Selasa, 17 November 2020

Hari Jomblo Sedunia 11 November, Sejarah dan Manfaat Melajang

  Hari jomblo sedunia adalah hari yang diperingati setiap tanggal 11 November. Ternyata peringatan hari tersebut kemudian berkembang menjadi Hari Belanja.

Pada awalnya, hari tersebut merupakan Hari Bujangan. Perayaannya terjadi di musim liburan dan belanja tidak resmi China. Orang-orang yang merayakan hari ini adalah mereka yang sedang tidak menjalin hubungan, atau jomblo.


Hari Jomblo di China sebenarnya disebut juga dengan Hari Sarjana. Berasal dari Universitas Nanjing pada tahun 1993. Lalu perayaan Hari Jomblo menyebar ke beberapa universitas lain di Nanjing selama tahun 1990-an.


Pada tahun tersebut, Singles Day berfungsi sebagai kesempatan bagi para lajang untuk bertemu dan untuk mengadakan pesta. Hari raya ini awalnya hanya dirayakan oleh para pemuda single, sehingga dinamai "Hari Bujangan". Akan tetapi, sekarang banyak dirayakan oleh kedua jenis kelamin.


Dikutip dari laman Insider, berikut beberapa manfaat kesehatan menjadi jomblo.


1. Mempunyai support system lebih besar

Orang yang pacaran mungkin selalu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pasangannya. Tapi seseorang yang jomblo juga punya banyak orang yang selalu siap sedia buatnya lho, baik sahabat maupun keluarga. Biasanya, yang jomblo juga cenderung mendapatkan bantuan dan dukungan dibanding mereka yang punya pasangan.


2. Tidak stres memikirkan keuangan

Seseorang yang jomblo secara umum lebih bebas secara sosial maupun finansial. Sebuah studi Debt menunjukkan bahwa orang jomblo cenderung tak berminat membuat kartu kredit, ditandai jumlah yang berminat hanya 21 persen dari keseluruhan pengguna kartu kredit.


Sebaliknya, studi yang sama mencatat 27 persen pengguna kartu kredit merupakan orang yang sudah memiliki pasangan. Ditambah dengan pasangan yang sudah memiliki anak 36 persen.


Tanpa kartu kredit berarti tidak punya utang, Ingat! Utang bisa mempengaruhi kesehatan juga lho. Di antaranya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

https://cinemamovie28.com/movies/day-of-reckoning/


3. Tidur lebih nyenyak

Orang yang jomblo terbebas dari urusan untuk berebut ruang di kasur saat tidur. Ternyata ini mengarah kepada manfaat kesehatan yang lebih besar.


Menurut survei Amerisleep, kualitas tidur jomblo lebih baik daripada mereka yang sedang menjalani hubungan percintaan yang sehat. Ini membantu mereka meningkatkan fokus, mood, serta juga menjaga tubuh berfungsi dengan baik setiap hari.


4. Lebih rajin olahraga

Orang yang tidak mempunyai pasangan bisa beraktivitas dengan lebih bebas tanpa harus meluangkan waktu untuk kekasih. Termasuk untuk berolahraga.


Sebuah penelitian menemukan bahwa jumlah single yang berolahraga di gym lebih tinggi daripada orang yang sudah menikah. Studi tersebut juga mencatat bahwa orang lajang yang diidentifikasi sebagai pria melakukan olahraga hampir dua kali lipat jumlah yang dilakukan pria menikah.


5. Bisa selesaikan masalah sendiri

Menurut sebuah penelitian, menjadi single sebenarnya bisa membuat kamu lebih tangguh yang bisa membuat kamu menyelesaikan masalah dengan mudah.


Para jomblo memiliki pengalaman untuk menyelesaikan masalahnya, baik sendiri ataupun dibantu oleh temannya. Jadi ketika masalah baru muncul, mereka yang sudah belajar dari pengalaman bisa mengatasinya.


6. Memiliki seks yang hebat

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah lebih sering berhubungan seksual. Tetapi, jika kita berbicara tentang kualitas daripada kuantitas, para jomblo tampaknya memilikinya.


Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita dilaporkan lebih puas dengan kehidupan seks mereka daripada rekan mereka yang sudah menikah. Sedangkan pada pria, tampaknya masih lebih memuaskan seksual dalam hubungan, menurut sebuah penelitian, meskipun tampaknya tidak banyak penelitian di tentang ini.


Tetapi agar adil, siapa pun dapat memiliki kehidupan seks yang memuaskan, sendiri atau dengan pasangan, jika mereka sedikit kreatif.

https://cinemamovie28.com/movies/ice-soldiers/

Jumat, 13 November 2020

5 Resep Alami untuk Mengobati Demam

  Demam kerap disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, serta kehilangan nafsu makan. Selain gejala umum yang disebutkan, sebagian orang juga mengalami dehidrasi, tubuh lemas, bahkan menggigil. Demam terjadi sebagai gejala penyakit lain seperti flu atau saat kondisi tubuh sedang tidak fit.

Jika demam semakin parah lebih dari tiga hari, kemungkinan besar disebabkan oleh chikunguya, malaria, atau virus demam berdarah. Dalam kasus tersebut, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan intensif.


Berikut 6 resep alami yang dapat digunakan di rumah untuk mengobati demam:


1. Kemangi

Ambil sekitar 20 lembar daun kemangi dan rebus, tambahkan 1 sendok teh jahe ke dalamnya. Biarkan air rebusan berkurang hingga setengahnya lalu tambahkan sedikit madu. Minum teh ini dalam waktu 2 sampai 3 kali sehari untuk meredakan demam.


2. Bawang putih

Hancurkan 1 siung bawang putih, masukkan ke dalam secangkir air panas. Diamkan selama 10 menit kemudian saring. Minum dalam dua kali sehari untuk hasil terbaik.


3. Jahe

Unsur antivirus dan antibakter pada jahe membantu melawan penyakit serta meningkatkan kekebalan tubuh. Selain demam, jahe juga dapat mengobati pilek, radang, dan sakit tenggorokan.


Tambahkan 1/2 sendok teh jahe parut ke dalam secangkir air mendidih kemudian campurkan madu untuk menambah cita rasa. Minum dalam 3 sampai 4 kali sehari agar ramuan bekerja lebih optimal.


4. Daun ketumbar

Masukkan segenggam daun ketumbar ke dalam 1/3 cangkir air, lalu blender sampai halus, kemudian saring hasilnya. Minum sebanyak 2 sendok teh dalam 3 kali sehari untuk menurunkan demam.


5. Cuka sari apel

Sifat asam pada cuka membantu menurunkan panas. Vitamin di dalamnya juga membantu menambah mineral dalam tubuh. Campurkan 2 sendok teh cuka sari apel dan 1 sendok makan madu ke dalam segelas air dan minum setidaknya 2 sampai 3 kali sehari.

https://kamumovie28.com/movies/my-sisters-in-law/


Ilmuwan Teliti Jenazah Pasien COVID-19, Ini yang Ditemukan di Paru-paru


 Penelitian pada jenazah pasien COVID-19 mengungkap petunjuk baru tentang kerusakan paru-paru akibat infeksi virus. Ini menjelaskan kenapa banyak pasien mengalami long covid.

Long covid merupakan fenomena yang dialami beberapa pasien. Mereka tetap mengeluhkan berbagai gejala khas COVID-19 hingga beberapa bulan setelah dinyatakan sembuh.


Dipublikasikan dalam jurnal eBioMedicine, para ilmuwan menemukan adanya karakteristik unik pada SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, yang membuat pasien mengalami gejala hingga jangka panjang.


Hasil analisis organ pada 41 pasien yang meninggal karena COVID-19 di University Hospital of Trieste, Italia, menunjukkan ada kerusakan khas pada paru-paru. Hampir 90 persen mengalami dua karakteristik yang membedakannya dari pneumonia pada umumnya.


Pertama, ada penggumpalan darah meluas pada arteri dan vena jantung atau thrombosis. Kedua, beberapa sel paru membesar dengan tidak normal.


"Temuan ini mengindikasikan bahwa COVID-19 tidak sesimpel penyakit yang disebabkan oleh kematian sel terinfeksi tetapi kemungkinan adalah konsekuensi dari ketidaknormalan sel yang berlangsung lama di dalam paru," kata Prof Mauro Giacca dari King's College London, dikutip dari Sciencedaily.

https://kamumovie28.com/movies/my-girls-mother/