Rabu, 25 November 2020

Bawa Ponsel Saat BAB Berdampak Fatal, Seharusnya Bagaimana?

 Para pakar mengingatkan, kebiasaan membawa ponsel saat buang air besar (BAB) bisa berdampak fatal. Pada beberapa kasus, kebiasaan ini dikaitkan dengan haemorrhoid atau wasir serius hingga membutuhkan operasi.

Kenapa bisa begitu? BAB sambil memainkan ponsel kerap membuat orang lupa waktu, sehingga menghabiskan waktu terlalu lama dalam posisi duduk atau jongkok sehingga sphincter di dubur mendapat terkanan ekstra.


Wasir bukan satu-satunya risiko yang dihadapi ketika BAB dengan membawa ponsel. Sebuah studi tahun 2017 menyebutkan, ponsel yang sering dibawa saat BAB menjadi sarang bakteri E.coli. Riset lain bahkan menyebut ponsel lebih kotor dibanding toilet itu sendiri.


Namun yang menjadi masalah sesungguhnya bukanlah ponsel, melainkan durasi BAB yang menjadi terlalu lama karena keasyikan main ponsel. Karenanya, para pakar mengingatkan untuk tidak lupa waktu.


"Jika gerakan usus tidak muncul dalam beberapa menit, jangan dipaksa. Bangkit dan lakukan sesuatu yang lain. Saat sudah kebelet, baru kembali lagi," saran ahli bedah usus besar, Karen Zaghiyan, dikutip dari Healthline.


Ia menyarankan, BAB sebaiknya tidak lebih dari 15 menit. Lebih lama dari itu artinya ada masalah sembelit atau konstipasi. Cari tahu penyebabnya lalu atasi, atau periksakan ke dokter.


4 Posisi Bercinta Paling Rawan Cedera, Nekat Tanggung Sendiri Risikonya!


Berbagai variasi posisi bercinta sering dilakukan oleh pasutri untuk mengatasi kebosanan. Namun, banyak yang tidak sadar bahwa posisi yang dilakukan mungkin berbahaya bagi tubuh.

Dikutip dari news24, berikut 4 posisi seks yang mungkin berbahaya jika dilakukan:


1. Woman on top

Berdasarkan studi US National Institute of Health, posisi ini cukup berbahaya bagi penis lelaki. Selain itu, posisi wanita di atas akan menyebabkan kurangnya lubrikasi dan saat penetrasi terasa sakit.


Ketika wanita di atas, mereka cenderung mengatur gerak seks sambil menjaga keseimbangan tubuh. Jika salah gerakan sedikit, bisa berakibat fatal pada alat kelamin.


2. Missionary position

Penis pria bisa terluka saat mereka terlalu keras untuk mencapai klimaks seks. Jika mereka tidak dapat mengontrol kecepatan penetrasi, bisa menyebabkan rasa sakit pada tulang panggul.


3. Doggy style

"Posisi seks yang salah serta penetrasi yang terlalu kencang bisa menyebabkan luka pada vagina," ucap Kristi Latham, pendiri Beyond Theraphy and Wellness.


Doggy style juga bisa berbahaya jika pasangan belum siap pada posisi yang diinginkan.


4. Reverse cow girl

Posisi seks ini bisa berbahaya ketika wanita duduk di atas pria dan bersandar ke belakang, namun posisi tangan bertumpu pada dada pria. Tumpuan yang terlalu kencang dapat menyebabkan ereksi penis yang berlebihan.

https://nonton08.com/movies/jaga-pocong/


4 Tips Atasi Bosan Saat Lagi Malas Coba Posisi Seks yang Aneh-aneh


 Posisi seks misionaris adalah posisi bercinta yang memungkinkan pasangan banyak melakukan kontak kulit dan menciptakan kedekatan antara keduanya. Meski terbilang aman, posisi ini juga disebut lumayan membosankan.

"Posisi misionaris memungkinkan banyak kontak kulit ke kulit, meningkatkan sensualitas, menciptakan kedekatan dan koneksi, serta membantu Anda menggabungkan berbagai zona dan sensasi sensitif seksual," jelas edukator tentang seksualitas, Luna Matatas, yang dikutip dari Greatist, Minggu (22/11/2020).


Namun, ada beberapa cara yang bisa membuat posisi misionaris yang membosankan ini 'naik level' menjadi lebih menarik, sehingga tidak akan membosankan lagi.


1. Gunakan bantal

Saat melakukan posisi misionaris, Anda bisa tambahkan bantal antara permukaan dengan pinggul pasangan, agar posisinya lebih terangkat. Ini berfungsi untuk memperdalam penetrasi.


"Saat penerima posisi pinggulnya lebih teranggkat, ini kan meningkatkan peluang untuk menyentuh 'titik panas' selama posisi misionaris," kata edukator seks, Carly S.


2. Gerakkan kaki

Edukator seks Matatas mengatakan untuk menghilangkan kebosanan saat melakukan posisi misionaris, kaki pasangan Anda bisa disandarkan pada dada, dikaitkan ke punggung, atau diletakkan di bagian pundak.


Menurut Matatas, cara ini bisa membuat posisi yang biasa menjadi lebih berbeda dari biasanya.


3. Perluas area rangsangan

Posisi misionaris ini memberikan banyak keuntungan saat bercinta. Posisi ini bisa membuat kedua pasangan bertatap muka dan menyentuh area rangsangan serta memperluasnya.


"Anda juga bisa membaca ekspresi wajah masing-masing untuk tanda jika salah satunya merasa tidak nyaman atau senang," ujar Matatas.


4. Masturbasi

Selain dilakukan secara 'solo', masturbasi ternyata bisa dilakukan saat bercinta dengan pasangan dengan posisi ini. Dengan cara ini, Anda atau pasangan bisa memberitahu bagian mana yang paling Anda sukai untuk disentuh saat bercinta.

https://nonton08.com/movies/ghost-writer/

6 Fakta Rambut Kemaluan: Bisa Beruban, Menipis, Lalu Botak

  Rambut kemaluan mungkin menjadi topik yang jarang sekali dibahas karena kerap ditabukan. Padahal banyak sekali fakta menarik tersembunyi di balik rimbunnya mahkota organ intim pria dan wanita ini.

Keberadaannya kadang membuat tak nyaman hingga beberapa orang mencukur rambut kemaluan secara berkala. Padahal fungsinya adalah melindungi tubuh dari infeksi kemaluan.


Tumbuh di area intim, rambut kemaluan bisa tumbuh dengan lebat baik pada pria maupun wanita. Memiliki fungsi yang baik dalam melindungi, rambut kemaluan juga memiliki fakta unik yang belum diketahui banyak orang.


Dikutip dari Little Things, berikut fakta-fakta rambut kemaluan.


1. Bisa beruban

Spesialis kandungan Sweta Singh mengatakan rambut kemaluan akan berubah warna menjadi abu-abu alias beruban seperti rambut pada tubuh bagian lain. Hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena pada dasarnya akan ada perubahan warna di rambut kemaluan.

https://nonton08.com/movies/dimsum-martabak/


2. Punya fungsi penting

Salah satu fungsi rambut kemaluan adalah melindungi tubuh dari gesekan saat melakukan seks. Ketika tubuh bergesekan saat bercinta, kulit akan menempel dan menyebabkan lecet yang cukup menyakitkan. Pada saat tersebut, rambut kemaluan bertindak sebagai penghalang antara kulit yang paling sering bergesekan saat berhubungan seks.


"Saya selalu merasa rambut kemaluan tidak boleh dihilangkan, karena membantu gesekan saat berhubungan seks," ujar dr Nasimeh Yazdani.


3. Pertumbuhan kembali rambut kemaluan bisa menyakitkan

Kebanyakan wanita yang mencukur, waxing, atau mencabut tidak akan menganggap hal ini mengejutkan, tetapi pertumbuhan kembali rambut kemaluan terkadang menyakitkan.


"Pertumbuhan kembali (pada rambut kemaluan) sakit karena folikel yang tumbuh ke dalam," jelas Singh.


Rambut kemaluan juga rentan terhadap risiko penipisan maupun kebotakan. Simak selengkapnya di halaman berikutnya.


4. Bisa menipis seiring berjalannya waktu

Seperti rambut di area tubuh lainnya, rambut kemaluan bisa menipis atau botak seiring bertambahnya usia. Menurut Mayo Clinic, sebagian wanita akan mengalami penipisan atau kebotakan yang lebih parah karena menopause.


Jika mengalami penipisan rambut pada kemaluan di usia muda, hal itu mungkin karena obat yang sedang dikonsumsi. Diskusi bisa dilakukan bersama dokter tentang hal tersebut.


5. Memiliki rambut kemaluan lebih higienis dibandingkan tak memilikinya

Banyak wanita berpikir bahwa lebih higienis merawat rambut kemaluan namun sebaliknya, memiliki rambut kemaluan lebih higienis dari pada tidak memilikinya. Jika khawatir rambut akan menimbulkan bau atau bakteri, pastikan untuk menjaga kebersihannya dengan baik. Rambut kemaluan adalah bagian yang mudah dibersihkan, bibir vagina dan lipatan kulit yang lebih mungkin menimbulkan bau dan bakteri.


6. Melindungi tubuh dari infeksi

Seperti halnya melindungi kulit dari gesekan saat berhubungan seks, rambut kemaluan juga melindungi dari potensi virus dan bakteri. dr Yazdani menjelaskan pentingnya rambut kemaluan untuk meningkatkan mikroflora yang menyerap keringat dan mengeluarkan partikel berbahaya dari area vagina dan uretra. Sedikit luka kecil di kulit bisa membuat lebih rentan terhadap bakteri dan infeksi.

https://nonton08.com/movies/aruna-her-palate/