Selasa, 08 September 2020

3 Gejala Baru COVID-19 yang Dialami Anak-anak, Salah Satunya Sakit Perut

 Ada tiga gejala baru yang diidentifikasi sering dialami anak-anak yang terinfeksi virus Corona. Para ilmuwan di Universitas Belfast, Irlandia Utara, menyebutkan tiga gejala tersebut yaitu diare, sakit perut, dan muntah.
Meski banyak dialami anak-anak, pihak layanan kesehatan Inggris (NHS) masih enggan menyebut secara resmi ketiganya sebagai gejala, karena takut membuat para orang tua khawatir. Saat ini, daftar gejala COVID-19 yang resmi dari NHS yaitu demam, batuk, dan juga kehilangan indra penciuman serta perasa.

Menurut Dr Tom Waterfield dari Universitas Belfast, memasukkan gejala diare, muntah, dan sakit perut ke dalam daftar gejala COVID-19 yang resmi bisa dipertimbangkan. Ini karena gejala tersebut bisa saja berpotensi membahayakan anak-anak.

"Kami menemukan bahwa diare dan muntah adalah gejala yang dilaporkan oleh beberapa anak, dan saya pikir menambahkannya ke daftar gejala yang di kini diketahui perlu dipertimbangkan," kata Dr Waterfield yang dikutip dari Daily Star, Senin (7/9/2020).

Untuk membuktikannya, Belfast melihat 1.000 anak dengan usia rata-rata 10 tahun. Mereka diuji darahnya untuk mengidentifikasi apakah mereka terinfeksi COVID-19. Hasil yang didapatkan, 68 anak memiliki antibodi dengan demam yang paling umum.

Namun, sebanyak 50 persen dari mereka ternyata positif terinfeksi Corona tanpa menunjukkan adanya gejala. Sementara 13 anak mengatakan mereka mengalami diare, muntah, dan juga sakit perut.

"Studi ini menunjukkan bahwa sekitar setengah dari anak-anak tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi virus Corona, dan bahwa strategi pengujian yang dijalani Inggris saat ini akan gagal untuk mendiagnosis sebagian besar infeksi pada anak," jelasnya.

5 Penyebab Wanita Sulit Orgasme di Saat Bercinta

Mencapai klimaks bukanlah suatu yang mudah bagi wanita. Seringkali wanita tidak mampu berorgasme saat berhubungan seks dengan pasangannya. Sehingga, tak jarang wanita memalsukan orgasmenya agar tidak mengecewakan pasangan.
Sebenarnya sulit orgasme normal terjadi. Tetapi, wanita menjadi khawatir, jika hal ini terjadi setiap melakukan bercinta. Lantas apa yang mempengaruhi orgasme?

Dikutip dari Womansday, berikut beberapa faktor yang dapat mengganggu orgasme saat bercinta:

1. Kecemasan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat bercinta adalah memikirkan kepuasan pasangan. Hal ini karena menimbulkan kecemasan dalam diri. Jika Anda terlalu memikirkan sesuatu dan berakhir cemas, membuat Anda sulit orgasme.

Psikiater asal New York Grant Hilary Brenner, MD, mengatakan bahwa kecemasan dapat membawa tubuh cenderung negatif dan dapat mengganggu kehidupan seks. Sebab, pikiran akan terganggu dan membuat tidak fokus saat bercinta.

2. Tidak menegangkan otot
Selama ini Anda menganggap terlalu rileks membuat bercinta semakin nikmat. Namun, menurut terapis seks, Louanne Cole Weston, PhD, pernyataan tersebut tidak tepat. Sebab, diperlukan ketegangan otot untuk mencapai orgasme. Weston juga merekomendasikan untuk mengkontraksikan otot panggul bagian bawah.

3. Kurang berfantasi
Kreativitas fantasi wanita sangat mempengaruhi kehidupan seks. Terapis seks Kat Van Kirk, Ph.D mengatakan fantasi bisa didapat dari melakukan masturbasi. Saat Anda bermasturbasi akan membantu melepaskan hambatan kreatif di tempat tidur dan lebih mengetahui G-spotnya. Sehingga, saat bercinta dengan pasangan, Anda lebih bergairah dan mencapai orgasme.

4. Diam saja
Tidak ada salahnya saat bercinta, Anda mengeluarkan desahan kecil atau mengarahkan pasangan area yang membuat terangsang. Hal ini karena akan membuat sesi bercinta bergairah dan mencapai kenikmatan. Jika Anda diam saja, pasangan akan bingung dan terus melakukan gerakan yang dianggap bisa memuaskan Anda.

5. Takut kehilangan kendali
Anda mungkin merasa malu mengekspresikan 'liar' di ranjang, entah takut pasangan menjadi ilfil dan tidak nyaman. Namun, menahan diri bisa menghambat kenikmatan saat bercinta dan membuat sulit berorgasme. Cobalah biarkan tubuh mengikuti kenikmatan dan rasakan sensasinya.
https://indomovie28.net/perfect-sense-2/

Virolog Ingatkan Klaster Pilkada Bisa Meledak karena Arak-arakan Massa

 Pelaksanaan Pilkada 2020 jadi sorotan karena beberapa calon kepala daerah menimbulkan keramaian. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan secara khusus menyebut ini harus jadi perhatian, jangan sampai muncul kasus penyebaran Corona di klaster Pilkada.
"Hati-hati, perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga hati-hati. Yang terakhir juga klaster Pilkada hati-hati ini," ucap Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021, Senin (7/9/2020).

Menurut virolog Profesor I Gusti Ngurah Kade Mahardika dari Universitas Udayana calon kepala daerah yang bijaksana seharusnya tidak menciptakan kerumunan. Alasannya ini menempatkan pendukung dan diri mereka sendiri terhadap risiko penularan virus Corona.

"Semua partai politik, semua calon kepala daerah, dan penyelenggara Pilkada mestinya sadar betul keadaannya. Bisa sampai terjadi arak masa itu sudah sangat miris, menakutkan. Saya khawatir akan meledak kasus Corona klaster pilkada," ungkap Prof Mahardika pada detikcom.

Dalam beberapa hari terakhir kasus baru virus Corona di Indonesia disebut Satgas Penanganan COVID-19 naik signifikan. Data yang dilaporkan di covid19.go.id menemukan dalam sepekan terakhir rata-rata kasus baru Corona di Indonesia ada di sekitar 3.000 kasus per hari.

Prof Mahardika mengatakan bila kasus baru harian semakin bertambah maka ada ancaman sistem kesehatan Indonesia kolaps. Menurutnya saat ini saja beberapa rumah sakit sudah mulai penuh.

"Virus ini ditenggarai semakin mudah menular dan kemudian angka fatalitas kasusnya di beberapa derah meningkat dan tingkat hunian rumah sakit sudah jenuh," kata Prof Mahardika.

"Untuk apa kemudian nanti terpilih ternyata ada tambahan 'almarhum' di belakang. itu kan bukan sesuatu yang membanggakan. Saya pribadi melihat arak-arakan ini bukan sesuatu yang membanggakan," pungkasnya.

3 Gejala Baru COVID-19 yang Dialami Anak-anak, Salah Satunya Sakit Perut

 Ada tiga gejala baru yang diidentifikasi sering dialami anak-anak yang terinfeksi virus Corona. Para ilmuwan di Universitas Belfast, Irlandia Utara, menyebutkan tiga gejala tersebut yaitu diare, sakit perut, dan muntah.
Meski banyak dialami anak-anak, pihak layanan kesehatan Inggris (NHS) masih enggan menyebut secara resmi ketiganya sebagai gejala, karena takut membuat para orang tua khawatir. Saat ini, daftar gejala COVID-19 yang resmi dari NHS yaitu demam, batuk, dan juga kehilangan indra penciuman serta perasa.

Menurut Dr Tom Waterfield dari Universitas Belfast, memasukkan gejala diare, muntah, dan sakit perut ke dalam daftar gejala COVID-19 yang resmi bisa dipertimbangkan. Ini karena gejala tersebut bisa saja berpotensi membahayakan anak-anak.

"Kami menemukan bahwa diare dan muntah adalah gejala yang dilaporkan oleh beberapa anak, dan saya pikir menambahkannya ke daftar gejala yang di kini diketahui perlu dipertimbangkan," kata Dr Waterfield yang dikutip dari Daily Star, Senin (7/9/2020).

Untuk membuktikannya, Belfast melihat 1.000 anak dengan usia rata-rata 10 tahun. Mereka diuji darahnya untuk mengidentifikasi apakah mereka terinfeksi COVID-19. Hasil yang didapatkan, 68 anak memiliki antibodi dengan demam yang paling umum.

Namun, sebanyak 50 persen dari mereka ternyata positif terinfeksi Corona tanpa menunjukkan adanya gejala. Sementara 13 anak mengatakan mereka mengalami diare, muntah, dan juga sakit perut.

"Studi ini menunjukkan bahwa sekitar setengah dari anak-anak tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi virus Corona, dan bahwa strategi pengujian yang dijalani Inggris saat ini akan gagal untuk mendiagnosis sebagian besar infeksi pada anak," jelasnya.
https://indomovie28.net/teens-with-tits-erotic-2/