Selasa, 22 Desember 2020

Uji Coba Vaksin Corona Sinovac di Brasil, Efektivitas Diklaim Lebih dari 50 Persen

  Vaksin Corona Sinovac-Biotech diklaim terbukti efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil. Efektivitas vaksin Corona Sinovac disebut melebihi 50 persen.

Brasil menjadi negara pertama yang menyelesaikan uji coba vaksin CoronaVac. Institut Butantan, Sao Paulo, Brasil, akan segera mengumumkan laporan resmi terkait efektivitas vaksin Corona Sinovac pekan depan.


"Brasil adalah negara pertama di dunia yang menyelesaikan uji coba tahap akhir vaksin CoronaVac milik Sinovac, yang juga sedang diuji di Indonesia dan Turki," demikian lapor Journal, dikutip dari Reuters.


"Hasil dari uji coba Brasil menunjukkan efektivitas CoronaVac di atas 50 persen yang selama ini dianggap para ilmuwan internasional sebagai ambang batas," lanjut laporan tersebut.


Menteri Kesehatan Brasil beberapa waktu lalu juga mengatakan kemungkinan vaksin Corona Sinovac dan AstraZeneca siap digunakan awal tahun mendatang.


"Kandidat vaksin Sinovac dan AstraZeneca Plc mungkin siap digunakan di Brasil pada pertengahan Februari," kata menteri kesehatan negara itu pekan lalu.


Melalui situs resmi pemerintah, Singapura juga bekerja sama dalam pengadaan vaksin Corona Sinovac. Begitu juga dengan Filipina yang bernegosiasi mendatangkan setidaknya 25 juta dosis vaksin Corona di Maret 2021 mendatang.


Belakangan, vaksin Corona Sinovac juga dikabarkan memiliki efikasi paling lemah di antara vaksin lainnya. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menepis kabar tersebut, menegaskan jika data hingga saat ini terkait efikasi vaksin Corona Sinovac belum didapatkan.

https://nonton08.com/movies/young-wife/


5 Kematian Akibat Sakit Jantung di 2020, Ashraf Sinclair hingga Didi Kempot


Sederet kabar duka dari kalangan pesohor terjadi sepanjang 2020, sebagian di antaranya terkait penyakit jantung. Kematian yang mendadak dan bahkan bisa dialami oleh sosok yang kelihatannya bugar umumnya berhubungan dengan masalah jantung.

Ada berbagai masalah jantung yang bisa berdampak pada kematian. Selain serangan jantung juga ada gagal jantung, pembengkakan jantung, dan gangguan irama jantung. Masing-masing juga bisa saling berhubungan.


Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima kematian tokoh yang dikaitkan dengan penyakit jantung sepanjang 2020.


1. Ashraf Sinclair

Aktor asal Malaysia Ashraf Sinclair diketahui meninggal akibat serangan jantung di usia 40 tahun. Ashraf Sinclair menghembuskan napas terakhirnya pada (18/02/2020) pukul 04.51 di RS MMC Kuningan, Jakarta.


Sebelum meninggal, suami Bunga Citra Lestari itu sempat melakukan olahraga crossfit selama satu jam dan tak mengeluhkan gejala apapun. Ia dikenal memiliki hidup sehat dan kerabatnya mengklaim bahwa Ashraf tidak memiliki riwayat penyakit jantung.


2. Didi Kempot

Penyanyi campur sari Didi Prasetyo atau yang akrab disapa Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (05/05/2020) di RS Kasih Ibu Solo. Sebelumnya pria berusia 53 tahun ini merasa kelelahan saat malam, hingga saat pagi ia dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri.


"Tiba di IGD pagi ini pukul 07.25, kondisi tidak sadar, henti jantung, henti napas. Dilakukan tindakan resusitasi, namun pasien tidak tertolong," ujar Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez pada detikcom Selasa (5/5/2020).


3. Diego Maradona

Kepergian legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona mengejutkan penggemar bola di seluruh dunia. Maradona meninggal di usia 60 tahun akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020).


Sebelum meghembuskan napas terakhir, Maradona sempat menjalani operasi hematoma subdural. Pada pertengahan November ia diperbolehkan pulang namun tak ada kabar terkait kondisnya, hingga berita meninggalnya mantan pemain Barcelona dan Napoli ini beredar

https://nonton08.com/movies/young-sister-in-law-5/

Ngaku Kaget Kena Corona, Pas Olahraga Kumpul-kumpul Pakai Masker Nggak?

 Olahraga dalam porsi yang terukur memang meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Namun tidak serta merta membuat orang kebal virus Corona COVID-19.

Sayangnya banyak pegiat olahraga yang mengabaikan risiko penularan dalam kegiatan olahraga bersama. Berdalih agar pasokan oksigen lebih lancar, anjuran pakai masker pun diabaikan meski melakukan aktivitas berkelompok.


Tak cuma itu, sehabis olahraga lalu kumpul-kumpul dan foto bareng tanpa menjaga jarak. Fotonya lalu di-posting di media sosial, lalu diikuti oleh para followers yang ter-influence oleh gaya hidup yang diklaim sehat itu.


Beberapa orang memang melakukannya dengan circle pertemanan yang jelas status infeksinya. Artinya, orang-orang yang diajak kumpul memang rajin tes swab dan dipastikan negatif sehingga lebih aman dari risiko penularan COVID-19. Tapi bagaimana dengan yang ikut-ikutan, apakah semuanya rajin swab untuk memastikan kondisinya?


Faktanya, ada beberapa pegiat olahraga yang akhirnya tertular COVID-19. Memang tidak bisa dipastikan di mana mereka tertular. Bisa saja di rumah, di tempat kerja, atau di transportasi umum. Tapi tak bisa dipungkiri, kumpul-kumpul tanpa mematuhi protokol kesehatan saat olahraga bareng juga berisiko menularkan.


"Pada dasarnya kan memang nggak peduli mau kita sesehat apapun, proses penyebarannya itu kan karena tidak patuh protokol. Jadi ya kuncinya hanya di protokol," kata Falla Adinda, dokter yang juga pegiat olahraga, saat dihubungi, Senin (22/12/2020).


"Jadi kalau tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak menjaga kebersihan, ya kita masih punya potensi tertular," lanjut dr Falla yang juga seorang relawan Satgas COVID-19.


Menurut dr Falla, rajin olahraga tidak menjamin seseorang 100 persen kebal COVID-19. Walaupun mungkin tidak jatuh sakit saat terinfeksi, tetap saja bisa tertular dan bisa menularkan lagi ke orang lain.


Beberapa atlet profesional seperti Cristiano Ronaldo contohnya, tetap tertular. Padahal yang namanya atlet kelas dunia, kurang apa sih olahraganya?


"Nah justru itu kan yang harus diluruskan, bahwa mau kita sesehat apapun tapi kalau kita abai terhadap protokol kita bisa tertular. Jadi walaupun kita olahraga setiap hari, ataupun memang badan kita ideal, mau kita sehat, mau kita bugar ya bisa saja tertular," tegas dokter pegiat olahraga bersepeda dan triathlon tersebut.

https://nonton08.com/movies/flesh-out/


Uji Coba Vaksin Corona Sinovac di Brasil, Efektivitas Diklaim Lebih dari 50 Persen


 Vaksin Corona Sinovac-Biotech diklaim terbukti efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil. Efektivitas vaksin Corona Sinovac disebut melebihi 50 persen.

Brasil menjadi negara pertama yang menyelesaikan uji coba vaksin CoronaVac. Institut Butantan, Sao Paulo, Brasil, akan segera mengumumkan laporan resmi terkait efektivitas vaksin Corona Sinovac pekan depan.


"Brasil adalah negara pertama di dunia yang menyelesaikan uji coba tahap akhir vaksin CoronaVac milik Sinovac, yang juga sedang diuji di Indonesia dan Turki," demikian lapor Journal, dikutip dari Reuters.


"Hasil dari uji coba Brasil menunjukkan efektivitas CoronaVac di atas 50 persen yang selama ini dianggap para ilmuwan internasional sebagai ambang batas," lanjut laporan tersebut.


Menteri Kesehatan Brasil beberapa waktu lalu juga mengatakan kemungkinan vaksin Corona Sinovac dan AstraZeneca siap digunakan awal tahun mendatang.


"Kandidat vaksin Sinovac dan AstraZeneca Plc mungkin siap digunakan di Brasil pada pertengahan Februari," kata menteri kesehatan negara itu pekan lalu.


Melalui situs resmi pemerintah, Singapura juga bekerja sama dalam pengadaan vaksin Corona Sinovac. Begitu juga dengan Filipina yang bernegosiasi mendatangkan setidaknya 25 juta dosis vaksin Corona di Maret 2021 mendatang.


Belakangan, vaksin Corona Sinovac juga dikabarkan memiliki efikasi paling lemah di antara vaksin lainnya. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menepis kabar tersebut, menegaskan jika data hingga saat ini terkait efikasi vaksin Corona Sinovac belum didapatkan.

https://nonton08.com/movies/the-princess-diaries/