Rabu, 06 Januari 2021

Profesor Harvard Yakin Alien Datang ke Bumi di 2017

 Seorang profesor Harvard bernama Avi Loeb, yang juga merupakan Kepala Departemen Astronomi Harvard, percaya bahwa asteroid aneh yang memasuki tata surya kita pada tahun 2017 adalah bagian dari teknologi alien.

Dia menyebutkan, tanda pertama yang akan kita dapatkan dari kemunculan kecerdasan alien bukanlah pesawat luar angkasa. Sebaliknya, Loeb berpikir bahwa tanda pertama adalah sampah dari peradaban tersebut.


Dalam bukunya, Loeb menceritakan objek antarbintang pertama yang diketahui memasuki dan melakukan perjalanan ke tata surya kita dari arah Vega, bintang yang berjarak sekitar 25 tahun cahaya, terdekat dalam skala kosmik.

https://nonton08.com/movies/the-girl-next-door/


Objek tersebut memasuki bidang orbit tata surya kita pada 6 September 2017. Kemudian pada 9 September, objek yang dikenal sebagai Oumuamua ini melakukan pendekatan terdekatnya dengan Matahari. Pada akhir September objek ini telah melewati jarak orbit Venus.


Objek itu melesat melewati Bumi dengan kecepatan sekitar 94.790 km/jam pada 7 Oktober dan bergerak cepat menuju konstelasi Pegasus. Dalam catatan Loeb, benda tersebut memiliki panjang sekitar 91 meter dan berbentuk cerutu.


Setelah mempelajari lintasan objeknya, para astronom sampai pada kesimpulan bahwa percikan besar yang dibuat oleh objek tersebut menandai objek antarbintang pertama yang terdeteksi di tata surya. Mereka menemukan objek tersebut tidak terikat oleh gravitasi Matahari, yang artinya dia melewati tata surya kita.


Awalnya, benda itu diyakini sebagai komet biasa. Namun Loeb berteori bahwa teknologi ini bisa jadi adalah sampah yang dibuang dari peradaban alien. Beberapa pengamatan membawanya pada kesimpulan ini.


Seperti dikutip dari Slash Gear, pengamatan pertamanya adalah bahwa benda berbentuk seperti cerutu itu 5 sampai 10 kali lebih panjang dari lebarnya, dan para ilmuwan belum pernah melihat benda luar angkasa yang terjadi secara alami seperti itu.


Objek itu juga punya cahaya yang luar biasa cerah, setidaknya sepuluh kali lebih reflektif daripada asteroid atau komet berbatu pada umumnya. Pengamatan lain yang membuat Loeb percaya bahwa itu adalah sampah dari teknologi alien adalah caranya bergerak.


Dia mengatakan, benda itu memiliki dorongan berlebih dari Matahari. Biasanya, tarikan Matahari secara signifikan akan mempercepat objek saat mendekati, kemudian akan melambat setelah melewati Matahari dan semakin menjauh. Namun, Oumuamua berakselerasi dengan kecepatan yang sedikit tetapi secara statistik signifikan menjauhi Matahari.


Loeb percaya, benda itu tak hanya didorong gaya gravitasi Matahari. Dia dan rekannya melihat angka-angka yang berkaitan dengan bentuk dan ukuran objek, kemudian menyimpulkan bahwa benda itu tidak berbentuk cerutu tetapi mungkin sebuah piringan setebal kurang dari satu milimeter dengan proporsi seperti layar pada perangkat layar surya.


Jika benar benda tersebut layar surya, maka dugaan itu akan menjelaskan percepatannya saat menjauh dari Matahari. Namun, tidak semua ilmuwan setuju dengan teori alien ini, dan kemungkinan besar tidak akan pernah tahu persis apa itu Oumuamua.

https://nonton08.com/movies/a-secret-experience-of-delicious-sex-directors-cut/


Orang Terkaya Jepang di Balik Isu Merger Gojek dan Tokopedia

 Ada campur tangan orang terkaya Jepang, Masayoshi Son, di balik kabar rencana merger Gojek dan Tokopedia. CEO dan pendiri SoftBank Group Corp. itu disebut menjadi pendukung utama bergabungnya dua raksasa startup lokal tersebut.

SoftBank Group Corp. tercatat sebagai pemegang saham di Gojek dan Tokopedia. Tak sendirian, ada sederet investor lain yang menanamkan duitnya di Gojek maupun Tokopedia, antara lain termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.


Dikutip dari Bloomberg, Selasa (5/1/2021) Gojek dan Tokopedia telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018, namun diskusi di antara keduanya kemudian dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan rivalnya Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.


Desember 2020 lalu, Gojek dan Grab disebut telah membuat kemajuan substansial dalam kesepakatan, namun kemudian berselisih tentang bagaimana mengelola Indonesia, pasar utama mereka di kawasan Asia Tenggara.


Masayoshi sudah mendorong CEO dan co-founder Grab Anthony Tan untuk menyelesaikan perselisihan dengan Gojek. SoftBank sendiri seperti diketahui adalah salah satu pemegang saham terbesar Grab.


Kabarnya, Anthony terus menolak tekanan dari Masayoshi untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek. Diskusi di antara Grab dan Gojek tersendat setelah bertahun-tahun bergulat dengan persaingan sengit dalam layanan transportasi online, pengiriman makanan, dan teknologi keuangan.


Masayoshi yang awalnya adalah pendukung setia Anthony Tan pun kabarnya kehilangan kesabaran dengan keengganan Anthony menyerahkan kendali, dan kini mendukung merger antara Gojek dan Tokopedia yang didukung SoftBank.


Saat ini, valuasi Gojek mencapai USD 10,5 miliar sementara Tokopedia USD 7,5 miliar. Jika merger ini terjadi, akan tercipta startup decacorn dengan valuasi USD 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun.

https://nonton08.com/movies/is-there-an-empty-room-here/


Profesor Harvard Yakin Alien Datang ke Bumi di 2017


 Seorang profesor Harvard bernama Avi Loeb, yang juga merupakan Kepala Departemen Astronomi Harvard, percaya bahwa asteroid aneh yang memasuki tata surya kita pada tahun 2017 adalah bagian dari teknologi alien.

Dia menyebutkan, tanda pertama yang akan kita dapatkan dari kemunculan kecerdasan alien bukanlah pesawat luar angkasa. Sebaliknya, Loeb berpikir bahwa tanda pertama adalah sampah dari peradaban tersebut.


Dalam bukunya, Loeb menceritakan objek antarbintang pertama yang diketahui memasuki dan melakukan perjalanan ke tata surya kita dari arah Vega, bintang yang berjarak sekitar 25 tahun cahaya, terdekat dalam skala kosmik.


Objek tersebut memasuki bidang orbit tata surya kita pada 6 September 2017. Kemudian pada 9 September, objek yang dikenal sebagai Oumuamua ini melakukan pendekatan terdekatnya dengan Matahari. Pada akhir September objek ini telah melewati jarak orbit Venus.


Objek itu melesat melewati Bumi dengan kecepatan sekitar 94.790 km/jam pada 7 Oktober dan bergerak cepat menuju konstelasi Pegasus. Dalam catatan Loeb, benda tersebut memiliki panjang sekitar 91 meter dan berbentuk cerutu.


Setelah mempelajari lintasan objeknya, para astronom sampai pada kesimpulan bahwa percikan besar yang dibuat oleh objek tersebut menandai objek antarbintang pertama yang terdeteksi di tata surya. Mereka menemukan objek tersebut tidak terikat oleh gravitasi Matahari, yang artinya dia melewati tata surya kita.

https://nonton08.com/movies/tasty-working-girl/