Meningkatnya kasus Corona membuat vaksin COVID-19 ramai diperbincangkan. Meskipun belum resmi diedarkan di Indonesia, terdapat sejumlah manfaat vaksin COVID-19 yang perlu kita ketahui.
Sebelum didistribusikan, vaksin COVID-19 harus melalui tahap uji klinis demi memastikan keamanan untuk digunakan pada manusia. Salah satu manfaat vaksin COVID-19 adalah memberikan kekebalan pada tubuh.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 4 manfaat vaksin COVID-19:
1. Menciptakan respons antibodi
Manfaat vaksin COVID-19 yang pertama adalah menciptakan respon antibodi untuk sistem kekebalan tubuh. Saat disuntik vaksin, sel B akan menempel pada permukaan virus Corona yang sudah dimatikan dan mencari fragmen yang cocok.
Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika ada yang cocok, sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh.
2. Mencegah terkena virus COVID-19
Manfaat vaksin COVID-19 lainnya adalah mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Suntikan vaksin akan merangsang sel tubuh manusia, terutama sel B yang memproduksi imunoglobulin. Akibatnya, tubuh individu akan kebal pada SARS-CoV-2.
3. Menghentikan virus
Manfaat vaksin COVID-19 berikutnya adalah menghentikan virus menyebar ke seluruh tubuh. Vaksin akan merangsang imun tubuh yang dihasilkan oleh sel B dan menghentikan virus COVID-19 masuk ke dalam tubuh.
4. Melindungi orang-orang di sekitar kita
Jika kita menerima vaksin, otomatis tubuh akan terlindungi dari serangan virus COVID-19. Hal ini menjadi manfaat vaksin COVID-19 yang membantu mengurangi penyebaran Corona untuk melindungi orang-orang di sekitar.
https://tendabiru21.net/movies/moms-friends/
Waduh, Kasus Corona di Wuhan Disebut 3 Kali Lebih Tinggi dari Angka Resmi!
Studi yang dilakukan para peneliti di China menemukan jumlah orang yang terinfeksi Corona di Wuhan, kota tempat pertama kali COVID-19 merebak, bisa tiga kali lebih tinggi dari angka resmi yang dirilis pemerintah.
Dikutip dari Reuters, dalam jurnal yang diterbitkan oleh PLOS Neglected Tropical Disease pada Kamis (7/1/2021) menganalisis sampel darah dari lebih 60 ribu orang sehat yang diambil dari seluruh lokasi di China per Maret-Mei 2020.
Ditemukan bahwa sampel darah 1,68 persen dari mereka yang berasal dari Wuhan, mengandung antibodi SARS-COV-2, dibandingkan dengan 0,58 persen di provinsi Hubei dan 0,38 persen di seluruh daratan China.
Dengan total populasi Wuhan lebih dari 10 juta, para peneliti memperkirakan sebanyak 168 ribu penduduk di sana telah terinfeksi. Jauh lebih tinggi dengan jumlah resmi yang tercatat yakni 50.340 pasien.
Sebuah studi terpisah yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China akhir bulan lalu menyebutkan tingkat "seroprevalensi" di Wuhan, persentase populasi dengan antibodi, bahkan lebih tinggi yaitu 4,43 persen, menyiratkan bahwa sekitar setengah juta orang di kota itu bisa saja terinfeksi.
Infeksi COVID-19 diidentifikasi di Wuhan pada akhir 2020 dengan wabah pertama terkait dengan pasar makanan laut di sana.
Pemerintah China telah berkali-kali menepis kritik terhadap penanganan awal COVID-19 dan sekarang mereka merujuk ke studi luar negeri yang menyebut virus Corona telah beredar di Eropa bahkan beberapa bulan sebelum di Wuhan.