Rabu, 09 September 2020

Pengakuan Gemma Arterton yang Tak Mau Lagi Jadi 'Bond Girl'

 Banyak aktris pendatang baru yang mengimpikan peran sebagai Bond Girl. Gemma Arterton pun mengaku bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu pendamping James Bond di film Quantum of Solace. 12 tahun berlalu, Gemma pun menilik kembali peran tersebut. Dikatakan jika Gemma tidak terlalu terkesan dengan karakternya yang seolah hanya seperti aksesori karena tidak melakukan banyak hal.
Aktris asal Inggris Gemma Arterton cukup sering mengungkap ketidakpuasaannya dengan perannya sebagai Bond Girl di 2008. Tidak punya jalan cerita yang kuat, kini Gemma mengatakan jika ia enggan untuk kembali memerankan karakter seperti itu. Dalam film tersebut, Gemma berperan sebagai Strawberry Fields, seorang intel yang bekerja untuk konsulat Inggris di Bolivia. Ia bertugas untuk mengirim James Bond kembali ke London.

Sayangnya menurut Gemma peran Strawberry yang menjadi Bond Girl kedua dalam film itu kurang menonjol. Karena itu, ia pun berniat untuk membangun rumah produksinya sendiri, Rebel Park, untuk mendukung peran wanita dalam segala aspek pada pembuatan film.

"Aku tahu aku tidak akan memilih peran seperti itu sekarang. Karena dia lucu dan dia manis tapi dia tidak melakukan apa-apa atau punya latar belakang cerita," ungkapnya kepada Telegraph beberapa waktu lalu.

Meski begitu wanita 34 tahun tersebut bersyukur pada sang produser film yang telah membukakan pintu di industri Hollywood. Terlebih saat itu usianya masih 21 tahun dan baru merintis karier. Kini setelah memiliki lebih banyak ilmu dan pengalaman, pemain Prince of Persia itu mengaku lebih berani untuk menolak adegan, misalnya adegan cinta yang tidak didiskusikan sebelumnya.

Seperti yang dialami sebagian aktris, Gemma pun mengaku mengalami seksisme ketika bekerja di industri film. Ketika itu, ia kesulitan untuk membela diri sendiri sebagai aktris muda. Hal itu juga yang membuat Gemma ingin mendirikan Rebel Park untuk mendukung kiprah para sineas wanita.

Lowongan Kerja BUMN ASABRI 2020 untuk D3-S1, Ini Syarat dan Posisinya

BUMN PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang bergerak di bidang produk asuransi tengah membuka lowongan pekerjaan. Loker tersebut disediakan bagi lulusan D3-S1.
Adapun, pendaftaran karir ASABRI dibuka sejak tanggal 6 September 2020 dan ditutup pada tanggal 11 September 2020. Jika kamu masih berusia maksimal 27 tahun dengan pendidikan D3 atau berusia 30 tahun untuk pendidikan S1 per 1 Oktober 2020 tak ada salahnya mencoba memasukkan lamaran ke BUMN yang berkantor pusat di Jakarta Timur ini.

Kamu wajib mengetahui syarat-syaratnya lainnya. Antara lain, pelamar diwajibkan mahir menggunakan Microsoft Office, tidak memiliki hubungan keluarga dengan karyawan, direksi, maupun komisaris. Untuk diketahui perusahaan ini didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1971 pada tanggal 1 Agustus 1971.

Untuk mendaftarnya, pelamar hanya perlu mengakses situs resmi ASABRI di laman https://siregex.asabri.co.id/general/home dan klik 'Daftar'. Kemudian, pilih posisi yang diinginkan dan pilih 'Daftar' untuk melakukan registrasi.
https://kamumovie28.com/xxx/

Selasa, 08 September 2020

Benarkah Sup Kelelawar Pemicu Wabah Virus Corona? Ini Kata Ahli Mikrobiologi

Wabah virus corona yang terjadi saat ini, banyak dicurigai berasal dari kebiasaan warga China memakan sup kelelawar. Apakah benar mengonsumsi sup kelelawar merupakan asal mula dari penularan virus corona 2019-nCoV?
Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD, mengatakan sup kelelawar belum tentu menjadi penyebab utamanya.

"Belum tentu, sup kelelawar kan kalau dia dimasaknya sampai matang, mendidih atau segala macam virusnya bisa mati," kata dr Fera, ditemui detikcom baru-baru ini.

Menurutnya, walaupun banyak berita yang beredar terkait hubungan sup kelelawar dan virus corona, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang hal ini.

"Mereka (China) sendiri saja belum bisa memastikan," ucapnya.

Meskipun begitu, dr Fera tetap meyakini virus corona 2019-nCoV ini berasal dari kelelawar. Sebab virus ini masih mempunyai hubungan dengan virus pendahulunya, yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga berkerabat dengan virus corona yang ada di kelelawar.

"Analisis dari materi genetiknya itu lebih mengarah kepada kekerabatannya dekat dengan virus corona yang berasal dari kelelawar," jelasnya.

"Jadi kemungkinan dari kelelawar itu cuman perantaranya kenapa sampai bisa menginfeksi manusia itu juga masih diinvestigasi," pungkasnya.

47 Persen Pesepeda Mengalami Nyeri Leher, Begini Mengatasinya

 Bersepeda memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun orang yang melakukan olahraga ini juga mempunyai risiko cedera atau rasa nyeri.
Faktanya menurut penelitian sekitar 47 persen orang yang bersepeda lebih berisiko terkena nyeri di bagian leher.

Dokter spesialis anestesi yang ahli di bidang nyeri, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, dr Henny Widyastuti, SpAn, MKes, mengatakan kepala yang terlalu lama mendongak saat bersepeda, akibat posisi antara saddle dan stang yang tidak ergonomis menjadi penyebabnya.

"Seharusnya dia menggunakan teknik tarik menarik perut kemudian meninggikan punggung dan dagunya ditarik ke dalam," kata dr Henny, di dalam acara Gobar Milad Kahiji Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Minggu (2/2/2020).

Menurutnya hal-hal sepele namun penting tersebut, terkadang dilupakan oleh para pesepeda. Jika rasa nyeri di leher sudah terjadi, dr Henny menyarankan untuk segera mengompresnya dengan air dingin.

"Dikompres air dingin di tempat yang nyeri, di tempat yang terasa hangat kemudian beristirahat," ucap dr Henny.

Tak hanya itu, dr Henny juga mengatakan bahwa stretching sederhana yang dilakukan secara berkala bisa menurunkan rasa nyeri di bagian leher.

"Stretching ringan seperti dagu ditempelkan ke dada beberapa kali, kemudian dagu ke bahu beberapa kali ke kanan-kiri untuk melawan dari kekakuan tersebut biar rileks dan itu harus berkala," jelasnya.

Minuman Tak Sengaja Tercampur Cairan Pembersih, Dua Wanita Ini Keracunan

Dua wanita asal Nebraska harus masuk rumah sakit setelah mengalami keracunan. Minuman mereka saat sedang menonton bioskop tak sengaja tercampur dengan cairan pembersih, demikian dilaporkan Fox News.
Disebutkan bahwa saat mencoba minumannya, salah satu wanita bernama Sarah Baker, merasa bibirnya terbakar, lalu tak lama kemudian kulit bibirnya mengelupas. Ia lalu bangkit dari kursi dan lari ke kamar mandi bersama temannya dan muntah-muntah.

Sarah mengklaim cairan pembersih tersebut dimasukkan ke dalam botol alkohol bekas. Hal ini juga dikonfirmasikan pihak berwajib, yang mengidentifikasi cairan pembersih tersebut digunakan untuk membersihkan keran bir dan pipa sambungannya.

Polisi juga menambahkan bahwa penyaji di bioskop juga mencoba minumannya dan ia merasakan adanya rasa terbakar di bagian esofagusnya serta kesulitan bernapas, sama seperti Sarah dan temannya. Kedua wanita ini lalu dilarikan ke rumah sakit.

Pihak bioskop mengkonfirmasi kesalahan ini dan menyebut bartender yang menyajikan telah dipecat.
https://nonton08.com/sinister-squad/