Minggu, 13 Desember 2020

Misteri Virus Corona Mematikan Sudah Ditemukan 7 Tahun Silam

 Ilmuwan di China diklaim sebenarnya sudah lama menemukan virus Corona dengan tingkat kemiripan 96% dibanding virus yang menyebabkan COVID-19, di sebuah pertambangan tembaga terkontaminasi di Negeri Tirai Bambu itu. Waktu penemuannya sudah 7 tahun yang lalu.

Laporan ini diberitakan oleh media di Inggris, Sunday Times. Pertambangan itu letaknya ratusan kilometer dari kota Wuhan dan kala itu jadi pusat perhatian ketika 6 orang penambang yang diminta membersihkan feses kelelawar dari sana jatuh sakit karena penyakit misterius.


Dikutip detikINET dari Metro, tiga di antaranya meninggal dunia. Gejala mereka meliputi demam tinggi dan kesulitan bernapas. Para dokter yang memeriksa pun kebingungan dan pakar menyebut kemungkinan mereka kena virus Corona yang terkait wabah SARS.


Lalu setelah kejadian itu, sampel beku kabarnya dikirimkan ke laboratorium Wuhan Institute of Virology. Dengan demikian, virus bersangkutan kemungkinan sudah berada di sana selama bertahun-tahun.


Pakar kelelawan, Shi Zhengli selaku kepala Center for Emerging Infectious Diseases belum lama ini melakukan penyelidikan pada kasus tersebut. Di Februari 2020, ia menyatakan virus Corona COVID-19 96,2% mirip dengan sampel tahun 2013 tersebut yang dinamakan RaTG13.


Hanya saja, tetap tidak disebutkan dari mana persisnya RaTG13 berasal. Nah, Sunday Times berdasarkan investigasinya mengklaim virus RaTG13 berasal dari pertambangan tersebut dan sudah eksis sejak lama.


Kabar ini menimbulkan dugaan bahwa ilmuwan China menutup-nutupi penemuan RaTG13. Kesan itu juga muncul lantaran riset soal RaTG13 kabarnya hanya muncul di sebuah jurnal ilmiah dan tidak disebutkan dapat menyebabkan pneumonia fatal pada manusia.


Ilmuwan menyebut tidak dilakukannya investigasi secara mendalam pada RaTG13 merupakan sesuatu yang tidak biasa, mengingat ada akibat fatal kematian 3 penambang yang kontak dengan virus bersangkutan.


"Kebanyakan dari kita akan melaporkan keseluruhan sejarah isolasinya, dari mana semua ini berasal, pada waktu itu," cetus Wendy Barclay, profesor pakar penyakit menular di Imperial College.


Pada tahun 2016, Harvard Medical School pernah memperingatkan jika RaTG13 punya potensi berbahaya bagi manusia. Namun demikian, memang tidak dapat dipastikan apakah RaTG13 benar-benar ada kaitannya atau bermutasi menjadi COVID-19.


Lantaran RaTG13 juga sempat tersimpan di Wuhan Institute of Virology, ada kecurigaan apakah ada kebocoran virus bersangkutan yang akhirnya menjadi biang pandemi Corona. Namun pada bulan Mei, pihak institut membantah ada RaTG12 dalam keadaan aktif di laboratorium mereka.


Investigasi Sunday Times menambah panjang spekulasi soal asal muasal virus Corona. Meskipun belum diketahui secara pasti sumber pertamanya, konsensus ilmuwan menyebutkan virus tersebut berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.

https://nonton08.com/movies/silam/


Khusus Dewasa, 5 Cara Meningkatkan Durasi Bercinta


Bagi pasangan yang telah menikah, seks menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan guna menjaga keharmonisan rumah tangga. Penting untuk senantiasa menjaga performa ketika melakukan seks, termasuk menjaga durasi seks.

Dikutip dari WebMD, sebuah penelitian pada tahun 2005 yang dilakukan di 5 negara menemukan bahwa hubungan seks umumnya berlangsung selama sekitar 5 hingga 6 menit. Untuk meningkatkan kepuasan seks, banyak pasangan berusaha untuk meningkatkan durasi seks.


Durasi seks yang singkat kebanyakan terjadi karena faktor ejakulasi dini atau disfungsi ereksi yang dialami pria. Durasi seks yang singkat juga dapat dipengaruhi oleh minimnya pengalaman seks, hipertiroidisme, keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.


Dikutip dari Insider, berikut ini cara untuk memperpanjang durasi seks.


1. Lakukan metode pause-squeeze

Teknik ini juga disebut teknik jeda. Untuk melakukannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika seseorang merasa dirinya akan ejakulasi maka tarik keluar dan remas ujung penis selama beberapa detik guna menahan ejakulasi. Menurut penelitian, hal ini akan menghentikan aliran dan membiarkan penis beristirahat sehingga seseorang dapat kembali melakukan penetrasi. Hal ini yang akan membuat durasi seks lebih lama.

https://nonton08.com/movies/nice-sister-in-law-2016/

Peringatan 'Manusia Kelelawar' China soal Virus Baru Corona

 Dr Shi Zhengli, salah satu direktur Wuhan Institute of Virology, memperingatkan tentang potensi munculnya jenis baru virus Corona dari kelelawar. Pasalnya menurut dia, kelelawar di China ada yang telah membawa virus Corona jenis lain dan telah punya kapasitas untuk menular pada manusia.

Shi Zhengli yang kadang dijuluki manusia kelelawar karena penelitiannya yang intensif terhadap binatang ini, menyatakan virus tersebut adalah famili dekat Sars-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Sedangkan penyebarannya di alam kemungkinan tidak hanya di China.


"Kita harus mencari mereka tidak hanya di China tapi juga di negara-negara Asia Selatan," katanya, seperti dikutip detikINET dari Guardian.


Pernyataan ini ia keluarkan bersamaan dengan upaya dua tim internasional dari WHO dan jurnal medis Lancet, untuk mencari asal muasal virus Corona COVID-19. Wuhan Institute of Virology sendiri kadang dituduh sebagai asal virus Corona tapi tidak ada buktinya.


Shi Zhengli pun menyarankan investigasi asal usul virus Corona tidak hanya dilakukan di China atau di Wuhan, tapi juga negara lain yang berpotensi, yang disetujui oleh kedua tim tersebut.


Sars-CoV 2 disepakati para ilmuwan kemungkinan besar berasal dari kelelawar. Namun sepertinya virus itu melompat ke hewan lain terlebih dahulu sebelum ke manusia. Sejauh ini, belum diketahui apa jenis hewan perantara tersebut.


Belum jelas pula seberapa lama kemungkinan virus itu bersirkulasi di hewan itu atau di manusia sebelum akhirnya terdeteksi pada akhir tahun silam. Zhengli memperkirakan bisa setahun atau dapat saja sudah sangat lama.


Profesor Edward Holmes selaku ahli virus University of Sydney, sepakat bahwa virus Corona bisa ada di hewan perantara dalam waktu lama dan mungkin sudah beberapa bulan ada di manusia sebelum akhirnya terlacak.


"Mungkin saja kejadian penularan antar spesies tidak terjadi di sekitar Wuhan. Bahkan mungkin saja tidak terjadi di provinsi Hubei, meskipun tentu diperlukan jumlah besar hewan yang diuji untuk memecahkan persoalan ini," papar dia.


Zhengli mengklaim ia dan grupnya tidak bisa mendeteksi virus Corona di binatang peternakan atau satwa liar di sekitar Wuhan. Seandainya hewan perantara benar adalah trenggiling, bisa saja kejadian penularan muncul di luar China karena trenggiling di China berasal dari negara Asia lain seperti India.


Di sisi lain, analisis dari timnya mengindikasikan ada virus Corona lain yang mungkin sudah mampu memasuki sel manusia. Maka ia menyarankan agar dilakukan pengawasan ketat terhadap kemungkinan penularan baru dari satwa liar atau peternakan pada manusia.

https://nonton08.com/movies/young-sister-in-law-3/


Misteri Virus Corona Mematikan Sudah Ditemukan 7 Tahun Silam


Ilmuwan di China diklaim sebenarnya sudah lama menemukan virus Corona dengan tingkat kemiripan 96% dibanding virus yang menyebabkan COVID-19, di sebuah pertambangan tembaga terkontaminasi di Negeri Tirai Bambu itu. Waktu penemuannya sudah 7 tahun yang lalu.

Laporan ini diberitakan oleh media di Inggris, Sunday Times. Pertambangan itu letaknya ratusan kilometer dari kota Wuhan dan kala itu jadi pusat perhatian ketika 6 orang penambang yang diminta membersihkan feses kelelawar dari sana jatuh sakit karena penyakit misterius.


Dikutip detikINET dari Metro, tiga di antaranya meninggal dunia. Gejala mereka meliputi demam tinggi dan kesulitan bernapas. Para dokter yang memeriksa pun kebingungan dan pakar menyebut kemungkinan mereka kena virus Corona yang terkait wabah SARS.

https://nonton08.com/movies/young-sister-in-law-3-2019/