Kamis, 07 Januari 2021

Aktor Aliff Alli Kritis, Ini Gejala COVID-19 yang Bisa Picu Kondisi Fatal

 Aktor Aliff Alli dikabarkan kritis akibat terinfeksi virus Corona COVID-19. Kini ia tengah dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan kuasa hukumnya, Asgar Sjarfi, Aliff sudah dinyatakan positif COVID-19 sejak tiga minggu lalu. Kondisinya pun kian menurun pada minggu ketiga.


"Dua minggu pertama masih bisa WA, tapi abis tiga minggu langsung kritis karena ada penyakit bawaan," kata Asgar, Rabu (6/1/20201).


Dijelaskan Asgar, Aliff memiliki penyakit penyerta berupa penyakit paru. Selain itu, kata Asgar, Aliff juga sedang banyak pikiran karena sedang menghadapi masalah dugaan kasus KDRT dan pemalsuan akta lahir anaknya, Putri Alyssa Ismillah Khan.


"Pertama mentalnya dia (terserang), kedua karena paru, karena memang sebelumnya dia perokok. Nah itu yang buat dia berat. Dan pikiran pak Aliff sendiri," ungkap Asgar.


Saat terinfeksi virus Corona memang ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, respons kekebalan tubuh, dan penyakit penyerta.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.


Selain itu, ada kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi ketika pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tidak mengalami gejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) pun menjelaskan ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena bisa memicu kondisi fatal pada pasien.


Berikut tanda atau gejalanya:


Kesulitan bernapas

Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

Kebingungan

Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

Bibir, wajah, atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

https://movieon28.com/movies/prostitution/


PSBB Ketat di Jawa-Bali, Ini Perkembangan Virus Corona Sepekan Terakhir


 Perkembangan virus Corona di Indonesia mulai dari penambahan kasus sampai kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. Ia mengumumkan beberapa poin kebijakan pembatasan baru yang berlaku mulai per 11 Januari 2020. Salah satunya tentang kapasitas masuk kantor.

Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali, secara nasional mulai 11 Januari hingga 25 Januari. Hanya sektor esensial berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat dan konstruksi yang tetap beroperasi 100 persen.


"Membatasi tempat kerja dengan work from home 75 persen dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat," jelas Airlangga dalam jumpa pers usai ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para gubernur, Rabu (6/1/2021).


Perkembangan virus Corona dalam sepekan terakhir di Indonesia melaporkan penambahan kasus Corona tiga hari berturut-turut di atas 8 ribu, yaitu tanggal 30 Desember hingga 1 Januari.


Berikut detail perkembangan virus Corona dalam sepekan terakhir dari tanggal 30 Desember hingga 5 Januari.


30 Desember:

Kasus positif bertambah 8.002 kasus, pasien sembuh bertambah 6.985 kasus, dan pasien meninggal bertambah 241 kasus.


31 Desember:

Kasus positif bertambah 8.074 kasus, pasien sembuh bertambah 7.356 kasus, dan pasien meninggal bertambah 194 kasus.


1 Januari:

Kasus positif bertambah 8.072 kasus, pasien sembuh bertambah 6.839 kasus, dan pasien meninggal bertambah 191 kasus.


2 Januari:

Kasus positif bertambah 7.203 kasus, pasien sembuh bertambah 7.582 kasus, dan pasien meninggal bertambah 226 kasus.


3 Januari:

Kasus positif bertambah 6.877 kasus, pasien sembuh bertambah 6.419 kasus, dan pasien meninggal bertambah 179 kasus.


4 Januari:

Kasus positif bertambah 6.753 kasus, pasien sembuh bertambah 7.166 kasus, dan pasien meninggal bertambah 177 kasus.


5 Januari:

Kasus positif bertambah 7.445 kasus, pasien sembuh bertambah 6.645 kasus, dan pasien meninggal bertambah 198 kasus.


Selain itu, perkembangan virus Corona di Indonesia lainnya adalah jumlah zona merah Corona. Data yang dihimpun satgas COVID-19 dalam laman resminya menunjukkan per tanggal 30 Desember, ada 76 wilayah di Indonesia masuk zona merah COVID-19.


Perkembangan virus Corona di Indonesia terkait zona merah per hari ini Rabu (6/1/2021) mengalami penurunan menjadi 54 wilayah. Sementara beberapa wilayah yang keluar dari zona merah COVID-19 beberapa di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Cirebon.

https://movieon28.com/movies/toxic-desire-addiction/

DKI di Atas 2 Ribu, Ini Sebaran 9.321 Kasus Harian COVID-19 RI 7 Januari

 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis (7/1/2021). Ada penambahan 9.321 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 797.723 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 2.398 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 1.416 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 998 kasus baru per 7 Januari.


Detail perkembangan virus Corona Kamis (7/1/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 9.321 menjadi 797.723


Pasien sembuh bertambah 6.924 menjadi 659.437


Pasien meninggal bertambah 224 menjadi 23.520


Tercatat sebanyak 68.019 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 68.753.


Sebaran 9.321 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (7/1/2021).


DKI Jakarta: 2.398 kasus

Jawa Barat: 1.416 kasus

Jawa Tengah: 998 kasus

Jawa Timur: 948 kasus

Kalimantan Timur: 479 kasus

Sulawesi Selatan: 366 kasus

Banten: 364 kasus

DI Yogyakarta: 355 kasus

Bali: 189 kasus

Kalimantan Utara: 178 kasus

Sumatera Barat: 171 kasus

Sulawesi Tengah: 157 kasus

Riau: 139 kasus

Bengkulu: 121 kasus

Kalimantan Selatan: 93 kasus

Lampung: 92 kasus

Sumatera Utara: 83 kasus

Sulawesi utara: 81 kasus

Nusa Tenggara Timur: 79 kasus

Kalimantan Tengah: 76 kasus

Sumaterra Selatan: 63 kasus

Nusa Tenggara Barat: 59 kasus

Jambi: 57 kasus

Sulawesi Tenggara: 49 kasus

Bangka Belitung: 47 kasus

Papua: 47 kasus

Gorontalo: 46 kasus

Sulawesi Barat: 33 kasus

Papua Barat: 32 kasus

Aceh: 31 kasus

Kalimantan Barat: 26 kasus

Maluku Utara: 25 kasus

Kepulauan Riau: 22 kasus

Maluku: 1 kasus.

https://movieon28.com/movies/two-sisters-in-law/


Aktor Aliff Alli Kritis, Ini Gejala COVID-19 yang Bisa Picu Kondisi Fatal


Aktor Aliff Alli dikabarkan kritis akibat terinfeksi virus Corona COVID-19. Kini ia tengah dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan kuasa hukumnya, Asgar Sjarfi, Aliff sudah dinyatakan positif COVID-19 sejak tiga minggu lalu. Kondisinya pun kian menurun pada minggu ketiga.


"Dua minggu pertama masih bisa WA, tapi abis tiga minggu langsung kritis karena ada penyakit bawaan," kata Asgar, Rabu (6/1/20201).


Dijelaskan Asgar, Aliff memiliki penyakit penyerta berupa penyakit paru. Selain itu, kata Asgar, Aliff juga sedang banyak pikiran karena sedang menghadapi masalah dugaan kasus KDRT dan pemalsuan akta lahir anaknya, Putri Alyssa Ismillah Khan.


"Pertama mentalnya dia (terserang), kedua karena paru, karena memang sebelumnya dia perokok. Nah itu yang buat dia berat. Dan pikiran pak Aliff sendiri," ungkap Asgar.


Saat terinfeksi virus Corona memang ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, respons kekebalan tubuh, dan penyakit penyerta.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.


Selain itu, ada kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi ketika pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tidak mengalami gejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) pun menjelaskan ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena bisa memicu kondisi fatal pada pasien.

https://movieon28.com/movies/sister-in-laws-dream/