Jumat, 18 Desember 2020

Relawan Ungkap Rasanya Disuntik Vaksin Corona Pfizer Kedua Kalinya

 Vaksin Corona Pfizer berteknologi mRNA mengharuskan penerimanya menerima dua suntikan vaksin. Seorang relawan baru-baru ini mengungkap bagaimana rasanya disuntik vaksin Corona Pfizer kedua kalinya.

Dikutip dari Daily Star, Eric Gross mengaku suntikan keduanya terasa lebih sakit. Rasa sakit di sekitar lengannya pasca disuntik jauh berbeda dari rasa sakit saat menerima suntikan pertama vaksin Corona Pfizer.


"Suntikan pertama tidak terlalu sakit, itu akan hilang secepatnya," jelas Eric, relawan vaksin Corona Pfizer.


"Berbeda dengan suntikan kedua, itu yang paling menyakitkan, saat mengangkat lengan itu benar-benar terasa sakit, jauh berbeda sepeti pertama kali disuntik," curhatnya.


Eric menjelaskan rasa sakit dari suntikan kedua yang ia terima bahkan bertahan hingga enam jam pasca divaksin Corona. Setidaknya sekitar 12 jam, rasa sakit baru bisa benar-benar hilang.


"Saya seperti merasa tiba-tiba dipukul orang asing dengan begitu keras tanpa kita tahu orang tersebut akan memukul kita. Berusaha mengenyampingkan rasa sakit, tetap saja rasa sakit itu tak tertahankan," katanya menggambarkan rasa sakit yang dirasakan.


"Tapi setelah 12 jam mengalami nyeri tersebut, semuanya langsung hilang seperti tidak pernah terjadi apa-apa," katanya, lapor TMZ Live.


Selain rasa sakit saat disuntik, ia tidak menjelaskan efek samping lain yang dialami pasca disuntik kedua kalinya. Pekan ini, dua petugas kesehatan di Alaska pun dilaporkan mengalami reaksi alergi pasca menerima vaksin Corona Pfizer dan berakhir dirawat di RS.


Namun, banyak pula orang yang tidak mendapatkan satu atau beberapa efek samping. Vaksin Corona Pfizer hingga kini belum bisa diterima oleh anak-anak hingga ibu hamil, termasuk bagi mereka yang memiliki alergi serius.


Belum ada data keamanan dan kemanjuran terkait vaksin Corona Pfizer pada kondisi-kondisi tersebut.

https://movieon28.com/movies/benyamin-the-troublemaker/


Kelompok Ini Harus Menunggu untuk Vaksinasi COVID-19, Kenapa?


Beberapa negara kini telah memulai vaksinasi COVID-19, terutama untuk para lansia hingga tenaga medis. Tetapi, ada beberapa kelompok orang yang harus menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin COVID-19, salah satunya orang yang memiliki riwayat alergi parah.

Menurut direktur unit isolasi tingkat tinggi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, Associate Profesor Lim Poh Lian, kelompok tersebut merujuk pada orang-orang yang memiliki respons terhadap rangsangan tertentu seperti sengatan lebah atau obat tertentu.


Rekasi alergi menyebabkan terjadinya pembengkakan di sekitar mulut, mata, atau wajah, hingga mengalami kesulitan bernapas hingga mengalami penurunan tekanan darah yang serius.


Namun bagi yang tidak memiliki riwayat alergi, disarankan tetap mengikuti vaksinasi COVID-19.


"Jadi setiap orang yang memenuhi syarat harus mendapatkan vaksin, karena kami ingin melindungi orang-orang yang tidak bisa mendapatkannya (vaksin) atau mereka yang mungkin tidak mendapatkan manfaat dari vaksin bahkan jika mereka menerimanya," jelas Prof Lim yang dikutip dari The Straits Times, Jumat (18/12/2020).

https://movieon28.com/movies/benyamin-biang-kerok/

Marak Kasus Prostitusi, Pria Seperti Apa yang Rela Bayar untuk Seks?

 Artis inisial TA tersandung kasus prostitusi. Ia ditangkap oleh Polda Jabar saat sedang berada di dalam kamar hotel bersama satu orang pria hidung belang.

Banyak penelitian dan riset menunjukkan pria yang membeli layanan seks melakukannya karena berbagai alasan, banyak di antaranya berbeda di setiap budaya.


Penerimaan sosial terhadap prostitusi membuat pria lebih mungkin membayar untuk seks. Bagi sebagian pria, risiko adalah bagian dari daya tarik mereka menjajal prostitusi.


Mengutip laman Live Science, peneliti dari University of Portland menemukan pria yang rela bayar untuk seks cenderung memiliki sedikit komitmen untuk menikah. Mereka juga menemukan pria yang memiliki sifat liberal lebih mungkin menjajal jasa seks.


Tapi ada juga mereka yang telah menikah dan berpenghasilan tinggi yang bahkan rela membayar mahal untuk seks. Mereka cenderung punya ketertarikan yang berbeda dalam dunia prostitusi, dibandingkan dengan pria pada umumnya.


Pria yang menggunakan jasa prostitusi dalam studi tersebut menginginkan lebih banyak intimasi dari orang berbeda tapi tetap ingin mendapat komitmen dari pasangannya. Lainnya menjajal prostitusi karena kesepian, tapi ada juga yang secara sosial cangggung dan menghindari kencan biasa sehingga rela bayar untuk seks.


Kesimpulannya, menurut peneliti, semua jenis pria disebut sangat mungkin menggunakan jasa seks atau prostitusi.


Psikolog klinis dari Pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum beberapa waktu lalu juga mengatakan pria yang pergi ke prostitusi biasanya mencari kesenangan sesaat. Ini juga bisa disebabkan karena kurang adanya hubungan baik dengan sang istri.


"Banyak laki-laki yg mau keluar uang untuk kebutuhan syahwat bisa terjadi karena beberapa hal seperti tidak memiliki arah hidup yang jelas sehingga mudah tergoda kesenangan sesaat," kata Rahma.

https://movieon28.com/movies/turn-right-barcelona/


Relawan Ungkap Rasanya Disuntik Vaksin Corona Pfizer Kedua Kalinya


Vaksin Corona Pfizer berteknologi mRNA mengharuskan penerimanya menerima dua suntikan vaksin. Seorang relawan baru-baru ini mengungkap bagaimana rasanya disuntik vaksin Corona Pfizer kedua kalinya.

Dikutip dari Daily Star, Eric Gross mengaku suntikan keduanya terasa lebih sakit. Rasa sakit di sekitar lengannya pasca disuntik jauh berbeda dari rasa sakit saat menerima suntikan pertama vaksin Corona Pfizer.


"Suntikan pertama tidak terlalu sakit, itu akan hilang secepatnya," jelas Eric, relawan vaksin Corona Pfizer.


"Berbeda dengan suntikan kedua, itu yang paling menyakitkan, saat mengangkat lengan itu benar-benar terasa sakit, jauh berbeda sepeti pertama kali disuntik," curhatnya.


Eric menjelaskan rasa sakit dari suntikan kedua yang ia terima bahkan bertahan hingga enam jam pasca divaksin Corona. Setidaknya sekitar 12 jam, rasa sakit baru bisa benar-benar hilang.


"Saya seperti merasa tiba-tiba dipukul orang asing dengan begitu keras tanpa kita tahu orang tersebut akan memukul kita. Berusaha mengenyampingkan rasa sakit, tetap saja rasa sakit itu tak tertahankan," katanya menggambarkan rasa sakit yang dirasakan.


"Tapi setelah 12 jam mengalami nyeri tersebut, semuanya langsung hilang seperti tidak pernah terjadi apa-apa," katanya, lapor TMZ Live.

https://movieon28.com/movies/nini-thowok/