Sabtu, 21 November 2020

Presiden Jokowi Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 apabila vaksin sudah tersedia di Indonesia.

Dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi untuk program di Kompas TV, Jokowi mengatakan vaksinasi harus sesuai arahan tim yang menangani. Jika tim memutuskan, Jokowi mengatakan tak akan menolak.


"Ya kalau saya, kalau diputuskan yang pertama disuntik presiden, ya saya siap," kata Jokowi dalam wawancara tersebut, dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (17/11/2020).


"Ya kalau saya ditentukan tim bahwa presiden yang pertama (divaksin) saya siap. Tapi jangan sampai nanti (ada anggapan) 'lho enak sekali presiden yang pertama harusnya rakyat dulu'," cetusnya.


Jokowi juga menambahkan saat ini telah ada daftar prioritas penerima vaksin yang diprediksi tiba di Indonesia akhir November ini. Beberapa profesi akan didahulukan menerima vaksin seperti tenaga kesehatan, TNI-Polri dan ASN.

https://tendabiru21.net/movies/the-swing-of-things/


Tiga Vaksin COVID-19 Klaim Efektivitas 90 Persen, Ini Harga dan Perbedaannya


Perkembangan uji klinis vaksin COVID-19 kembali menyampaikan kabar baik. Kini giliran vaksin Moderna yang mengklaim efektivitas vaksin COVID-19 mereka mendekati 95 persen, berdasarkan hasil awal uji klinis.

"Efektivitas keseluruhan luar biasa. Ini hari luar biasa," kata Tal Zaks, chief medical officer Moderna, dikutip dari BBC News, Senin (16/11/2020).


Hingga saat ini, ada tiga vaksin COVID-19 yang mengklaim efektivitasnya melebihi 90 persen. Adalah vaksin Pfizer, Moderna, dan vaksin asal Rusia, Sputnik V.


Berikut rangkuman detikcom terkait perbedaan ketiga vaksin COVID-19 yang efektivitasnya diklaim melebihi 90 persen termasuk efek samping dan harga setiap vaksin.


1. Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer merupakan vaksin yang pertama kali mengklaim efektivitas vaksin mereka melebihi 90 persen. Meski begitu, vaksin COVID-19 ini disebut efektif mencegah asymptomatic COVID.


Artinya, pasien COVID-19 masih berisiko tertular Corona namun tak bergejala. Berdasarkan pengalaman sukarelawan, efek samping vaksin Corona Pfizer ini meliputi sakit kepala dan nyeri otot yang mirip dengan vaksin flu.


Kepala strategi perusahaan bioteknologi Jerman Ryan Richardson mengatakan harga vaksin COVID-19 mereka akan ditetapkan di bawah harga pasar. Namun, Juli lalu, vaksin Corona Pfizer ini dijual kepada pemerintah AS dengan perkiraan biaya $ 19,50 per suntikan atau sekitar Rp 275 ribu per dosis.


"Kami telah mencoba untuk mengejar pendekatan seimbang yang mengakui bahwa inovasi membutuhkan modal dan investasi sehingga kami berencana untuk memberi harga vaksin kami jauh di bawah harga pasar biasa," kata Richardson di acara Financial Times.


2. Vaksin Sputnik V

Menyusul Pfizer, vaksin asal Rusia Sputnik V mengatakan efektivitas vaksin Corona mereka juga melebihi 90 persen. Namun, vaksin Corona asal Rusia ini sempat mendapat sorotan dari berbagai ahli termasuk WHO terkait keamanannya karena dinilai terburu-buru saat memberikan izin penggunaan beberapa waktu lalu.


Dalam jurnal yang diterbitkan The Lancet, efek samping vaksin Sputnik V mengembangkan beberapa gejala ringan pada subjek penelitian. Setengah dari subjek peneliti mengalami demam dan 42 persen mengalami sakit kepala dan 28 persen lainnya mengeluh kelelahan, 24 persen lain mengalami nyeri sendi.


Meski belum ada nominal pasti terkait perkiraan harga vaksin, Dubes Rusia Vorobieva menyebut harga vaksin COVID-19 mereka diperkirakan tiga kali lebih murah dari vaksin-vaksin lain.


"Harga final dari vaksin Sputnik V akan lebih rendah dari vaksin lainnya berdasarkan estimasi kami, seperti dua atau tiga kali lebih murah," jelasnya beberapa waktu lalu.

https://tendabiru21.net/movies/the-cabin-movie/

Hore! 3 Kandidat Vaksin Ini Beri Harapan Pandemi COVID-19 Segera Berakhir

  Pandemi virus Corona telah berlangsung hampir 11 bulan di seluruh dunia. Karenanya banyak masyarakat yang bertanya kapan pandemi ini akan berakhir.

Aktivitas normal sebelum adanya pandemi sangat dinantikan oleh banyak orang. Ketersediaan vaksin pun menjadi harapan agar pandemi COVID-19 bisa segera berakhir.


Setidaknya ada tiga kandidat vaksin yang memberikan kabar baik dan harapan baru sebab data awal uji klinis tahap akhir menunjukkan vaksin tersebut efektif mencegah penularan COVID-19 hingga 90 persen.


Berikut daftar tiga kandidat vaksin yang data awalnya menunjukkan efektif 90 persen lawan COVID-19:


1. Vaksin COVID-19 Pfizer

Di awal November, data awal uji klinis vaksin COVID-19 Pfizer disebut 90 persen efektif. Ini menjadikan Pfizer dan BioNTech SE BNTX.O menjadi pembuat obat pertama yang menunjukkan data sukses dari uji klinis skala besar vaksin virus Corona COVID-19.


Efektivitas vaksin hingga 90 persen pada vaksin Pfizer berdasarkan analisis sementara pada 94 peserta dalam uji coba pengembangan vaksin COVID-19, memeriksa berapa banyak dari mereka yang menerima vaksin versus plasebo.


Pfizer mengatakan akan memproduksi hingga 1,3 miliar dosis vaksin di tahun 2021.


2. Vaksin COVID-19 Gamaleya Institute

Data awal uji klinis vaksin Sputnik V yang dikembangan Gamaleya Institute, Rusia, menunjukkan vaksin tersebut 92 persen efektif melindungi dari COVID-19.


"Dari pengamatan kami, jumlahnya juga lebih dari 90 persen. Kemunculan vaksin lain yang efektif, ini adalah kabar baik bagi semua orang," kata Oksana Drapkina, direktur lembaga penelitian di bawah kementerian kesehatan Rusia.


Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan semua vaksin COVID-19 yang dikembangkan Rusia efektif, menambahkan bahwa negara itu akan segera melakukan suntikan ketiga untuk melawan virus tersebut.


3. Vaksin COVID-19 Moderna

Terbaru, Moderna merilis data awal uji klinis tahap akhir vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan. Vaksin yang diberi nama mRNA-1237 ini disebut memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran sebesar 94 persen.


"nalisis positif dari studi fase III memberikan validasi klinis awal bahwa vaksin bisa mencegah COVID-19. Saya percaya ini merupakan game changer," kata CEO Moderna Stephen Bancel.


Soal keamanan, sejauh ini dilaporkan tidak ada masalah serius. Beberapa keluhan ringan seperti kelelahan, sakit kepala, dan nyeri dilaporkan usai penyuntikan pada beberapa pasien.

https://tendabiru21.net/movies/swingers/


Presiden Jokowi Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 apabila vaksin sudah tersedia di Indonesia.

Dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi untuk program di Kompas TV, Jokowi mengatakan vaksinasi harus sesuai arahan tim yang menangani. Jika tim memutuskan, Jokowi mengatakan tak akan menolak.


"Ya kalau saya, kalau diputuskan yang pertama disuntik presiden, ya saya siap," kata Jokowi dalam wawancara tersebut, dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (17/11/2020).


"Ya kalau saya ditentukan tim bahwa presiden yang pertama (divaksin) saya siap. Tapi jangan sampai nanti (ada anggapan) 'lho enak sekali presiden yang pertama harusnya rakyat dulu'," cetusnya.


Jokowi juga menambahkan saat ini telah ada daftar prioritas penerima vaksin yang diprediksi tiba di Indonesia akhir November ini. Beberapa profesi akan didahulukan menerima vaksin seperti tenaga kesehatan, TNI-Polri dan ASN.

https://tendabiru21.net/movies/two-plus-two/