Rabu, 06 Januari 2021

PeduliLindungi Dituding Curi Data Pengguna, Kominfo: Sudah Update

 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi telah dilakukan penyempurnaan. Pemerintah pun menjamin keamanan PeduliLindungi.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, saat ini aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android telah dikembangkan sampai versi 3.1.1. Menurutnya, versi terkini telah mengalami banyak penyempurnaan fitur dan izin akses.


"Saat ini versi PeduliLindungi Android adalah 3.1.1 di mana sudah banyak perbedaan fitur aplikasi dan izin akses yang tidak digunakan di versi terbaru. Pada versi 3.1.1 tidak ada lagi penggunakan fitur Bluetooth, WiFi, kamera, dan file access untuk penyimpanan," jelasya seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/1/2021).

https://nonton08.com/movies/daughter-in-law-3/


Merespons informasi yang tersebar mengenai fitur dan izin akses Aplikasi PeduliLindungi yang dinilai berlebihan, Dedy mengatakan informasi itu karena berdasarkan pada versi terdahulu aplikasi.


"Versi PeduliLindungi Android yang dibahas dan dijadikan isu adalah versi 2.2.2 yang dirilis tanggal 25 Juni 2020," tandasnya.


Kominfo mengklaim, seperti dikatakan Dedy, izin akses yang dipakai dalam aplikasi PeduliLindungi sepenuhnya telah melalui persetujuan dari pengguna saat instalasi aplikasi.


"Izin akses yang digunakan pada aplikasi semata-mata untuk meningkatkan user experience dan benefit bagi user saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tegasnya.


Lebih lanjut lagi, Dedy menuturkan bahwa PeduliLindungi tidak hanya menyediakan fitur contact tracing, tapi juga fitur informasi lokasi terdampak yang bermanfaat bagi user untuk waspada dan menghindari saat berada di lokasi tersebut. Disampaikannya juga, aplikasi besutan pemerintah ini telah mendapat persetujuan dari Play Store soal kebijakan privasi yang diminta PeduliLindungi.


"Untuk itu akses geolokasi pada telepon seluler diperlukan untuk memberikan informasi berharga ini. Termasuk tidak akan menggunakan data dan informasi untuk keperluan komersial dan perlakukan aplikasi terhadap data sensitif," pungkasnya.


Sebelumnya, PeduliLindungi diterpa isu rawan phishing dan malware, yang bisa mencuri data pribadi penggunanya. Padahal, aplikasi ini dimanfaatkan untuk melacak kasus COVID-19 dan terbaru digunakan sebagai platform pengecekan penerima vaksin Corona.


Awal tudingannya berasal dari laporan CitizenLab asal Universitas Toronto, Kanada. Dalam laporannya, mereka menganalisis sejumlah aplikasi contact tracing dari beberapa negara, seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand.


Laporan berjudul 'Unmasked II: An Analysis of Indonesia and the Philippines Government-Launched COVID-19 Apps' tersebut dipublikasikan pada 21 Desember. Mereka melakukan reverse engineering atau membongkar aplikasi PeduliLindungi versi 2.2.2 untuk Android.


Dalam proses tersebut, mereka mengaku menemukan adanya permintaan akses izin yang berlebihan, yang tidak dibutuhkan untuk melakukan contact tracing, dan berpotensi membahayakan data pengguna.


Salah satu akses izin yang dinilai tak dibutuhkan itu adalah MAC Address, yaitu 'tanda pengenal' dari setiap perangkat yang bisa mengakses jaringan. Menurut mereka, 'tanda pengenal' ini tidak dibutuhkan untuk contact tracing, atau pelacakan kontak.

https://nonton08.com/movies/daughter-in-law-2/

Selasa, 05 Januari 2021

Pegulat Sumo Top di Jepang Terinfeksi Corona!

 Atlet atau pegulat sumo peringkat teratas di Jepang, Hakuho, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Asosiasi Sumo Jepang (JSA) mengumumkan hal ini pada Selasa (4/1/2020).

Dikutip dari Reuters, Hakuho adalah pria kelahiran Mongolia, yang merupakan yokozuna atau pegulat sumo profesional terlama, dan peringkat tertinggi di Jepang sejauh ini. Lewat situs resmi JSA, diumumkan jika dirinya mengalami gejala COVID-19 anosmia, seperti kehilangan kemampuan mencium dan merasakan sesuatu.


Tes positif COVID-19 Hakuho datang tepat lima hari sebelum turnamen besar tahun baru sumo akan dimulai pada 10 Januari.


"Hakuho sekarang akan meminta saran dari para spesialis dan pegulat lainnya terkait perlombaan yang akan datang, terkait kondisi dirinya terpapar COVID-19," menurut pernyataan tersebut.


Sejauh ini, JSA juga belum menyebutkan apakah turnamen akan ditunda. Kasus serupa terjadi pada Mei, pegulat sumo berusia 28 tahun, Shobushi, terpapar Corona, tetapi dirinya tak berhasil melawan COVID-19 dan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat terinfeksi.


Hingga Selasa, Jepang telah melaporkan 249.246 kasus virus Corona dan 3.693 kematian. Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyatakan keadaan darurat untuk Tokyo dan daerah sekitarnya terkait COVID-19 akan diputuskan pada hari Kamis, demikian laporan media lokal.

https://tendabiru21.net/movies/gangnam-daughter-in-law/


Cara Mencegah Virus Corona Agar Tak Menular ke Mana-mana


 Cara mencegah virus Corona agar tidak menyebar ke mana-mana bisa dilakukan dari hal yang paling mudah, yaitu hidup bersih dan sehat. Ini adalah cara terbaik dalam mencegah penyebaran dan penularan virus Corona sebelum program vaksinasi di mulai.

Hingga Senin (4/1/2021), kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 772.103, dengan pasien sembuh yang terus bertambah menjadi 639.103 orang. Tetapi, pasien yang meninggal juga ikut bertambah tiap harinya hingga totalnya mencapai 22.911 orang.


Untuk mencegah bertambahnya jumlah kasus baru dan angka kematian, ada beberapa cara mencegah virus Corona yang bisa dilakukan. Berikut di antaranya, dirangkum dari berbagai sumber.


1. Pakai masker

Masker saat ini menjadi benda yang sangat penting bagi manusia yang berfungsi untuk melindungi diri, dari penyebaran virus Corona. Meski dulu masker hanya diwajibkan untuk yang sakit, kini masker menjadi salah satu cara mencegah virus Corona yang wajib digunakan setiap beraktivitas.


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut dari berbagai jenis masker, masker kain adalah jenis yag dianjurkan agar masyarakat bisa menghindari COVID-19 saat berada di tempat umum.


"Masker kain digunakan oleh masyarakat saat berada di tempat umum dan saat berinteraksi dengan orang lain," kata Prof Wiku beberapa waktu lalu.


2. Mencuci tangan

Cara mencegah virus Corona yang satu ini juga tak kalah mudahnya, karena biasa dilakukan sehari-hari yaitu mencuci tangan. Di beberapa kasus penularan virus Corona, diprediksi terjadi saat tangan menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi.


Setelah tangan menyentuh permukaan tersebut, virus Corona bisa berpindah dari tangan ke hidung atau mulut. Hal ini bisa menjadi salah satu cara penularan virus Corona.


Biasakan diri untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

https://tendabiru21.net/movies/the-daughter-in-law-2/