperti Dialami Gus Sholah Sebelum Meninggal

Kabar duka kembali lagi terdengar di tanah air, kali ini terjadi kepada KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, itu wafat usai menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.
"Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20.55 WIB," kata putra Gus Solah, Irfan Wahid (Ipang Wahid) lewat akun Twitter-nya, @ipangwahid, Minggu (2/2/2020).

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Gus Sholah diketahui mengalami masalah gangguan irama jantung atau aritmia. Dikutip dari Mayo Clinic berikut ini adalah kondisi tertentu yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang bisa mengalami aritmia.

1. Penyakit arteri koroner
Mempunyai riwayat berbagai jenis penyakit jantung, seperti arteri jantung yang menyempit, serangan jantung, katup jantung yang abnormal, dan pernah mengalami gagal jantung. Adanya riwayat melakukan operasi jantung pun bisa meningkatkan risiko aritmia.

2. Tekanan darah tinggi
Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner, yaitu terjadinya penebalan pada dinding ventrikel (bilik jantung). Fungsi jantung dalam memompa darah akan menurun, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

3. Penyakit jantung bawaan
Terlahir mempunyai kelainan jantung pun dapat mempengaruhi ritme jantung.

4. Adanya masalah di tiroid
Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher, dan berfungsi untuk mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang bermasalah akan meningkatkan risiko aritmia.
https://nonton08.com/lupin-the-third-the-elusive-fog/