Jumat, 11 Desember 2020

Sederet Temuan Gejala Baru yang Dialami Pasien COVID-19, Termasuk Delirium

 - Virus Corona COVID-19 tak henti-hentinya memberikan kejutan dalam dunia medis. Para ilmuwan dari berbagai negara pun terus berjuang dalam meneliti virus ini.

Sejumlah temuan terbaru seperti gejala yang tak biasa dialami pasien COVID-19 pun ditemukan oleh para peneliti. Apa saja gejala Corona tersebut? Berikut dirangkum detikcom.


1. Delirium

Dikutip dari EurekAlert, sebuah studi terbaru pada November lalu menemukan delirium sebagai salah satu gejala awal COVID-19, khususnya pada kelompok lansia. Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang.


"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.


"Kita perlu waspada... Karena seseorang yang menunjukkan tanda-tanda kebingungan mungkin merupakan indikasi adanya infeksi," tambahnya.


Peneliti menduga virus Corona juga turut mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif seperti sakit kepala dan delirium. Ini disinyalir terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen pada otak dan peradangan jaringan otak akibat badai sitokin yang dipicu oleh virus.

https://movieon28.com/movies/the-squid-and-the-whale/


Berikut gejala seseorang yang mengalami delirium.


Sulit fokus dan mudah teralihkan

Suka melamun dan lambat bereaksi

Daya ingat menurun

Kesulitan berbicara

Berhalusinasi

Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak

Sering gelisah

Kebiasaan tidur berubah.


2. Sakit mata

Peneliti dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan bahwa sakit mata menjadi salah satu gejala baru Corona.


Dikutip dari Science Daily, sekitar 18 persen pasien COVID-19 yang terlibat dalam penelitian melaporkan bahwa mereka menderita fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.


Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala Corona lainnya. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.


"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.


"Studi ini penting karena membantu kami memahami lebih lanjut tentang bagaimana COVID-19 dapat menginfeksi konjungtiva dan bagaimana ini kemudian memungkinkan virus menyebar ke seluruh tubuh," jelasnya.


Selain delirium dan sakit mata, ada sejumlah gejala Corona yang sudah ditemukan sejauh ini. Apa saja itu? Klik halaman selanjutnya.


Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala Corona yang telah ditemukan sejauh ini.


Gejala umum:

Demam

Batuk kering

Kelelahan.

Gejala yang tak biasa:

Nyeri otot

Sakit tenggorokan

Diare

Konjungtivitis atau peradangan pada mata

Sakit kepala

Kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa

Ruam kulit atau perubahan warna pada jari tangan dan kaki.

Gejala berat atau serius:

Sesak napas

Nyeri dada

Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak.

https://movieon28.com/movies/revolver/

Capai 95,35%, Testing COVID-19 RI di Desember Dekati Standar WHO

 Kapasitas testing atau pemeriksaan COVID-19 di Indonesia terus meningkat hingga pekan ini. Dilihat secara grafiknya, sejak Desember jumlah testing yang dilakukan sudah mencapai 95,35%.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut dari hasil data tersebut merupakan pencapaian tertinggi testing selama pandemi COVID-19 di Indonesia.


"Tentunya jumlah ini mendekati standar yang ditentukan oleh WHO," ungkap Wiku dikutip dari covid19.go.id, Jumat (11/12/2020).


Ia mengatakan pada prinsipnya, testing dan tracing (pelacakan kasus) adalah dua upaya yang tidak terpisahkan. Keduanya harus dilakukan secara linier dengan treatment (perawatan pasien) lanjuta, jika diperlukan.


Oleh karena itu, upaya 3T (testing, tracing dan treatment) yang dilakukan pemerintah harus dilakukan secara masif untuk dapat menekan angka kasus dan kematian serta meningkatkan angka kesembuhan nasional. Satgas COVID-19 mengapresiasi peran laboran yang telah bekerja keras dalam melakukan pemeriksaan spesimen tanpa kenal lelah.


"Satgas juga meminta capaian ini tidak membuat kita lengah. Terus tingkatkan pemeriksaan spesimen, sehingga deteksi dini kepada mereka yang positif dapat dilakukan dengan baik," ujarnya.


Menurut Wiku, capaian testing ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaring lebih banyak kasus, agar upaya deteksi dini bisa dilakukan demi menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan. Namun ia mengingatkan capaian ini perlu diikuti peningkatan disiplin protokol kesehatan.


Pasalnya dengan disiplin protokol kesehatan dan testing terus ditingkatkan hingga target WHO, maka laju penularan akan bisa ditekan dan tidak ditemukan kasus positif baru. "Ini adalah target kira bersama," imbuh Wiku.


Lebih lanjut ia menuturkan pemerintah daerah diminta untuk mengatur ulang jumlah laboran dan jam kerja atau shift, sehingga upaya pemeriksaan terhadap spesimen dapat berjalan dengan efektif.


"Segera koordinasikan dengan pemerintah pusat, jika ditemukan kendala yang tidak bisa diselesaikan terkait pemeriksaan spesimen," ungkapnya.


Sebagai informasi, untuk terus menekan laju pandemi virus Corona di Indonesia, masyarakat diimbau untuk #IngatPesanIbu dengan disiplin 3M yakni #menjagajarak #memakaimasker dan #mencucitangan. Tindakan kecil ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, jadi jangan abai terhadap protokol kesehetan.

https://movieon28.com/movies/rocker-balik-kampung/


Sederet Temuan Gejala Baru yang Dialami Pasien COVID-19, Termasuk Delirium


- Virus Corona COVID-19 tak henti-hentinya memberikan kejutan dalam dunia medis. Para ilmuwan dari berbagai negara pun terus berjuang dalam meneliti virus ini.

Sejumlah temuan terbaru seperti gejala yang tak biasa dialami pasien COVID-19 pun ditemukan oleh para peneliti. Apa saja gejala Corona tersebut? Berikut dirangkum detikcom.


1. Delirium

Dikutip dari EurekAlert, sebuah studi terbaru pada November lalu menemukan delirium sebagai salah satu gejala awal COVID-19, khususnya pada kelompok lansia. Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang.


"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.


"Kita perlu waspada... Karena seseorang yang menunjukkan tanda-tanda kebingungan mungkin merupakan indikasi adanya infeksi," tambahnya.


Peneliti menduga virus Corona juga turut mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif seperti sakit kepala dan delirium. Ini disinyalir terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen pada otak dan peradangan jaringan otak akibat badai sitokin yang dipicu oleh virus.


Berikut gejala seseorang yang mengalami delirium.


Sulit fokus dan mudah teralihkan

Suka melamun dan lambat bereaksi

Daya ingat menurun

Kesulitan berbicara

Berhalusinasi

Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak

Sering gelisah

Kebiasaan tidur berubah.

https://movieon28.com/movies/kulari-ke-pantai/