Selasa, 08 September 2020

Hobi Bersepeda? Ini Saran Dokter Agar Tak Gampang Cedera

 Melakukan olahraga bersepeda memang terdengar mudah. Namun faktanya jika tak didukung dengan pemahaman yang benar bisa meningkatkan risiko cedera atau rasa nyeri.
Dokter spesialis anestesi yang ahli di bidang nyeri, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, dr Henny Widyastuti, SpAn, MKes, mengatakan pemanasan untuk menguatkan otot-otot core, perut, punggung dan paha memang penting. Namun ada faktor lain juga yang perlu diperhatikan.

"Saat bersepeda dia harus berubah posisi secara berkala, karena ketika dia tetap monoton dan terus-menerus, di situ terjadi risiko overuse injury," kata dr Henny, ditemui di acara Gobar Milad Kahiji Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Minggu (2/2/2020).

dr Henny juga menjelaskan, seringkali pesepeda terlalu bersemangat sehingga menambah kecepatan tanpa memperhatikan risiko.

"Risiko overuse injury itu terjadi lebih sering kepada yang ingin menaikkan kecepatannya secara tiba-tiba," ucap dr Henny.

"Jadi naiknya harus perlahan, karena membiasakan dulu gerakan badannya dulu baru menaikkan fastnya. Jadi harus bertahap," pungkasnya.

Dialami Gus Sholah Sebelum Meninggal, Apa Itu Aritmia Jantung?

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid meninggal dunia. Gus Sholah, sapaan akrabnya, sempat menjalani tindakan medis ablasi di RS Jantung Harapan Kita.
"Jadi sejak beberapa minggu lalu itu, sejak Desember, ada sedikit kelainan di dekat jantungnya, tidak beraturanlah, terus dicek di sini terus ternyata harus dilakukan tindakan ablasi ini," kata putra Gus Solah, Irfan Wahid atau Ipang Wahid.

Dikutip dari Mayoclinic, ablasi merupakan tindakan medis untuk memperbaiki gangguan irama jantung atau aritmia. Aritmia sendiri terjadi karena impuls elektrik yang mengkoordinasikan denyut jantung tidak bekerja dengan seharusnya.

Gangguan irama jantung bisa ditandai dengan denyut yang terlalu cepat atau takikardi, bisa juga denyut jantung yang terlalu lambat atau bradikardi. Denyut jantung yang normal sendiri bervariasi, tetapi umumnya ada di sekitar 60 beats per minute (bpm) pada kondisi istirahat (resting heart rate).

Penyebab aritmia sangat beragam, di antaranya sebagai berikut:

- Serangan jantung
- Kerusakan jaringan di jantung akibat serangan jantung
- Perubahan struktur jantung
- Penyumbatan pembuluh darah arteri koroner
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan tiroid
- Diabetes
- Sleep apnea atau henti napas saat tidur, sering dialami orang-orang yang tidurnya ngorok

Penyebab lain yang juga banyak dikaitkan dengan aritmia adalah:

- Merokok
- Minum alkohol atau kopi berlebihan
- Penyalahgunaan obat
- Stres dan gelisah
- Genetik.

Aktor Star Wars Alan Harris Meninggal, Kenali Kanker Paru yang Diidapnya

Alan Harris, aktor Inggris, meninggal di usia 81 tahun setelah melewati masa hidupnya dengan kanker paru-paru yang didiagnosis di tahun 2018. Dia memainkan tiga karakter berbeda dalam trilogi asli dari waralaba sci-fi, salah satunya karakter Bossk di The Empire Strikes Back.
Alan telah berjuang mengatasi masalah kesehatan selama beberapa tahun. Namun ia beberapa kali masih sempat menghadiri pertunjukan dan bertemu dengan penggemar.

Para penggemarnya membanjiri ucapan bela sungkawa di media sosial untuk memberikan penghormatan pada Alan Harris, termasuk aktor Star Wars Jeremy Bulloch, yang memerankan Boba Fett dalam film-film fiksi ilmiah.

"Kami sangat menyesal mendengar tentang Alan Harris. Dia adalah salah satu dari orang-orang terbaik yang pernah kami temui, dia sangat sederhana dan sangat baik dengan semua penggemar, dia akan sangat dirindukan," katanya. dikutip dari Ace Show Biz.

Penggemar lain menuliskan di media sosialnya, "Alan akan sangat dirindukan oleh penggemar di seluruh dunia. Rest In Peace (RIP) Alan Harris" begitu tulisnya.
https://nonton08.com/student-of-the-year/

Soal Kondisi Tempat Karantina WNI di Wuhan, Kemenkes Jawab Cibiran Netizen

Beredar foto gambaran lokasi yang dijadikan tempat evakuasi WNI dari Wuhan. Foto tersebut ramai jadi perbincangan netizen. Sebagian menanyakan mengapa lokasi karantina tak dilakukan di Rumah Sakit.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto, menjelaskan alasan mengapa mereka tidak dikarantina dalam Rumah Sakit.

"Ya bukan Rumah Sakit, kalau orang sakit masukan RS, kalau orang sehat ya masukan rumah sehat, ini semua orang sehat kok," tegasnya saat dihubungi detikcom, Senin (3/2/2020).

Kondisi karantina WNI dari Wuhan tersebut dilengkapi dengan sejumlah alat tidur, dan peralatan mandi.

Terlihat pula beberapa WNI tengah melakukan aktivitas makan bersama, sambil mengobrol. Beberapa WNI lain terlihat masih mengenakan masker.

Sebelumnya dari 245 WNI yang direncanakan akan dievakuasi, sebanyak 241 yang berhasil dievakuasi dari Wuhan, China.

"Alhamdullillah... sampai saat ini...241 WNI yg akan kembali semua dalam kondisi sehat..dan protokol kesehatan akan terus diterapkan secara disiplin," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam posting-an di akun Instagram, Sabtu (1/2/2020) malam.

Hobi Bersepeda? Ini Saran Dokter Agar Tak Gampang Cedera

 Melakukan olahraga bersepeda memang terdengar mudah. Namun faktanya jika tak didukung dengan pemahaman yang benar bisa meningkatkan risiko cedera atau rasa nyeri.
Dokter spesialis anestesi yang ahli di bidang nyeri, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, dr Henny Widyastuti, SpAn, MKes, mengatakan pemanasan untuk menguatkan otot-otot core, perut, punggung dan paha memang penting. Namun ada faktor lain juga yang perlu diperhatikan.

"Saat bersepeda dia harus berubah posisi secara berkala, karena ketika dia tetap monoton dan terus-menerus, di situ terjadi risiko overuse injury," kata dr Henny, ditemui di acara Gobar Milad Kahiji Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Minggu (2/2/2020).

dr Henny juga menjelaskan, seringkali pesepeda terlalu bersemangat sehingga menambah kecepatan tanpa memperhatikan risiko.

"Risiko overuse injury itu terjadi lebih sering kepada yang ingin menaikkan kecepatannya secara tiba-tiba," ucap dr Henny.

"Jadi naiknya harus perlahan, karena membiasakan dulu gerakan badannya dulu baru menaikkan fastnya. Jadi harus bertahap," pungkasnya.

Dialami Gus Sholah Sebelum Meninggal, Apa Itu Aritmia Jantung?

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid meninggal dunia. Gus Sholah, sapaan akrabnya, sempat menjalani tindakan medis ablasi di RS Jantung Harapan Kita.
"Jadi sejak beberapa minggu lalu itu, sejak Desember, ada sedikit kelainan di dekat jantungnya, tidak beraturanlah, terus dicek di sini terus ternyata harus dilakukan tindakan ablasi ini," kata putra Gus Solah, Irfan Wahid atau Ipang Wahid.

Dikutip dari Mayoclinic, ablasi merupakan tindakan medis untuk memperbaiki gangguan irama jantung atau aritmia. Aritmia sendiri terjadi karena impuls elektrik yang mengkoordinasikan denyut jantung tidak bekerja dengan seharusnya.

Gangguan irama jantung bisa ditandai dengan denyut yang terlalu cepat atau takikardi, bisa juga denyut jantung yang terlalu lambat atau bradikardi. Denyut jantung yang normal sendiri bervariasi, tetapi umumnya ada di sekitar 60 beats per minute (bpm) pada kondisi istirahat (resting heart rate).

Penyebab aritmia sangat beragam, di antaranya sebagai berikut:

- Serangan jantung
- Kerusakan jaringan di jantung akibat serangan jantung
- Perubahan struktur jantung
- Penyumbatan pembuluh darah arteri koroner
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan tiroid
- Diabetes
- Sleep apnea atau henti napas saat tidur, sering dialami orang-orang yang tidurnya ngorok

Penyebab lain yang juga banyak dikaitkan dengan aritmia adalah:

- Merokok
- Minum alkohol atau kopi berlebihan
- Penyalahgunaan obat
- Stres dan gelisah
- Genetik.
https://nonton08.com/wrong-turn-4-bloody-beginnings/