Minggu, 10 Januari 2021

Tegas, Twitter Larang Trump Bikin Akun Baru

 Akun @realDonaldTrump ditutup Twitter secara permanen. Bagaimana jika Donald Trump membuat akun baru? Ini jawaban Twitter.

Trump sendiri diketahui merupakan salah pengguna loyal Twitter. Hampir setiap hari, pria yang identik berambut pirangnya itu, melancarkan tweet, termasuk soal kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) di masa kepemimpinannya.


Bahkan, setelah mengetahui akun @realDonaldTrump diblokir selamanya oleh Twitter, Trump masih sempat mencuit dengan menggunakan akun resmi presiden AS @POTUS. Namun cuitan yang telah disampaikan Trump di @POTUS telah dihapus oleh Twitter.


"Platform medsos tersebut telah menghapus segala postingan Trump lewat @POTUS," kata The Guardian, Sabtu (9/1/2021).


Berdasarkan informasi yang diterima The Guardian, Twitter dengan tegas akan mencegah pembuatan akun Trump terbaru seperti nasib akun @realDonaldTrump.


"Jika Trump mencoba buat akun baru, itu juga akan ditangguhkan secara permanen sedari awal," kata Twitter.


Sebelumnya, akun @realDonaldTrump telah dicekal selama 12 jam pasca penyerbuan massa pendukung Trump ke Gedung Capitol yang ketika itu saat Kongres AS tengah menggelar sidang pengesahan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, di gedung yang sama.


Trump yang secara terang-terangan menghasut para pendukungnya itu berakibat fatal dengan diblokir akun @realDonaldTrump oleh Twitter.


"Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut," sebut Twitter.


Alasan Twitter depak Trump di platform notabene favoritnya itu, cemas ada kerusuhan lanjutan yang bisa lebih parah dari peristiwa penyerbuaan Gedung Capitol beberapa hari lalu.


Twitter cemas bahwa cuitan terkini oleh Trump bisa diinterpretasikan sebagai dukungan bagi para perusuh dan adanya kabar akan ada protes dari pendemo bersenjata pada tanggal 17 Januari mendatang di gedung Capitol. Pasalnya, isu terkait demonstrasi itu juga sudah banyak beredar di Twitter.


"75 juta patriot Amerika yang memilih saya, AMERICA FIRST, dan MAKE AMERICA GREAT AGAIN, akan memiliki suara raksasa sampai panjang ke masa depan. Mereka tidak akan diremehkan atau diperlakukan tidak adil dalam wujud apapun," sebut Trump di Twitter beberapa saat sebelum dicekal.


Trump kemudian mencuit lagi bahwa dia tidak akan datang ke pelantikan presiden Joe Biden di tanggal 20 Januari. Twitter pun memberi penjelasan bahwa tweet dari sang presiden tersebut bisa menimbulkan bahaya.


"Tweet itu harus dibaca dalam konteks peristiwa yang lebih luas dan bagaimana pernyataan sang presiden bisa dimobilisasi oleh audiens yang berbeda, termasuk untuk memicu kekerasan, demikian juga dalam konteks kebiasaan dari akun ini dalam beberapa minggu belakangan,"sebut Twitter.

https://kamumovie28.com/movies/infinite-sex/


Pesawat Berusia Tua Apakah Aman Buat Terbang?


Berbagai maskapai mengoperasikan pesawat yang sudah berusia tua, kadang umurnya puluhan tahun. Termasuk pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air yang jatuh usianya sekitar 26 tahun. Apakah pesawat yang sudah berumur masih aman untuk diterbangkan?

Jawabannya adalah, sebenarnya tidak masalah asalkan perawatan tetap dilakukan dengan rutin. Demikian dikemukakan oleh beberapa pakar. Malah dikutip detikINET dari TravelPulse, bukan hal langka pesawat berusia 24,25 bahkan 30 tahun masih dioperasikan oleh maskapai.


"24 tahun bukan sungguh-sungguh tua bagi sebuah pesawat. Lihat saja beberapa maskapai, Amerika sudah tidak memakai MD-80s tapi pesawat itu baik-baik saja sampai usia 20-an tahun," kata Bill De Decker, Vice President of Conklin and de Decker Associates yang menangani operasional pesawat.


"Ada aturan spesifik untuk pemeriksaan dan perbaikan. Fokus utamanya adalah untuk mendeteksi masalah sebelum menjadi bencana," paparnya.


"Usia pesawat ditentukan oleh manufaktur dan biasanya berdasarkan daur terbang dan mendarat. Badan pesawat paling rentan 'kelelahan', tapi sayap juga, terutama dalam penerbangan jangka pendek ketika pesawat dipakai setiap hari," cetus John Petrakis, mantan pejabat Federal Aviation Administration.

https://kamumovie28.com/movies/bj-aunt/

Parasut Pesawat untuk Cegah Kecelakaan, Apa Mungkin Diterapkan?

 Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 kembali mengingatkan publik akan keselamatan penerbangan, termasuk berbagai teknologi yang berpotensi sebagai lapisan keamanan tambahannya. Salah satunya, ide parasut untuk pesawat, apakah mungkin diterapkan?

John Farese, seorang pengacara di AS dengan pengalaman 42 tahun menerbangkan pesawat Cessna 182 1978 miliknya, pernah terselamatkan dari kecelakaan berkat teknologi sederhana namun pintar, parasut di pesawatnya.


"Saya pikir saya sudah mati saat itu. Yang menyelamatkan nyawa saya adalah parasut yang mampu membawa seluruh pesawat, itu cukup memperlambat penurunannya," kenang Farese. Seperti dikutip dari BBC, dia selamat dengan punggung terkilir.


Jenis parasut ini banyak ditemukan pada pesawat ringan. Beberapa produsen dan engineer pesawat berpendapat bahwa jika mereka dipasang di pesawat komersial, nyawa ratusan orang dapat diselamatkan dalam keadaan darurat di udara. Jadi mengapa perusahaan pesawat tidak menerapkan ide ini untuk semua pesawat? Nyatanya, tidak semudah itu.



Mengambil risiko


Pada pesawat kecil seperti yang diproduksi oleh Cessna atau Cirrus, parasut disimpan di dalam badan pesawat, baik di jok belakang atau di bagian tengah sayap, di atas kokpit. Dalam keadaan darurat, pilot harus menarik pegangan di langit-langit pesawat.


Pesawat juga dilengkapi dengan fitur lain yang membantu meredam saat jatuh, seperti aluminium yang dapat dihancurkan, dan roda pendaratan yang dirancang untuk keruntuhan terkendali selama pendaratan darurat.


Salah satu produsen utama saluran seluruh pesawat adalah Ballistic Recovery Systems (BRS), yang berbasis di Miami, Florida. Sang pendiri, Boris Popov membuat pesawat yang dilengkapi parasut dengan kapasitas terbesarnya untuk lima orang.


Popov berencana memasang parasut di pesawat dengan kapasitas hingga 20 penumpang. Dia percaya bahwa pada prinsipnya, kita dapat memasangnya di pesawat yang jauh lebih besar, bahkan mungkin pesawat penumpang yang besar.

https://kamumovie28.com/movies/sisters-secret-housemate/


"Tidak ada keraguan bahwa pesawat komersial besar di masa depan akan dilengkapi dengan semacam sistem pemulihan parasut," yakinnya.


Namun apakah ini prospek yang realistis? Nyatanya banyak yang skeptis, dengan alasan mulai dari potensi besar teknologi yang dibutuhkan hingga kurangnya permintaan.


Peneliti penerbangan dari Brunel University di Inggris, Guy Gratton, mengatakan bahwa secara teknologi memungkinkan untuk melengkapi sebuah pesawat dengan parasut, tetapi banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum menerapkannya.


"Anda pasti akan kehilangan muatan pesawat dalam jumlah yang sangat besar. Jadi Anda harus mengurangi jumlah penumpang yang dapat Anda bawa secara signifikan," ujarnya.


"Semua fitur keselamatan yang tersedia di pesawat telah dipilih atas dasar 'apa yang paling mungkin untuk menyelamatkan nyawa dengan jumlah uang dan berat tertentu'," tambahnya.


Pada akhirnya, sulit merancang sistem parasut yang cukup besar untuk membawa beban pesawat komersial. Pesawat terbesar, Airbus A380, dapat mengangkut hingga 853 orang, dan beratnya hampir 400 kali lipat dari pesawat pribadi kecil, dan itu belum termasuk penumpang dan bagasi.


"Setiap sistem parasut (di Airbus) harus berukuran sangat besar dan terdiri dari banyak kanopi. Sistem parasut akan menjadi kompleks, besar, dan berat serta membutuhkan banyak perangkat keamanan sehingga membuat penerapan menjadi tidak mungkin," kata Alizee Genilloud, manajer hubungan media di Airbus.


Pendapat lain disampaikan Viktor Lyalin selaku kepala desainer Scientific Research Institute of Parachute Design and Production di Rusia. Dia setuju bahwa sistem parasut dapat digunakan untuk secara drastis mengurangi kecepatan dan menghindari korban manusia selama kecelakaan lepas landas dan pendaratan. Namun kelemahannya, sistem ini tidak akan tersedia dalam waktu dekat karena mereka membutuhkan desain ulang pesawat yang ekstensif.


Sementara itu, Boris Popov bersikukuh bahwa semua pesawat dari semua ukuran segera memiliki sistem pemulihan parasut. Yang diperlukan adalah kemauan dari publik sendiri.


"Banyak orang terus bertanya, mengapa kita tidak bisa memiliki sistem parasut di pesawat besar? Nah, jika cukup banyak orang yang memintanya, hal itu akan memaksa produsen pesawat dan pemerintah untuk membuat perubahan revolusioner ini," tutupnya.

https://kamumovie28.com/movies/mothers-seduction-2/