Rabu, 18 November 2020

WHO Dinilai Tak Transparan Cari Asal-usul COVID-19, Ini Alasannya

  Tidak sedikit pihak yang menyebut Organisasi Kesehatan Dunia tidak bekerja secara maksimal untuk mengatasi pandemi COVID-19. Sejak virus Corona COVID-19 merebak, WHO kerap dihujani kritikan atas keputusan mereka dalam menangani pandemi.

Salah satu negara yang terang-terangan mengkritik WHO adalah Amerika Serikat. Belum lama ini, AS mengkritik WHO karena dinilai tidak melakukan penyelidikan internasional secara transparan terkait asal-usul COVID-19.


Selain itu, AS juga menganggap WHO 'China-sentris', terutama setelah WHO menentang sejumlah negara yang menutup perbatasan mereka ke China setelah virus muncul di sana pada bulan Desember. Hal tersebut kemudian dibantah oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.


"Mereka (tim peneliti) adalah orang yang sangat dihormati di daerah mereka. Anggota tim berasal dari Rusia, Australia, Sudan, Denmark, Belanda, Jerman, Jepang, Vietnam, Inggris dan Amerika Serikat," kata Tedros dikutip dari Reuters.


Virus tersebut, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2, diyakini telah muncul di pusat kota Wuhan di China akhir tahun lalu, kemungkinan dari kelelawar di pasar yang menjual hewan hidup.


Ilmuwan di China sedang melakukan penelitian tentang asal-usulnya dan bagaimana virus tersebut menular ke manusia. Tim internasional yang dipimpin WHO yang dibentuk pada bulan September akan mengembangkan rencana untuk studi jangka panjang yang didasarkan pada temuan China, menurut kerangka acuan yang diterbitkan.


Garrett Grigsby, dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, mengatakan kepada majelis WHO bahwa negara-negara anggota telah diberitahu tentang kerangka acuan penyelidikan beberapa hari yang lalu.


Namun persyaratan itu "tidak dinegosiasikan secara transparan dengan semua negara anggota WHO" dan "penyelidikan itu sendiri tampaknya tidak konsisten," kata Grigsby.


Pemerintah Inggris juga menyerukan untuk memprioritaskan penyelidikan. Mereka menambahkan agar penyelidikan dan hasilnya didasarkan pada sains yang kuat.


Sementara itu Menteri Kesehatan JermanJehnSpahn kepada Uni Eropa menyerukan 'transparansi dan kerja sama penuh' dalam pencarian asal-usulCOVID-19.

https://cinemamovie28.com/movies/the-prophecy/


19 RW di DKI Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19, Ini Sebarannya


Virus Corona COVID-19 masih mewabah di Indonesia, DKI Jakarta pun menjadi salah satu provinsi yang paling terdampak penyakit ini. Hingga kini, Kamis (12/11/2020), total kasus COVID-19 di ibu kota sudah mencapai 114.343 kasus.

Zona rawan penularan COVID-19 pun tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta. Menurut laporan corona.jakarta.go.id, saat ini ada 19 RW di ibu kota yang termasuk ke dalam zona rawan.


Zona rawan tersebut tersebar di Jakarta Utara sebanyak 2 RW, Jakarta Timur 5 RW, Jakarta Selatan 2 RW, Jakarta Pusat 5 RW, dan Jakarta Barat 5 RW.


Sementara itu, Pemprov DKI pun melaporkan hingga kini masih ada 6.823 kasus aktif COVID-19 di ibu kota, yang tersebar di 264 dari 267 kelurahan di DKI Jakarta. Kasus aktif merupakan orang-orang yang masih dianggap sakit atau dalam perawatan.


Dilaporkan juga, total pasien sembuh COVID-19 di DKI Jakarta sudah sebanyak 105.117 orang. Namun, 2.403 pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia.


Berikut detail 19 RW yang termasuk ke dalam zona rawan penularan COVID-19 di DKI Jakarta, dikutip dari data corona.jakarta.go.id.


Jakarta Utara

Kelurahan Kelapa Gading Barat RW 004

Kelurahan Tugu Utara RW 012.

Jakarta Timur

Kelurahan Cipinang Muara RW 001

Kelurahan Gedong RW 010

Kelurahan Kramat Jati RW 003

Kelurahan Pondok Bambu RW 007

Kelurahan Utan Kayu Selatan RW 001.

Jakarta Selatan

Kelurahan Lebak Bulus RW 006

Kelurahan Pejaten Barat RW 003.

Jakarta Pusat

Kelurahan Bendungan Hilir RW 003

Kelurahan Kampung Rawa RW 004

Kelurahan Kramat RW 001

Kelurahan Mangga Dua Selatan RW 007

Kelurahan Rawasari RW 009.

Jakarta Barat

Kelurahan Jelambar RW 002

Kelurahan Jembatan Besi RW 001

Kelurahan Kedaung Kali Angke RW 005

Kelurahan Kemanggisan RW 002

Kelurahan Krukut RW 005.

https://cinemamovie28.com/movies/bleach/

Dylan Sada Meninggal, Ini Sederet Fakta Baru Misteri Kematiannya

 Model Dylan Sada ditemukan tidak bernyawa pada Senin (9/11/2020) lalu. Hingga kini belum jelas apakah Dylan menderita sakit atau tidak sebelum meninggal.

Model bernama lengkap Aldila Wulandari Kusumashanti ini diketahui merupakan cucu dari almarhum Pranadjaja, pendiri Bina Vokalia. Kariernya di panggung mode selama berada di AS melesat.


Dia pernah tampil untuk majalah Clara, Nylon, L'officiel dan majalah Elle. Dylan juga pernah tampil di New York Fashion Week 2018 dan pernah bekerja untuk kampanye Dior, Nikicio, dan majalah Juice.


Adik Dylan Sada, Aldita Namira mengungkapkan sederet fakta baru Dylan Sada di akun Twitternya:


1. Hilang dari Medsos Sebulan Sebelum Meninggal

Menurut Aldita, kakaknya selama sebulan hampir hilang di sosmed atau di manapun.


"Jadi kalau memang ternyata sakit, kemarin mungkin almarhumah lagi dalam kondisi lemas trus jatoh di kamar mandi dan meninggal," tulis Aldita.

https://cinemamovie28.com/movies/mean-girls/


2. Ditemukan Teman Sekamar dalam Keadaan Meninggal

Dylan Sada ditemukan di rumahnya oleh teman sekamarnya pada 9 November 2020 pukul 07.00 pagi waktu setempat sudah dalam keadaan meninggal. Lokasi spesifik meninggalnya Dylan di kamar mandi.


Dylan akan dimakamkan di Amerika Serikat. Perwakilan keluarga akan mengurus pemakaman Dylan Sada.


3. Penyebab Kematian Keluar 3-4 Bulan

Penyebab kematian berdasarkan hasil dari pejabat pemerintah yang berwenang akan keluar 3-4 bulan lagi. Namun Almira diberi tahu penyebab kematian Dylan karena jatuh di kamar mandi.


"Kami belum tahu apakah almarhumah sakit atau nggak, karena almarhumah jarang infokan apapun terutama terkait kesehatannya ke keluarga," tulis Aldita lagi.



4. Curhat Kesulitan Keuangan

Dylan memang tidak pernah menceritakan kesulitan hidupnya pada keluarga. Namun lewat followernya, dia menceritakan jika sedang kesulitan keuangan.


Sebuah akun Twitter @imsuffering, mengunggah cuitan soal curhatan Dylan Sada sebelum meninggal dunia. Dylan mengaku sedang kesulitan keuangan.


"Aku kehilangan profesiku dan tabunganku menipis. Aku berusaha untuk tetap positif," tulis Dylan dalam DM pada pemilik akun @imsuffering.


Atas hal ini, adiknya, Dimas Radityo mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahuinya. Sebab Dylan susah dihubungi keluarga.


5. Sempat Mengalami KDRT dari Pacar

Kisah hidup Dylan bisa dibilang berliku. Dia pernah mengaku dalam sebuah unggahan di Instagram pada 2018 lalu jika mengalami KDRT dari pacarnya.


Dylan mengaku dipukuli oleh kekasihnya hingga mengalami luka-luka di wajah dan rambutnya rontok. Namun dalam unggahan terbaru pada Mei 2020, tampaknya Dylan menemukan pacar baru yang membuatnya nyaman.


Sebelumnya, Dylan pernah mengaku sudah menikah dengan Angel Perez. Dia dan suaminya yang lebih muda, terpaut usia lima tahun.


Selain KDRT, Dylan juga mengaku dilecehkan secara seksual oleh ayah kandungnya saat masih muda. Hal inilah yang membuatnya pergi ke Amerika Serikat pada usia 19 tahun.


Atas kejadian ini, Dylan Sada mengaku sempat ingin bunuh diri 5 kali. Dia juga sempat mengonsumsi narkoba dan alkohol.

https://cinemamovie28.com/movies/peak-the-rescuers/