Selasa, 02 Maret 2021

Masih Pandemi, Airbnb Laporkan Kerugian Rp 55 Triliun!

  Masih pandemi Corona tentu operasional bisnis Airbnb sebagai penginapan online terus terdampak. Mereka baru saja mengumumkan kerugian luar biasa besar, akan tetapi kabar baiknya performanya disebut lebih baik dari pesaing.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, perusahaan ini membukukan kerugian USD 3,89 miliar atau di kisaran Rp 55 triliun pada kuartal IV 2020. Selain karena pandemi, kerugian itu sebenarnya banyak dipengaruhi oleh ongkos yang berkaitan dengan proses IPO tahun silam.


Total pendapatan Airbnb turun 22% menjadi USD 859 juta dari sebelumnya USD 1,11 miliar. Masih masa pandemi, CEO Brian Chesky menggelar beberapa strategi, misalnya tidak menghabiskan banyak ongkos untuk marketing.


"Apa yang ditunjukkan dalam pandemi ini adalah kami bisa membuat marketing menjadi nol dan masih mendapatkan 95% trafik yang sama dibandingkan tahun sebelumya. Kami tidak akan melupakan pelajaran ini," kata Chesky.


Industri perjalanan seperti Airbnb mungkin akan segera bangkit setelah vaksinasi digalakkan. Akan tetapi pada tahun 2021 ini, mereka menyebut masih belum tahu seperti apa tren pertumbuhan karena masih beragamnya tahap pemberian vaksin di banyak negara.


Di sisi lain, pandemi Corona ini telah mengubah banyak hal termasuk dalam hal travelling. "Ketika travelling sudah kembali pulih, kami yakin akan terlihat berbeda dari sebelumnya. Kami kira takkan kembali seperti di 2019, akan berubah, akan berbeda. Perbedaan terbesar mungkin soal fleksibilitas," papar Chesky.


Misalnya bagaimana mewadahi pebisnis yang terus ingin bekerja di perjalanan. "Dunia zoom adalah dunia di mana lebih banyak orang bekerja dari rumah, kami melihat orang-orang bisa bekerja di rumah mana saja melalui Airbnb," sebutnya lagi.

https://movieon28.com/movies/cavemen/


Terowongan Masa Depan Anti Macet dari Elon Musk


 Lima tahun lalu, Elon Musk mengaku sering frustrasi dengan lalu lintas di Los Angeles. Hingga suatu hari dia ngetweet sebuah gagasan yang dianggap banyak orang sebagai ide gila.

Sebab bos Tesla dan SpaceX itu berencana membuat terowongan ajaib anti macet. Banyak yang sangsi, bahkan menuding kalau tweet tersebut hanya candaan belaka.


Tapi bukan Musk nama bila tidak melakukan hal yang out of box. Dua tahun dari tweetnya tadi atau tepatnya Desember 2018, Musk mengumumkan proyek terowongan ajaib anti macet.


Dia tak hanya mengumumkan Boring Company, perusahaan barunya yang akan menggarap proyek tersebut. Pria 49 tahun ini memamerkan prototype untuk memperlihatkan kehebatan ide gilanya.


Bahkan kala konferensi pers digelar, Musk sendiri tiba di lokasi acara melalui terowongan prototype itu. Dia menaiki mobil Tesla yang dimodifikasi dan sontak tepuk tangan meriah menyambutnya.


Terowongan yang ada berada di bawah kantor pusat Tesla di wilayah Hawthorne, California, AS, dibuat sepanjang 1,6 kilometer. Pembangunannya menghabiskan biaya USD 10 juta, atau sekitar Rp 144 miliar.


Lantas bagaimana cara kerjanya? Mobil akan diturunkan ke terowongan dengan lift kemudian dipasangkan pada jalurnya. Mobil itu bisa melaju dengan kecepatan tinggi secara otonom berkat tenaga listrik dan ban khusus.


"Sederhana saja, terowongan ini dapat mengubah mobil normal menjadi kendaraan pasif yang stabil dengan menambahkan roda dengan stabilisasi sehingga dapat melesat di terowongan sempit," kata Musk.


"Kalian bisa berjalan tanpa henti 240 kilometer per jam dan hanya melambat ketika ingin keluar, lalu secara otomatis ditransfer ke terowongan lain," paparnya.


Musk memastikan tak hanya besutan Tesla, mobil listrik dari brand lain pun dapat melintas di dalamnya. Hanya saja harus terlebih dahulu menjalani modifikasi untuk bisa dipasangkan pada rel di dalam terowongan tersebut.


Biaya modifikasi hanya kisaran USD 200 (Rp 2,9 juta) sampai USD 300 (Rp 4,3 juta). Modifikasi tersebut adalah pemasangan semacam ban kecil tambahan yang dikunci pada roda depan mobil. Hal ini berguna untuk membuat mobil sejajar dan tidak menabrak ke samping saat dipasang di rel.

https://movieon28.com/movies/so-undercover/

Siap-siap! Taksi Terbang Akan Layani Penumpang Pada 2024

  Salah satu moda kendaraan masa depan adalah taksi terbang. Terdengar ambisius dan mahal, namun belum benar-benar bisa menguntungkan.

Taksi terbang ini bukan mobil taksi yang terbang, melainkan taksi helikopter. Salah satu yang mendorong taksi terbang adalah Uber sejak 2018. Seperti pernah diberitakan Bloomberg pada 11 Februari 2018, Uber menggandeng Bell Helicopter.


Uber dan Bell mencoba merevolusi transportasi massal melalui usaha mereka dalam mewujudkan taksi udara. Pengguna rencananya bisa memesan lewat aplikasi Uber Chopper di Amerika Serikat.


Sebagai penyedia helikopter untuk kebutuhan komersial maupun militer, Bell diharapkan mampu mempercepat implementasi teknologi vertical take-off and landing (VTOL) pada taksi terbang agar dapat diproduksi dalam skala besar.


Selain itu, Uber juga menjalin kerja sama dengan Aurora Flight Sciences, Pipistrel Aircraft, Embraer SA, dan Mooney International Corp. Uber turut menggandeng NASA untuk membantu dalam pengembangan proyek mobil terbang agar dapat mengudara di ketinggian rendah. Namun bagaimana nasib kendaraan masa depan ini sekarang?


Uber Chopper ganti nama jadi Uber Air dan akhirnya Uber Elevate. Uber Elevate disebut sebagai layanan berbagi tumpangan penerbangan. Layanan ini digadang-gadang sebagai angkutan umum masa depan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas darat.


Namun rupanya kondisi bisnisnya tidak terlalu bagus juga karena pandemi Corona. Uber harus mengencangkan ikat pinggang. ZDNet memberitakan pada Desember 2020, Uber Elevate dijual ke Joby Aviation.


Bersama Joby, masa depan taksi terbang tetap terjaga. Platform yang dibeli dari Uber ditambah lagi dengan Joby mampu merancang taksi terbang sendiri berbentuk helikopter 4 penumpang dengan kemampuan Vertical Take Off Landing (VTOL) dan dapat sertifikasi dari Angkatan Udara Amerika. Joby lalu dapat suntikan dana investor dari Toyota.


Motor Autrhority seperti dilihat detikINET, Minggu (28/2/2021) memberitakan Joby akan melepas saham di Bursa Saham New York dan merger dengan Reinvent Technology Partners. Duit yang terkumpul akan dipakai untuk bikin pabrik yang akan dibangun tahun ini.


Taksi terbang dari Joby juga terus diuji coba. Mereka mengklaim sudah ada 100 uji terbang dan catatan kecepatan 250-350 km/jam. Targetnya, taksi terbang sudah bisa dikomersilkan pada 2024. Semoga benar-benar bisa terwujud!

https://movieon28.com/movies/percy-jackson-the-olympians-the-lightning-thief/


Masih Pandemi, Airbnb Laporkan Kerugian Rp 55 Triliun!


 Masih pandemi Corona tentu operasional bisnis Airbnb sebagai penginapan online terus terdampak. Mereka baru saja mengumumkan kerugian luar biasa besar, akan tetapi kabar baiknya performanya disebut lebih baik dari pesaing.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, perusahaan ini membukukan kerugian USD 3,89 miliar atau di kisaran Rp 55 triliun pada kuartal IV 2020. Selain karena pandemi, kerugian itu sebenarnya banyak dipengaruhi oleh ongkos yang berkaitan dengan proses IPO tahun silam.


Total pendapatan Airbnb turun 22% menjadi USD 859 juta dari sebelumnya USD 1,11 miliar. Masih masa pandemi, CEO Brian Chesky menggelar beberapa strategi, misalnya tidak menghabiskan banyak ongkos untuk marketing.


"Apa yang ditunjukkan dalam pandemi ini adalah kami bisa membuat marketing menjadi nol dan masih mendapatkan 95% trafik yang sama dibandingkan tahun sebelumya. Kami tidak akan melupakan pelajaran ini," kata Chesky.


Industri perjalanan seperti Airbnb mungkin akan segera bangkit setelah vaksinasi digalakkan. Akan tetapi pada tahun 2021 ini, mereka menyebut masih belum tahu seperti apa tren pertumbuhan karena masih beragamnya tahap pemberian vaksin di banyak negara.


Di sisi lain, pandemi Corona ini telah mengubah banyak hal termasuk dalam hal travelling. "Ketika travelling sudah kembali pulih, kami yakin akan terlihat berbeda dari sebelumnya. Kami kira takkan kembali seperti di 2019, akan berubah, akan berbeda. Perbedaan terbesar mungkin soal fleksibilitas," papar Chesky.


Misalnya bagaimana mewadahi pebisnis yang terus ingin bekerja di perjalanan. "Dunia zoom adalah dunia di mana lebih banyak orang bekerja dari rumah, kami melihat orang-orang bisa bekerja di rumah mana saja melalui Airbnb," sebutnya lagi.

https://movieon28.com/movies/couples-retreat/